IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Mencari Tau


__ADS_3

Max terus menatap Irene, Wanita yang tadi malam terus menangis dalam tidur nya hingga dia memeluk nya baru lah wanita itu tenang.


Tapi siapa Nia ? Kenapa dia terus saja menyebut nama Nia ? Kenapa Nia dan Nia ?


Apa hubungan nya dengan Nia ? Hingga mengusik keingintahuan seorang Max Anderson untuk mengulik masa lalu nya.


Siapa sebenar nya Irene ? Dan apa hubungan nya dengan Nia ?


" Tuan...Apa ada yang salah dengan saya ??" Tanya Irene karena sejak Tadi Max menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan nya.


Apa ada yang salah dengan apa yang di gunakan Irene saat ini ? Tapi seperti nya tidak.


Yang di pakai nya normal dan bagus menurut nya, Tapi kenapa Max menatap aneh ke arah nya ?


Karena apa yang di kenakan nya saat ini cukup tertutup bukan ?


Lagi pula Make up yang di kenakan nya juga tidak menor, Hanya Pelembab dan lipstik saja.


Jadi apa yang salah dengan penampilan nya saat ini ? Rasa nya tidak ada yang salah menurut Irene sendiri. Tapi tidak tau dengan yang di pikirkan wanita itu.


" Tuan, apa ada yang salah dengan penampilan saya ??" Max masih menatap nya.


Bagaimana bisa wanita ini sudah terlihat baik baik saja, Padahal tadi malam dia menangis dengan sangat pilu hingga senggugukan, Lalu pagi ini wajah nya sudah berbinar, Sudah cerah dan merona lagi .


Sebenar nya apa yang terjadi ? Apa Irene memiliki kepribadian ganda ? atau alter ego ? Seperti yang pernah di baca nya ?


Jika iya apa Nia itu karakter lain dalam diri nya ??


" Jangan menyusahkan diri mu dengan banyak barang barang itu ! Aku sudah mengatakan bahwa bawa apa yang perlu saja ! Tidak perlu membawa dua koper jika hanya pakaian ku dan milik mu saja ! dasar bodoh !" Max berlalu begitu saja meninggalkan Irene dan sudah masuk ke dalam mobil nya lebih dulu.


Dia tidak memperdulikan lagi bagaimana perasaan Irene, Karena dia sudah melarang nya bukan ?


Melarang Memakai perasaan dalam hubungan mereka ini ? Sebuah hubungan kepuasan saja.


Irene hanya bisa menguatkan hati nya untuk yang kesekian kali, Karena hanya itu yang bisa di lakukan nya saat ini.


Dia juga merindukan ayah nya, Dan kapan dia akan bertemu dengan ayah nya ? Setidak nya mendengar suara nya pun jadi.


Nanti Irene akan mencoba nya, Mencoba meminjam ponsel Max.


Irene membawa dua koper karena dia tidak ingin menyatukan barang barang nya yang nanti nya akan membuat Max marah.


" Lambat !" Baru saja Irene masuk ke dalam mobil dan menutup pintu.


Tapi Max sudah kembali membuat hati nya tergores lagi.


" Maaf Tuan..." Hanya itu lah yang bisa di katakan Irene pads Max.

__ADS_1


Lalu apa lagi yang harus di katakan nya ??


Seperti biasa, Irene selalu melihat jalanan yang mereka lewati setiap bepergian bersama Max, Entah apa yang ada di benak nya, Dia benar benar melihat setiap sudut jalanan yang di lewati.


Seakan suatu saat nanti dia bisa melewati jalanan ini dengan mudah.


Dia berharap banyak untuk itu, Menjadi wanita karier, Dan memiliki mobil seperti wanita karier pada umum nya.


Pasti akan sangat membanggakan untuk pencapaian nya sebagai seorang wanita .


" Tuan...Bisa saja meminta sesuatu ??" Max menaikan sebelah alis nya.


Dia melihat ke arah Max, Karena dia tau Max tidak akan menjawab nya, atau bahkan berpikirnya buruk pada nya saat ini.


Senyuman mengejek Irene dapatkan dari Max. " Apa yang kau inginkan ? Mobil ? Atau barang branded lain nya ? Karena wanita seperti mu pasti menginginkan kemewahan. !"


Irene memejamkan kedua mata nya, Dia kembali di sakiti dengan kata kata Max, Tapi tidak apa,Dia bisa menahan semua nya.


Tapi wanita seperti nya ? Memang nya Irene wanita seperti apa ??


" Saya hanya ingin meminjam ponsel anda untuk menghubungi ayah, Lagi pula menurut anda saya wanita seperti apa ??"


Skak !


Max bungkam, Dia tidak bisa menjawab nya, Meminjam ponsel ? Max baru ingat bahwa dia lah yang telah menghancurkan ponsel Irene hingga tak berbentuk lagi.


Biasa nya dia kan menjawab semua pertanyaan orang orang dan merendahkan nya, Apalagi ini hanya seroang wanita pemuas nya kan ? Kenapa Max tidak bisa menjawab nya ?


" Tuan---" Panggil Irene lagi untuk menyadarkan Tuan nya yang tengah menatap tajam pada nya.


" Apa ada yang salah dengan penampilan saya ? Kenapa sejak tadi Tuan melihat ke saya seperti itu ?"


Bugh...


Max melemparkan ponsel nya begitu saja di pangkuan Irene.


Dia juga langsung menatap ke luar jendela, Kenapa juga dia menatap wajah Irene ? Dan kenapa juga dia semakin terlihat dekat dengan bola mata hitam itu ?


" Bagaimana kabar mu Tania ??" Tanya Max dalam hati nya.


Dia membuka kaca jendela mobil nya dan membiarkan angin pagi menerpa kulit wajah nya, Bahkan sinar mentari pagi juga menerpa kulit wajah nya.


Irene menatap dalam ke arah pria yang tengah memejamkan kedua mata nya, Jika berdiam diri dan menutup mata nya seperti itu Max akan terlihat sangat tampan.


Apalagi di tambah terpaan sinar matahari pagi ini, Max memang terlihat sangat luar biasa, Ingin sekali Irene mengusap rahang tegas itu, Seperti yang di lakukan nya setiap malam saat pria itu sudah tertidur dan memeluk tubuh mungil nya.


Ya, Max selalu memeluk tubuh nya saat tengah malam, Tapi Irene selalu mengurai nya saat hampir pagi.

__ADS_1


Karena dia tidak ingin Max mengatakan nya wanita murahan atau mencari kesempatan dalam kesempitan nanti nya.


Maka Irene mencari aman nya saja, Tapi itu sudah sangat luar biasa bagi nya, Bisa memeluk pria yang di cintai nya dan memberikan kasih sayang nya walau pria itu tidak merasakan nya, Setidak nya Irene bisa merasakan nya.


" Hallo ayah..." Irene langsung menghubungi ayah nya saat melihat Max hampir membuka mata nya, Dan bagaimana jika Max tau bahwa Irene menatap nya sejak tadi ?


Itu akan kembali menjadi masalah nanti nya.


Max kembali memejamkan kedua mata nya saat Irene berbicara pada ayah nya lewat ponsel mahal milik Max, Hingga saat Irene telah selesai dan memberikan ponsel Max, Pria itu malah menolak nya.


" Simpan di tas mu ! Aku tidak ingin siapa pun menghubungi ku ! "


" Iya. " Irene pun menyimpan ponsel Max, Namun kembali Max melemparkan dompet mahal nya karena mengganjal di bokong nya.


" Simpan itu juga ! "


" Iya Tuan..." Jawab Irene.


Dia sudah terlihat seperti seorang istri bukan ? Memasak, Menyiapkan makan, melayani dari membuka mata hingga menutup mata di mal hari, Bahkan ini juga ponsel dan dompet nya pun Irene yang menyimpan nya.


Tidak Apa, Irene bahagia dengan semua ini, Berarti Max membutuhkan nya bukan ?


Ini saja sudah sangat membahagiakan bagi nya.


" Sini Jika Tuan lelah, Saya bisa membantu nya ??" Max menatap tajam ke arah Irene ??


Kenapa wanita itu meminta nya untuk tidur di pangkuan nya ? Apa Irene mencari kesempatan pada nya ??


" Saya tidak berpikir apapun, Hanya memikirkan punggung anda yang masih sakit saja. " Memang benar punggung nya masih sakit.


Tapi tidur di pangkuan Irene ? Tidak ! Max tidak akan melakukan nya.


" Maaf sudah lancang Tuan..." Irene kembali melihat ke arah kaca jendela luar.


" Eh ??" Irene kaget saat Max merebahkan kepala nya di pangkuan Irene begitu saja.


" Jangan berisik ! Aku ingin tidur !!" Irene hanya mengangguk saja.


Apalagi saat Max tertidur miring di pangkuan nya,Karena memang bahu sebelah kanan nya yang terluka.


" Tidur lah, Nanti akan saya bangunkan jika sudah sampai di bandara. " Max tidak menjawab nya lagi.


Setelah melihat Max tidur, Baru lah Irene mengusap kepala Max dan wajah nya seperti biasa.


Dan hal yang di lakukan Irene di lihat oleh supir nya, Karena memang dia melihat wanita itu adalah wanita baik baik yang akan menyayangi tuan nya dengan baik.


...❤️🤍 ...

__ADS_1


__ADS_2