
Brugh...
" Daddy..." Celine menangis saat terjatuh dari sepeda yang baru saja di beli oleh Daddy-nya.
Mendengar tangisan dari putrinya Irene pun langsung berlari menghampiri Celine di ruang tamu.
" Sayang kenapa ??" Tanya Irene yang langsung menggendong putrinya.
Mendapatkan pelukan seperti itu dari Mommy-nya membuat Celine semakin menangis dalam gendongan Irene.
" Sayang, Kenapa ???" Tanya Irene pada Celine lagi setelah melihat putrinya tidak lagi menangis.
" Celine jatuh Dari sepeda Mom, Sepeda nya licin. " Celine kembali menangis saat menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya.
Bukan hanya itu saja, Tapi dia juga melihat lutut putrinya yang memerah karena terjatuh dari sepedanya.
" Yasudah, Kan Mommy bilang jangan balapan bukan ??" Celine menangis dalam gendongan Mommy nya.
" Lalu kenapa tetap balapan ? kan jatuh kan ??"
" Huuuaaa...Mommy, Sorry. " Celine semakin menangis, Dia merasa Mommy nya marah, Maka dia menangis.
" Kenapa Menangis sayang ?? Bukan kah Mommy tidak marah ??"
" Huaaaa...sakit kaki nya, Kaki Celine sakit Mom..." Mendengar tangisan putrinya membuat Max yang baru saja pulang dari kantor langsung menghampiri kedua wanita yang sangat di cintanya.
__ADS_1
" Baby, Kenapa sayang ?" Celine langsung melihat ke arah Daddy-nya yang baru saja pulang dari kantor, Celine pun langsung meminta pelukan pada Daddy-nya.
" Hia...Celine jatuh dari sepeda, Kaki Celine sakit..." Dengan gaya bicaranya yang cadel, Celine langsung meminta pelukan pada Daddy-nya dan mengadu apa yang terlah terjadi padanya.
Melihat interaksi antara Max dan Celine membuat Irene menghembuskan nafasnya lega, Celine memang sangat manja dengan Daddy-nya Jadi Irene bisa melanjutkan aktivitasnya untuk membuat makan malam mereka.
" Mau kemana sayang ??" Tanya Max yang melihat istrinya meninggalkan mereka berdua bersama Celine.
" Masak sayang, Tinggal sedikit lagi, Tadi Kakak Maxim meminta Sushi dengan Daging asap, Jadi aku masih memasak nasinya. " Jawab Irene pada suaminya.
Jangan tanyakan kenapa Irene bisa masak sushi, Karena dia sering belajar di rumahnya, Bahkan dia memanggil guru les untuk memanjakan lidah suami dan anak anaknya dengan masakan yang di buat dengan tangannya sendiri.
Dan terbukti semua itu bisa di lakukan Irene, Mengurus keluarga dan memanjakan suami.
Setelah kepergian istrinya yang kembali ke dapur, Max membawa Celine duduk di sofa dan memangku putrinya.
Celine masih menangis dan terus memegangi lututnya.
Melihat itu membuat Max langsung tau jika lutut putrinya memar.
Apalagi melihat sepeda yang tergeletak di lantai rumah mereka, Dia tau bahwa putri ya baru saja jatuh dari sepedanya.
" Lantainya licin, Jadi Celine jatuh. Biasanya ada kakak, Tapi kakak sedang Latihan jadi tidak ada yang menjaga Celine. "
" Kaka sekolah sayang, Jadi tidak bisa bermain dengan Celine. Maafkan Daddy yang jarang memiliki waktu dengan Celine. " Celine hanya menganggukkan kepalanya saya sambil terus memeluk Daddy-nya.
__ADS_1
Dia masih merasakan sakit di lututnya.
" Celine mengerti Dad, Kata Mommy tidak boleh mengeluh dengan pekerjaan Daddy, Daddy bekerja untuk Kakak, Celine dan juga Mommy. Banyak orang orang juga yang bekerja dengan Daddy, Anak anak mereka juga sekolah, Ingin jajan dan membeli mainan seperti Celine. Jadi kata Mommy kakak dan Celine tidak boleh nakal, Karena tidak ada anak nakal di dunia ini. Karena anak anak itu semua baik, Seperti Celine. " Max tersenyum sambil mengusap kepala putrinya yang begitu luar biasa rasa pengertiannya di usianya yang baru 5 tahun
Celine bahkan bisa mengerti keadaannya yang bekerja dan tidak punya waktu seperti ini untuk keluarganya.
" Bisa Daddy bicara sekarang ??" Celine mengangguk dan tersenyum untuk Daddy-nya .
" Yes Dad, Silahkan. " Lagi lagi Max tersenyum pada putrinya.
Istrinya itu memang benar benar istri blasteran surga seperti yang di katakan Boy, Dan seperti itu lah kebenarannya.
" Celine sayang dengan Mommy kan ??"
" Sayang !" Jawab Celine langsung menanggapi pertanyaan Daddy-nya.
" Jika sayang, Jangan pernah melawan ucapan Mommy, Bukan hanya Celine juga, Tapi ini juga untuk kakak, Katakan pads kakak bahwa kita semua harus saling mencintai dan menyayangi, Terutama pada Mommy, Lihat Mommy, Masakan yang di masak Mommy selalu enak bukan ??"
" Iya, Mommy pintar memasak. "
" Bukan karena hanya pintar, Tapi mommy memasak untuk kota karena mommy mencintai kita, Bukan itu saja, Mommy juga mencintai kita, Maka mommy ingin memberikan yang terbaik untuk kita semua, Jika Celine sayang dengan Mommy, Jangan terus menyusahkan Mommy dan merajuk pada Mommy oke ??"
" Maaf Dad, Celine tidak akan lagi merajuk pads Mommy, Celine sayang Mommy, Celine gak mau seperti Anna teman Celine yang tidak memiliki Mommy, Karena Mommy nya meninggal saat dia lahir. " Max kembali teringat bagaimana perjuangannya saat proses kelahiran Celine yang sangat menguras emosi dan air mata untuk nya.
Dan perjuangan itu terbayar sudah karena apa yang di dapatkan nya saat ini.
__ADS_1
...🤍🤍🤍...