
" Tuan..." Max mengalihkan pandangan nya dari laptop kini melihat ke arah Irene.
Wanita yang memanggil nya.
" Boleh kah saya keluar dari kamar ini ? Sudah hampir malam, Saya belum masak untuk makan malam anda. " Dia harus mengatakan nya walau mungkin saja Max tidak mengijinkan nya.
" Terserah !" Jawab nya acuh tanpa perduli pada Irene.
Sakit hati ? Tidak, Irene sudah menyiapkan diri nya karena dia sudah bertekad untuk bisa merubah Max.
Setidak nya jika tidak bisa mencintai nya, Berubah lah sedikit melunak pads nya dan bersikap baik.
" Baik, Apa yang ingin anda makan malam ini ??" Max segera menghentikan gerakan tangan nya di atas keyboard laptop dsn kembali melihat ke arah Irene.
Dia sedikit berpikir dan berhubung di luar sedang hujan, Seperti nya dia ingin makan yang hangat.
" Aku ingin makan mie ! " Irene tersenyum pada Max.
Dia mengangguk dan bersiap untuk membuat mie, Tapi mie apa ? Kuah kah ??
" Bawakan Wine untuk ku !" Irene tidak jadi keluar dari kamar nya.
Dia kembali menatap ke arah Max, Wine ?? dia tidak bodoh, Bukan tidak tau apa itu Wine, Tapi apakah tidak lebih bagus minum teh atau susu ?
" Apakah tidak lebih baik minum hangat ??"
" Jangan banyak bicara ! Lakukan saja. "
" Baik Tuan..." Irene pun memilih mengalah saja.
Dia akan merubah kebiasaan Max sedikit demi sedikit nanti nya, Di mulai dari hak kecil saja dulu.
Sesampai nya di dapur, Irene langsung membuat adonan mie untuk di masak nya bersama isian lain nya nanti.
Begitu sibuk nya Irene hingga dia tidak melihat bahwa ada seseorang yang terus melihat nya sejak tadi.
Entah lah, Entah apa yang mendorong Max untuk turun ke bawah dan melihat langsung apa yang di kerjakan wanita itu.
Terlihat sangat cekatan dan sudah terbiasa dengan yang nama nya dapur, Bahkan masakan nya masuk dalam kategori enak, Dan bisa di terima cukup baik di lidah Max.
Max terus melihat dan memperhatikan setiap gerak gerik Irene yang berada di dapur, Apa wanita itu tidak takut tangan nya terluka, Kasar atau yang lain nya ? Wajah nya begitu mulus begitu juga dengan kulit nya, Bagaimana jika terkena cipratan minyak panas ? Atau kuku nya rusak, Apalagi wanita itu juga mengupas kulit udang tanpa rasa jijik sedikit pun ?
Max yakin, Jika itu wanita lain di luar sana pasti mereka akan jijik atau bahkan tidak pernah ke dapur.
Para wanita wanita yang pernah di kencani nya.
__ADS_1
Termasuk para Jallang itu, Max yakin bahwa mereka tidak pernah memasak seperti apa yang di lakukan Irene saat ini.
Apalagi Max juga melihat seperti nya mie yang sedang di rebus Irene itu baru di buat, Lebih tepat nya buatan nya sendiri.
Terlihat dari bentuk dan warna nya, Itu pasti buatan sendiri.
Tak ingin terus larut dalam pesona wanita yang tengah sibuk di dapur itu, Max kembali fokus pada iPad nya saja lah, Dari pada ketahuan oleh Irene bahwa dia terus saja memperhatikan nya sejak tadi.
Dan tepat sekali, Setelah Max kembali fokus pada iPad nya, Irene melihat ke arah nya, Dia cukup kaget karena sejak kapan Max berada di meja makan ?
Kenapa juga dia tidak mengetahui nya ? Apa mungkin Max menyusul nya ?
Senyum Irene langsung terbit, Dia berinisiatif untuk membuatkan Teh jahe untuk Tuan nya, Karena cuaca cukup buruk di luar, Ya walau rumah ini terasa hangat, Tapi seperti nya Max memang membutuhkan teh.
Setelah memastikan Semua bumbu di masukan ke dalam panci dan menutup nya, Irene langsung membuatkan teh untuk Max.
Irene tersenyum saat meletakan secangkir teh jahe di sisi meja makan Max, Dan itu membuat Max mengalihkan pandangan nya pads Irene yang baru saja datang membawa teh untuk nya.
" Aku tidak meminta teh !"
" Tapi saya yang ingin membuat nya untuk Tuan, Lagi pula cuaca di luar cukup buruk, Jadi teh adalah solusi nya, Atau Tuan ingin susu Hangat ??" Sebelah alis Max terangkat melihat Irene yang tersenyum pada nya.
Dia salah langkah saat ini, Apa yang harus di lakukan nya sekarang ??
" Tapi Tuan -- Hmmmphhh..." Batang leher Irene sudah di tarik oleh Max dan langsung mencium bibir nya.
******* nya dan saling berperang lidah, Tanpa banyak membuang Waktu Max langsung memangku Irene dan semakin memperdalam ciuman mereka.
Irene juga membalas nya, Sesaat dia membuka kedua mata nya dan melihat mata bening milik Max.
Dan Max juga melihat mata hitam bulat milik nya, Karena melihat mata hitam bulat itu Lah Max melepaskan Irene, Karena dia tidak bisa jika harus terus melihat mata bulat itu.
" Aku lapar !" Usir nya dengan cukup kasar setelah berhasil melummat bibir Irene dan membuat kedua kancing kemeja yang di kenakan Irene juga terbuka dan berantakan .
Irene juga merapikan tampilan nya dan kembali melanjutkan pekerjaan nya di dapur, Dan seperti nya kuah nya sudah matang,.
Dengan segera mungkin Irene menyusun nya dan membawa nya pada Max.
" Mie nya Tuan, Semoga suka. " Masih dengan senyuman indah nya.
Max menatap tampilan mie yang sudah berada di depan nya saat ini.
__ADS_1
Seumur hidup nya, Baru ini Max melihat tampilan semangkuk mie yang lengkap seperti ini, Irene juga menambahkan salad untuk nya karena Max memang sangat menyukai salad sayur.
Ini paket lengkap, Perlahan tapi pasti Max mengambil sendok sup dan memegang sumpit nya.
Suapan pertama berhasil mendarat di mulut Max.
Ini enak, Ini adalah Mie terenak yang pernah di rasa kan nya, Tapi ingin mengatakan ini enak dia malu.
Dia tidak ingin Irene berbangga diri karena dia memuji nya.
Hanya saja ini cukup pedas untuk nya.
" Kau bisa mengurangi cabai nya ! apa kau ingin meracuni ku dengan cabai ??" Senyum Irene langsung luntur seketika.
Max mengatakan ingin meracuni nya ? Betapa sedih nya hati Irene, Dia sudah banyak mengurangi cabai nya, Karena seharusnya mie memang lebih pedas lagi, Tapi karena Max tidak bisa makan terlalu pedas, Maka Irene mengurangi cabai nya.
" Makan ! Kau akan tau !" Untuk kedua kali nya, Irene makan dengan sendok yang sama dari Max.
Dan memang benar, Ini cukup pedas karena kuah nya tadi di tambahkan nya lada bubuk.
" Lain kali akan saya perbaiki, Maaf Tuan..." Max tidak memperdulikan nya lagi, Dia kembali melanjutkan makan nya.
Karena ini mie terenak yang di makan nya selama ini, Dan mungkin Max akan menyukai mie buatan Irene mulai sekarang.
" Makan ! Aku tidak seburuk itu memperlakukan mu !!" Irene mengangguk dan ikut makan bersama Max.
Hey ! Kau manusia Nmax ! Motor mahal, Tapi mulut mu murahan !
Sudah lihat berapa banyak ibu ibu yang mengumpat mu di kolom komentar ? Tidak membaca nya ? Bahkan ada yang ingin mengulek mu di ulekan nya untuk teman rujak, Lalu ada juga yang ingin melempar mu dengan linggis, Jadi berhati hati lah kau Max !
Kedua nya makan dengan hening, Dan saat melihat Mie milik Irene masih banyak, Dia kembali menginginkan nya.
Tapi meminta nya pun dia gengsi.
Melihat Max yang sesekali melirik ke arah mangkuk nya membuat Irene tau, Bahwa pria ini menginginkan mie milik nya lagi, Itu terbukti dengan mangkuk Max yang sudah bersih tak bersisa lagi.
" Sini biar saya suapi..." Irene mengambil mie di sumpit nya dan mengarahkan nya ke bibir Max.
Melihat Irene yang mengangguk pada nya membuat Max pun memakan nya, Hingga benar benar milik Irene juga habis kandas oleh Max.
Hal itu tentu membuat Irene sangat bahagia, Karena Max menyukai masakan nya.
Dan semoga nanti juga menyukai nya.
...❤️🤍...
__ADS_1