Istriku Budak Nafsu

Istriku Budak Nafsu
Terlanjur Basah


__ADS_3

Sejak menikah, baru kali ini aku memutuskan untuk mandi bersama istriku. Sebelum-sebelumnya ia sering menumpahkan ide ini agar aku terimingi, namun aku selalu menolaknya dengan alasan ini dan itu. Ah, aku memang payah. Bukankah mandi bersama bagi para pasangan halal adalah momen yang paling dinanti-nantikan setiap orang?


Tetapi, aku ... aku malah selalu menganggap hal itu sangat memalukan. Bukannya tanpa alasan, dari awal kalian memang tahu, 'kan? Kalau aku adalah tipe pria yang pemalu. Namun, tak seharusnya aku merasa malu pada istriku. Dan, itu adalah salah satu yang paling sering muncul dari sekian banyak kesalahanku.


Ingat, jangan ditiru!


...💔...


Baiklah, saat ini kami berdua sudah sama-sama berpolos ria di dalam bath up. Air yang kaya busa sudah menggenangi tubuh kami berdua. Kami sama-sama menyandarkan punggung pada ujung bath up dengan posisi berhadapan. Vida masih asik memainkan busa sabun mandi yang beraroma lemon itu dengan meniup-niupkan gelembung kecilnya ke arahku. Tentu saja, diiringi dengan gelak tawa yang terlihat begitu menyejukkan kalbu.

__ADS_1


Oh, istriku! Bodoh sekali aku yang tak mengindahkan ajakanmu untuk hal yang satu ini. Menikmati kebersamaan dalam kebasahan yang menggairahkan. Menyaksikan pemandangan yang paling terindah sejagat raya bahkan melebihi keindahan apa pun yang ada di buana.


Semakin lama Vida semakin bersemangat meniupkan gelembung busa itu. Hingga akhirnya, ia mulai berpindah mode canda. Dipercikkannya air busa itu ke arahku. Membuat ujung rambutku yang sedikit ikal jadi basah seketika dan jatuh menempeli keningku. Pemandangan langka seperti ini, pasti akan membuat wanita mana pun merasa panas dingin jika melihatnya.


Kuraup wajahku seraya tersenyum penuh makna ke arahnya. Ketika ia masih asik menertawai kebasahan yang menimpa suaminya, kini saatnya aku membalas perlakuannya. Kupercikkan kembali air busa ke arahnya dengan jumlah yang lebih banyak dibanding yang ia lakukan. Dan hal itu ... sukses membuatnya basah kuyup hingga ke ujung kepala.


Namun, bukannya memasang wajah cemberut ia malah tergelak kegirangan, seperti seorang bocah yang cenderung selalu menyukai permainan yang berhubungan dengan air. Baik itu air hujan, air terjun, air laut, bahkan air parit kecil sekalipun.


Vida ...!

__ADS_1


Vida ...!


Lama kami bersenda gurau dalam mode yang sama, hingga akhirnya ia mengaku kalah dan mengangkat kedua tangannya--menyerah.


Akibat kelakuan kekanak-kanakan kami berdua tadi, air di dalam bath up pun hanya tersisa sedikit. Membuat tubuh polos masing-masing bisa terekspos dengan jelas. Vida yang baru menyadari hal itu lantas menyilangkan kedua lengannya di depan dada seraya membalikkan badan.


Aku yang mengerti dengan kode itu, lantas keluar dari bath up, lalu menuju shower yang tersedia di pojokan. Sembari mengguyur seluruh bagian tubuhku, kulirik ke arah istriku yang masih membatu membelakangiku. Seketika kedua sudut bibirku menyabit--membentuk seringai tipis--seolah sedang menemukan sebuah ide usil.


Tanpa ia sadari, aku berjalan mendekatinya, kemudian menggendong tubuh seksinya dalam sekali hentakan. Ia tampak terperanjat. Mungkin tidak menyangka bahwa aku akan melakukan hal demikian. Kedua matanya tampak membola sempurna dan kedua tangannya refleks melingkari leherku dengan ketat.

__ADS_1


Dengan masih memadukan kedua netra, kulangkahkan kakiku perlahan mendekati shower yang masih menyala dan membiarkan air terjun buatan itu menyirami tubuh kami berdua. Vida sontak mendongakkan pandangannya dan sesekali meraup wajahnya dari guyuran air. Senyumannya seketika kembali, setelah busa-busa yang menempel di setiap lekukan tubuhnya sudah tiada terbawa aliran air.


Ia kembali melingkarkan kedua tangannya di leherku, lalu mendekatkan wajahnya padaku, seolah memberikan sebuah stimulasi. Kira-kira, suami mana yang tidak akan maju jika sudah berada dalam posisi seperti ini?


__ADS_2