IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )

IRENE ( Wanita Pemuas Presdir )
Tamu


__ADS_3

Hari-hari Irene terasa sangat lebih baik dari sebelum-sebelumnya karena dia dan Max menjalani rumah tangga yang begitu harmonis ya untuk saat ini bisa dikatakan harmonis karena mereka menjalaninya dengan penuh kebahagiaan.


Di mana Max selalu bisa menghibur dan membuatnya tersipu malu membuat Irene merasa sangat dicintai oleh pasangannya.


Seperti hari ini Irene sedang bermain dengan anaknya dan tiba-tiba datang seorang wanita tua yang bisa dikatakan mirip dengan.


Apakah ini Ibu mertuanya Jika iya Irene akan menyambutnya.


" Siapa kau " Wanita tua itu langsung menghardik Irene karena berada di rumah ini.


Lalu tatapan mata tu nya menatap ke arah bayi yang berambut pirang dan sangat mirip dengan putranya saat bayi dulu.


" Max " ngomongnya pelan saat melihat bayi tersebut matanya hidungnya rambutnya hanya kulitnya saja yang berbeda.


Semuanya sangat mirip dengan putranya itu apakah memang ini anak putranya lalu Siapa wanita ini apa pengasuhnya pengasuh cucunya ?


" Aku tanya Siapa kau. " Pulangnya sekali lagi karena Irene tidak menjawab pertanyaannya.


" Aku -- " Irene terbata di sana.


Dia bingung harus menjawab apa-apa Dia harus mengatakan bahwa ada istrinya Max.


Bagaimana jika Ibu mertuanya ini tidak mengetahui pernikahan mereka lalu memakainya seperti ibu-ibu mertua yang ada di film.


Apa Irene bisa menghadapi ibu mertua seperti itu.


" Aku tanya sekali lagi siapa kau ? dan di mana putraku " Wanita tua itu kembali bertanya karena lagi-lagi Irene tidak menjawabnya Hanya seperti orang gagu yang tidak bisa menyelesaikan ucapannya.


" Dia istriku " Kedua wanita beda generasi itu langsung melihat ke arah sumber suara di mana seorang pria boleh baru saja pulang dari kantornya.


Itu terlihat dengan setelan jas yang masih dikenakannya dan juga tas kerja yang berada di tangannya.


" Max apa-apaan ini nak ?" Tanya ibunya saat melihat Max yang langsung datang menghampiri wanita itu wanita yang dikiranya adalah pengasuh.


" Ada keperluan apa Anda datang ke sini. " Max langsung menghardik ibunya dan menjadi benteng bagi istri nya.


Dia sangat tidak suka setiap kali wanita ini datang ke.


Karena Max sudah tah, jika bukan karena uang pasti akan memaksanya lagi untuk menikahi dengan wanita-wanita pilihannya wanita yang sama sekali tidak masuk dalam kriterianya.


" Max apa begini sambutan mu kepada ibumu Ibu merindukanmu. "


" Simpan Saja omong kosong itu kau tidak pernah merindukan ku. lagi pula bukan aku yang kau rindukan tapi uang-uangku bukan "

__ADS_1


" Sayang jangan seperti itu tidak baik. " Irene langsung menasehati suaminya.


Karena bagaimanapun wanita tua itu adalah ibunya dan Tidak sepantasnya mas berkata kasar seperti itu pada ibunya.


" Karena bersikap baik dengannya pun percuma sayang, Percuma saja kau tidak akan pernah dihargai olehnya. Karena pada dasarnya dia memang tidak pernah merindukan ku ! Dia hanya merindukan uang uangku saja ! bukan begitu ibu ?" Max kembali menatap tajam pada ibunya.


Sementara wanita yang abru di ketahui Irene sebagai ibu dari suaminya itu terlihat Salah tingkah saat ini dia bingung harus mengatakan apa.


" Istri Sejak kapan kamu menikah Max ? Kenapa Ibu tidak tahu"


" Karena aku tidak membutuhkan Anda ! Ada atau tidak nya Anda aku tetap menikahinya. karena aku mencintainya ".


" Lalu bagaimana dengan tunangan mu kemarin Max ? bukan kan bukankah kalian akan segera menikah lu kenapa wanita ini yang kamu nikahi dia tidak sebanding dengan kita. "


" Kitaa ?? " Max tertawa culas pada ibu nya.


" Kita apa yang anda sebutkan ? karena sejak ayahku meninggal tidak ada kata kita diantara Aku dan anda. Karena semua itu kebohongan belaka. "


" Tapi Ibu ini tetap Ibu mau Max. " Max memejamkan kedua mata nya karena lagi dan lagi emosi nya di permainkan disini.


Setiap kali bertemu dengan wanita ini pasti emosinya langsung diuji.


Emosinya langsung meluap begitu saja saat berhubungan dengan.


Seharusnya wanita yang bergelar Ibu baginya itu bisa mengerti dirinya tapi ini tidak.


Wanita itu jugalah yang menjadi sumber. sumber kehancurannya dan sumber terbentuknya dirinya yang seperti ini.


Jadi jangan katakan bahwa dia kejam dia tega atau tidak berperikemanusiaan.


Karena pada dasarnya wanita itulah yang memulainya lebih dulu karena wanita itu jugalah yang menghancurkan hatinya.


Dan saat dia membutuhkan sosok Ibu karena ayahnya sedang sakit di saat itu juga wanita itu menghancurkan hatinya menghancurkan seluruh hidupnya.


" Aku Tidak pernah mengatakan ingin menikahinya. Bukankah anda sudah merencanakan semua ini. Bukan aku tidak tahu apa yang Anda maksud ! apa yang Anda rencanakan untukku " Ibu Max tidak bisa menjawab tuduhan putranya karena memang itu benar.


Tapi mau mengakuinya pun juga dia tidak mungkin.


Walau bagaimanapun dia masih membutuhkan uang uang anak nya itu untuk menunjang kehidupan sosialnya.


Apalagi teman-teman sosialitanya mengetahui bahwa anaknya itu adalah orang terkaya di Kanada jadi sebisa mungkin dia harus menjaga hubungan baiknya dengan Max. Jika tidak kehidupannya akan berantakan nanti nya.


" Apakah ini cucu ibu anak ?" Karena kehabisan akal akhirnya Ibu Max pun beralih kepada bayi tampan yang sedang duduk di karpet bulu mahal milik putra nya.

__ADS_1


" Jangan pernah menyentuh putraku. "


" Sayang. " Irene pun mencegah suami nya untuk berbuat kasar pada ibu nya.


" Aku bilang jangan pernah menyentuh putra ku !!!" Max kembali meninggikan suara nya saat ibu nya hendak menyentuh putra nya.


Mendengar suara Daddy nya yang menggelegar membuat Baby Max menangis kencang.


" Bawa Baby Max ke kamar nya sayang. "


" Tapi sayang---"


" Aku bilang bawa !!!" Max kembali menekan Suara nya agar Irene membawa Baby mereka ke kamar nya.


Karena tidak ingin membuat suami nya semakin marah, lagi pula juga anak nya masih menangis maka Irene pun memilih untuk membawa putra mereka ke kamar nya.


Setelah kepergian Irene bersama putra nya pun membuat Max kembali menatap ke arah ibu nya dengan tatapan sengit.


" Max, Ibu--" Ibu Max tidak melanjutkan kata kata nya saat melihat Max mengangkat tangan nya.


Putra nya ini terlihat tidak senang dengan kehadiran nya karena memang itu lah yang terjadi setiap kali dia berkunjung kerumah ini.


" Katakan berapa yang kau butuh kan ??"


" Max, Ibu hanya ingin melihat cucu ibu saja, Ibu ingin menggendong nya, Ibu ingin--"


" Berhenti bicara omong kosong !!! Karena aku benci itu !!!" Suara Max kembali menggelegar.


Dia benci setiap kali ibu nya datang dan bertingkah seolah dia adalah ibu yang baik.


" Katakan berapa yang kau inginkan dan segera pergi dari sisi !!! "


" Max ! Begini kah cara mu memperlakukan ibu ??? "


" Ku bilang berhenti bicara omong kosong !! Apa yang kau inginkan ?? Berapa yang harus ku bayar dengan semua yang telah kau lakukan pada ku, Katakan saja, Berapa jumlah nya. aku akan membayar nya untuk itu, Bahkan aku juga ingin membayar mu karena telah melahirkan ku,. " Sungguh kejam bukan ??


Tapi begini lah dia, Dia tidak suka berbasa basi apalagi ini menyangkut ibu nya, Dan Max muak setiap kali bertemu dengan wanita tua ini.


" Ibu hanya ingin hidup bersama mu, Bersama cucu ibu, Bukan kah itu cucu ibu nak ??"


" Berhenti di tempat ku !! Jangan pernah berani mendekat ke arah ku !! Karena aku membenci mu !! Lagi pula aku tidak membutuhkan mu lagi ! Jika kau mengatakan aku kejam , Ya aku memang kejam ! dan sumber terbentuk nya kekejaman ku adalah kau !! Kau sumber kesakitan ku !! Kau dengar itu ?? Kau lah sumber Dari segala yang ku rasakan dulu !!"


...🤍🤍🤍 ...

__ADS_1


__ADS_2