
" Tuan..."
" Plis don't call me Tuan Darling, Call me sayang,honey, Or Hubby . "
Blush...
Wajah Irene bersemu merah saat mendengar penolakan dari Max, Dan pria itu menyuruh nya memanggil dengan kata kata sayang seperti itu.
Malu ? Jelas Irene malu karena Max lah pria pertama bagi nya, Apa yang harus di pilih nya ?
Pilihan dari panggilan yang di semat kan untuk pria nya.
" Bagaimana jika Hubby saja ??" Max tersenyum saat melihat wajah malu dan menggemaskan Irene yang terlihat sangat malu malu seperti itu pada nya.
" Nyonya, Baby Max sudah bangun..." Pengasuh Baby Max pun datang menghampiri Max dan Irene yang baru saja selesai makan siang nya.
Melihat Baby Max di bawa ke arah nya tangan Maxim bergetar hebat, Apalagi saat Irene meletakan Baby Max junior di pangkuan nya.
" Hello Daddy...." Suara Irene yang lembut dan mendayu membuat mata Max berembun seketika.
Apalagi saat celotehan Baby Max pada nya membuat dada Max semakin bergemuruh rasa nya saat itu.
" Ho-how are you Baby ? Hello...In your Dad..."
Tes...
Di usap Irene air mata yang mengalir di pipi Pria yang menjadi ayah dari putra nya.
" Kenapa menangis...?" Tanya Irena yang memang mengetahui bahwa Max memang menangis.
Walau dia tau apa yang menyebabkan pria nya menangis, Tapi bukan kah ini adalah hal yang sangat membahagiakan bagi nya ??
" Dia mirip dengan ku, Dia memang anak ku, A-aku yang bersalah karena telah menelantarkan nya. " Max tergagap saat mihat bagaimana rupa nya Maxim, Seluruh yang ada pada Maxim adalah cerminan diri nya saat bayi dulu, Begitu lah Max saat kecil.
Karena di album foto nya saat bayi semua masih tersimpan dengan sangat rapi.
__ADS_1
Setiap kenangan diri nya bersama ibu dan ayah nya.
" Aku menangis bahagia, Bahagia karena memiliki Mu dan Maxim, Tapi kebahagiaan ku juga berdampingan dengan besar nya rasa bersalah ku terhadap mu dan Maxim, Aku bersalah karena telah membuat mu menderita selama ini, Aku bersalah...
" Irene mengambil tangan Besar Max dan menggenggam nya dengan erat.
" Kita hanya umat manusia, Tuhan menciptakan kita dengan begitu sempurna dengan hati yang juga sempurna, Tuhan maha pemaaf, Lalu bagaimana bisa umat nya tidak bisa memaafkan kesalahan umat lain nya ??"
" Tapi aku telah sangat kejam memperlakukan mu, Aku banyak membuat luka di hati mu "
" Maka sembuhkan luka itu, Aku ingin sembuh dari luka itu agar kamu tidak lagi merasa bersalah dengan semua kesalahan mu, Aku ingin kamu yang mengobati luka nya, Aku selalu berdoa pada Tuhan untuk membuka kan pintu hati mu agar aku bisa masuk dan mengenalkan cinta pada mu, Aku tidak tau apa yang pernah terjadi pada mu, Tapi aku ingin menjadi obat bagi mu, Obat yang bisa menyembuhkan luka mu di masa lalu, " Max menatap sendu pada Irene, Sebegitu luas nya kah hati wanita nya ini ?
Irene dengan begitu mudah memaafkan segala kesalahan yang pernah di perbuat nya di masa lalu.
Bukan hanya luka hati, Tapi luka Psikis juga di berikan Max pada nya dengan kata kasar dan umpatan .
Tapi dengan mudah nya pula wanita ini memaafkan nya begitu saja.
Sebegitu mulia nya kah hati nya ? Hingga membuat Irene bisa melupakan kesalahan nya begitu saja ?
" Berjanji lah untuk menerima ku menjadi Ayah yang hebat untuk anak anak kita nanti, Setelah kaki ku benar benar sembuh, Aku akan melamar mu, Aku akan menjadikan mu ratu yang paling bahagia di dunia ini, Aku bahkan ingin memberikan seluruh isi dunia agar aku bisa menebus kesalahan ku, Aku akan melakukan nya Honey..." Irene tersenyum dan mengangguk.
" Aku akan menemani mu jika memang kamu yang menginginkan nya, Menginginkan aku dan Maxim."
Cup...
" Aku mencintai mu Irene..."
" Dan cinta ku hanya untuk mu saja..." Balas Irene.
Kedua nya sibuk bermain bersama Baby Max sampai melupakan bahwa ada jomblo akut karatan yang menatap sengit pada mereka.
" Kapan aku bisa merasakan hal seperti itu ?? Apakah ini saat nya aku mencari jodoh ku sendiri ??" Nathan bergumam dalam hati nya kala melihat bagaimana Max dan irene yang terlihat bahagia bersama anak mereka.
Melihat itu membuat hati Nathan ssperti terbakar sesuatu.
__ADS_1
Dia cemburu dengan kemesraan mereka berdua.
Brugh...
" Maaf Tuan,Saya tidak sengaja. " Nathan mihat ke arah perawat baby Maxim yang bernama Cristine.
Di tatap Nathan perawat keponakan nya ini dari atas sampai bawah, sampai tiba tiba dia berkata yang membuat seluruh tubuh Cristine terpaku di tempat nya dan menegang kaku.
Melihat Cristine yang tidak merespon apapun tentang ucapan nya membuat Nathan menghembuskan nafas nya panjang dan menatap ke arah nya lagi.
Oke, Sekali lagi Nathan akan mengatakan nya, Dan ini tidak ada adegan ulangan nya lagi nanti.
" Ayo menikah !" Cristine semakin bingung di buat nya.
Tuan nya ini mengajak nya menikah ? Yang benar saja !
" Aku serius ! Aku ingin menikah dengan mu besok !"
" Hah ?? Besok ?? Apa tidak salah Tuan, Lagi pula kita tidak saling--"
" Itu tugas mu ! Buat aku jatuh cinta pada mu, Karena aku yakin, Cinta pasti akan tumbuh dengan berjalan nya waktu. "
" Tapi Tuan, Saya--"
" Besok kita akan Fitting baju pengantin nya, Kau tidka boleh menolak ku ! Karena ini perintah !!" Jonathan langsung meninggalkan Cristine yang masih berdiam diri dan menatap punggung lebar Nathan yang menghilang di balik pintu ruangan kerja nya.
Boleh kah Cristine melompat karena bahagia saat ini ? Dia memang tidak mencintai Nathan , tidak bukan tidak mencintai nya, Tapi belum mencintai nya, Dan siapa tau jika nanti mereka menikah Nathan bisa mencintai nya begitu juga diri nya yang mengagumi Nathan sebagai pria yang sangat hebat menurut penglihatan nya.
Lagi pula, Siapa yang tidak ingin menikah dengan seorang pengusaha kaya raya seperti bos besar nya ini.
" Benarkah ini Tuhan ?? Jika Tuan Nathan mengajak ku menikah ??" Gumam nya lagi saat dia kembali tersadar dari lamunan nya atas apa yang di ucapan kan nya tadi ? Jika mereka akan fitting baju pengantin besok dan akan menikah secepat nya pula.
" Semoga Tuhan merestui kami..." Ucap Cristine lagi dan kembali ke kamar nya bersama Baby Maxim nya.
Sementara Nathan yang berada di ruangan kerja nya pun langsung memikirkan lamaran mendadak nya tadi.
__ADS_1
Lamaran untuk meminta nya menjadi istri dari seorang Jonathan Rhys Broiler.
...🤍🤍 ...