IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Lebih Baik


__ADS_3

Setelah pulang dari tempat wanita yang bernama Wesley Aniston tadi, terasa lebih baik dari sebelumnya.


Entah apa yang membuatnya lebih baik tapi dia merasa hatinya sedikit lebih tenang dan sedikit lebih lega.


Irene dan Max langsung pulang kembali ke rumah besar mereka karena memang mereka sudah terlalu lama meninggalkan baby Max hari ini.


" Masuklah ke kamar lebih dulu Sayang, Aku ingin melihat baby Max sebentar. " Max pun meninggalkan istrinya dan dia kembali ke kamarnya.


Sementara Irene dia mengecek keadaan putranya, Apa saja yang dilakukan putranya hari ini bersama Laura pengasuhnya.


Dan ternyata putranya sudah bisa mulai berdiri.


" Tidurlah Laura, ini sudah malam. " Tutur Irene pada Laura karena dia melihat pengasuh anak nya itu masih saja bekerja di jam seperti ini.


" Baik nyonya, saya akan tidur sebentar lagi setelah membereskan pakaian baby Max. "


" Jangan terlalu dipaksakan, besok lagi tidak apa-apa aku tidak memaksamu untuk bekerja terus-menerus. "


" Saya paham nyonya. " Setelah memastikan putranya sudah tertidur, Irene pun kembali ke kamarnya dan melihat suaminya sudah berganti pakaian dan wajahnya juga sudah kembali segar.


" Apa itu sayang ?' Tanya Maxx pada istrinya karena dia melihat Irene membawa sesuatu di tangannya.


" Ini hanya vitamin, dan ini masker Ayo kita maskeran malam ini. " Irene pun mendekat ke arah suaminya dan memberikan vitamin untuk suaminya.


Vitamin c yang untuk menambah daya tahan tubuh suaminya.


Karena saat ini cuaca sedang tidak baik-baik saja, maka dia ingin memastikan bahwa suaminya terus dengan benar bersama dirinya.


Max pun merebahkan tubuh besarnya di atas tempat tidur mereka dan membiarkan istrinya itu melakukan apapun yang diinginkannya terhadap tubuh besar nya.


" Kenapa dingin sekali sayang ?" Tanya Max pada Irene saat merasakan topeng itu sampai di wajahnya.


Masker berbentuk topeng itu sudah menempel sempurna di wajahnya.


" Jangan banyak bicara Sayang nanti maskernya rusak. "


" Tapi kan aku hanya bertanya kenapa dingin sekali ?"


" Ini memang begitu, karena memang kandungan di dalam masker ini untuk menyegarkan kulit wajah kita sayang.


Apalagi wajah kamu yang tidak pernah terawat ini. " Irene mencoba menjelaskan pada suami nya tentang masker yang di pakai Max.

__ADS_1


" Aku bukan pria pria berkulit putih seperti di negaramu, yang memakai skin care Pagi siang sore malam, sudah seperti minum obat saya mereka. " Gerutu suami nya.


" Itu standar kecantikan negara Aku sayang, sekarang di sana Jika tidak good looking tidak akan bisa memiliki pekerjaan yang sepadan. contohnya saja, manajer perusahaan saja bisa tanpanya seperti aktor-aktor terkenal di sana. " Max hanya bisa mencebik saja mendengar penuturan dari istrinya.


Bagaimana bisa pria-pria berkulit putih seperti itu disandingkan dengan dirinya yang memiliki kulit tan khas pria barat, dan bagaimana bisa tumbuh kekar nya disandingkan dengan tubuh mereka yang terlihat gemulai seperti itu.


Ini menurut pandangan Max saja, tidak menurut pandangan semua orang, Karena dia yakin tidak semua orang seperti dirinya.


" Aku jadi heran, Apa mereka tidak pernah terkena sinar matahari ? Kenapa wajah mereka begitu bersinar ? Sudah seperti lampu taman saja. " Irene tertawa mendengar gerutuan suaminya.


Ada-ada saja suaminya ini, dia menyamakan para pria di negaranya dengan lampu taman yang berkilau. luar biasa sekali.


" Karena pekerjaan mereka kebanyakan di dalam ruangan sayang, mereka tidak banyak berinteraksi dengan dunia luar karena keseharian mereka hanya kerja kerja dan bekerja. "


" Aku juga kerja seharian, tapi aku juga tidak takut dengan sinar matahari, pria keturunan bule seperti ku sangat memuja matahari, apalagi saat musim panas, berjemur di tepi pantai itu adalah kebiasaan Kami para pria berkulit tan khas orang barat seperti aku. "


" Iya aku tahu, lagi pula Aku menyukai pria berkulit gelap sepertimu, bukan mereka-mereka yang berkulit putih seperti Kak Nathan. "


" Ya kamu benar, bahkan Nathan saja tidak bisa berdiri saat aku menindih tubuhnya. Dasar lemah " Max mengingat saat dia bergelut dengan Nathan waktu itu.


Di mana dia dibohongi dengan bulan madu palsu, yang katanya ke Turki ke cappadocia dan ternyata mereka hanya berlibur di pulau pribadinya sialan sekali kakak ipar itu.


" Ya, dia memang kakak ipar ku ! kakak ipar yang sangat menyebalkan. " Mengungkapkan kekesalannya pada istrinya.


Dia masih begitu kesal dengan kakak iparnya itu, bisa-bisanya dia dibohongi seperti waktu itu ! Jika bukan karena Nathan kakak iparnya, kakak kandung istrinya sudah habis Nathan Max cincang saat itu juga.


Tapi sayangnya Nathan adalah kakaknya Irene jadi mau tidak mau dia hanya bisa memendam rasa kesalnya saja.


" Aku minta maaf sama kamu, Jika Kakak membuatmu kesal. Tapi jangan dendam pada Kakak aku mohon." Melihat istrinya yang memohon begitu padanya membuat Max tidak bisa berkutik lagi.


Dia selalu lemah setiap kali melihat mata hitam itu menatap sendu, Jangankan menatap sendu, menatap biasa saja tidak kuat, Apalagi saat menatap senyum seperti itu bisa-bisa pertahanan Max akan runtuh saat itu juga.


Maka jadi lah Max yang memejamkan kedua mata nya karena tidak ingin salah tingkah dengan godaan istri nya.


" Sayang. " Panggil Irene lagi bersama pada suaminya.


" Daddy nya Maxim" Irene berusaha menggoda suaminya agar tidak kembali bad mood.


Hari ini adalah hari yang sangat bahagia, Karena suaminya mau bercerita tentang keluh kesahnya dan mungkin seminggu lagi mereka akan Kembali ke tempat Mrs Weasley untuk kembali berkunjung dan bercerita.


Irene berharap suaminya bisa hidup dengan tenang tanpa bayang-bayang masa lalunya lagi.

__ADS_1


Setelah itu Irene akan kembali menyusun rencana untuk bertemu dengan ibu mertuanya. Bercerita tentang apa yang dialami suaminya akibat ulah sang ibu.


Apa yang telah diperbuat ibunya Max begitu sangat membekas di Hati suaminya, Membuatnya begitu merasa terbebani dengan semua ini.


Beruntung Max adalah pria yang kuat, jika tidak, Irene tidak tahu apa yang akan terjadi pada suaminya itu.


Membunuh, bandar narkoba, keluar masuk penjara itu semua sangat menyakitkan bagi Irene.


Dia tidak ingin suaminya kembali mengingat masa lalunya, masa lalu yang menurut Irene tidak perlu diingat karena masa lalu itu akan menjadi beban bagi suaminya.


" Sayang " Panggil Irene sekali lagi pada suaminya, Saat panggilannya tidak juga dijawab oleh Max.


Sementara Max yang hampir tertidur pun akhirnya kembali membuka matanya saat mendengar panggilan dari sang istri.


" Aku sudah mengantuk sayang, Berapa lama lagi topeng ini berada di wajahku. " Irene tertawa di sana.


Apalagi saat suaminya mengatakan topeng di wajahnya, bukankah Irene sudah mengatakannya tadi, bahwa itu adalah masker bukan topeng seperti yang dikatakan suaminya.


Mendengar suara tawa ceria dari istrinya membuat Max benar-benar membuka matanya lebar-lebar, dia penasaran Apa yang membuat istrinya tertawa hingga seperti itu.


" Apa yang membuatmu tertawa seperti itu sayang ? Apa ada yang lucu ?" Tanya Max pada istrinya lagi.


Sementara Irene yang masih tertawa langsung memeluk tubuh suaminya.


" Yang lucu itu kamu sayang. "


" a Aku? " Tunjuk Max pada diri nya sendiri.


"Memang nya aku lucu kenapa ?" Lanjut Max lagi.


" Iya kamu, bukankah aku tadi sudah bilang bahwa ini masker ? tapi kenapa kamu menyebutnya topeng ?"


" Sama saja, ini adalah topeng ! topeng dingin menurutku." dan kembali tertawa saat suaminya mengatakan itu topeng dingin.


Melihat Irene yang tertawa begitu lepas membuat hati Max kembali menghangat, sesederhana Inikah kebahagiaan yang diimpikannya ?


Hanya melihat istri yang tertawa seperti itu saja, Membuat Max ikut bahagia bersamanya.


Suara tawa Irene yang begitu ceria menular padanya hingga membuat Max ikut mengukir senyum indah di wajahnya.


...🤍🤍🤍...

__ADS_1


__ADS_2