Istriku Budak Nafsu

Istriku Budak Nafsu
Jatuh Cinta Berkali-kali


__ADS_3

Untuk saat ini, aku tak ingin berburuk sangka lagi. Mengubur semua kecurigaan di dalam hati yang selama ini membelenggu diri. Aku juga sudah meminta Vida untuk tidak berurusan dengan pria gila itu lagi. Jika memang dia merasa kehadiran pria itu malah akan membuat huru-hara di dalam rumah tangga kami.


"Aku tahu, kamu pasti akan pulang hari ini. Maka dari itu, aku sudah siapkan makanan kesukaan kamu." Vida langsung menarik lenganku menuju meja makan yang di atasnya benar-benar sudah terhidang berbagai macam menu favoritku.


Sebagai seorang istri yang pandai sekali memanjakan lidah suaminya, keahlian ini juga menjadi faktor pendukung yang membuat rasa cinta dan sayangku semakin bertambah padanya.


Dia langsung menarik salah satu kursi dan memintaku untuk duduk di sana. Tak ingin membuat ia kecewa, aku pun lantas mengindahkan keinginannya. Sepersekian detik setelah aku mendaratkan tubuh, tiba-tiba saja bibir basahnya sontak mendarat di pipiku dengan sangat lembut dan sengaja dibuat agak sedikit lama. Membuat dadaku menghangat akibat desiran darah yang baru saja mengalir deras di dalam sana.


Ada apa ini? Apakah tiga hari berpisah darinya membuatku merasakan kecanggungan yang tidak semestinya?


Aku merasa ada debaran aneh yang selama tiga hari ini tidak aku rasakan. Seumpama seorang pemuja sedang bertemu dengan idolanya, aku merasakan sesuatu yang dahsyat di dalam sana. Seperti letupan kembang api yang menyemburkan cahaya warna-warni di malam hari. Ya, sepertinya aku kembali jatuh hati. Jatuh hati berkali-kali kepada istriku sendiri.

__ADS_1


Tolong jangan tertawa! Karena kalian juga pasti akan merasakannya suatu saat nanti. Ingatlah kata-kataku ini ...!


Vida mulai mengisi piringku dengan nasi dan berbagai jenis lauk serta sayuran. Memintaku untuk langsung mencicipinya dan menuangkan air putih ke dalam gelas yang berdiri di samping piringku.


Oh, Tuhaaan. Inikah rasanya jatuh cinta dalam balutan ikatan halal?


Bahkan makanan yang terkesan sederhana pun bisa disulap menjadi menu istimewa, apalagi disantap bersama sang pujaan jiwa. Kegetiran hati yang aku rasakan beberapa hari lalu pun seolah lenyap begitu saja hanya dengan menatap senyuman manisnya. Menyantap masakan yang dibuat dari hasil karya tangan mulusnya, dan bermandikan perhatian yang berlimpah dari dirinya.


"E-enak ...," ucapku dengan nada kaku karena sudah tertangkap basah memandangi istri sendiri. Haruskah aku merasa tidak enak hati? Seharusnya tidak, namun itulah yang aku rasakan saat ini.


...💔...

__ADS_1


Setelah selesai menyantap makan malam spesial bersama sang istri, aku langsung merebahkan tubuh di kamar kami seraya mengotak-atik ponselku sendiri.


CEKLEK


Daun pintu kamar tersibak secara perlahan. Karena pikiranku sedang menemukan ide usil, sontak kupejamkan kedua mata dan berlakon seolah sedang tertidur pulas. Bisa kudengar sekarang Vida sudah merangkak ke atas kasur dan berbaring tepat di sebelahku.


Walaupun kedua mata ini terpejam hampir sempurna, namun telepatiku mengatakan bahwa saat ini, Vida sedang dalam posisi miring menghadapku dengan senyuman yang terkesan ditahan. Tunggu dulu, apa ia tahu kalau aku hanya berniat mengerjainya?


Karena rasa penasaran yang begitu kuat, akhirnya kucoba membuka perlahan sebelah mataku. Dan ternyata benar, lagi-lagi aku tertangkap basah. Vida langsung tergelak dengan hebatnya, melihat ekspresiku yang saat ini kemungkinan tampak begitu konyol dalam pandangannya.


Sesekali pukulan kecil nan manja dia hadiahkan di bahuku karena merasa sangat terhibur dengan hal itu. Sungguh, suara tawanya itu membuatku merasa sukses menghilangkan beban yang dalam beberapa hari ini dipikulnya.

__ADS_1


__ADS_2