Istriku Budak Nafsu

Istriku Budak Nafsu
Decitan Cinta


__ADS_3

Vida terus tergelak hingga akhirnya ia menyadari bahwa aku hanya menatapnya dalam sedari tadi. Sontak tawa itu terhenti dan diakhiri oleh gerakan kakunya hingga tertunduk malu. Aku yang melihat sikap manja berbalut rasa rindu itu lantas mendekatkan wajahku ke arahnya. Ia tampak membelalakkan kedua mata ketika hidung kami sudah bersentuhan satu sama lain. Napas hangat nan memburu darinya bisa terasa dengan jelas menerpa kulit wajahku.


Kedua mata kami terus beradu seolah sedang berkomunikasi lewat pandangan saja. Pandangan yang sama-sama mendambakan nikmatnya sentuhan dari pasangan. Sayup-sayup kudengar detak jantung Vida yang berirama tak beraturan, berduet dengan suara detak jantungku yang juga mengalami hal yang sepadan. Baik aku maupun Vida, kami sudah diambang ketidakberdayaan. Bagai diselimuti oleh atmosfer yang menghangatkan, kedua bibir kami yang entah kapan sudah saling bersambut dan membentuk perpagutan.


Lenguhan penuh birahi sudah terlontar dari mulut masing-masing. Seolah tak ingin membiarkan ciuman ini berakhir begitu saja, kuubah posisi tubuhku hingga mengukung tubuh ideal Vida. Dengan posisi yang sudah berada di atas, maka ini memudahkanku untuk mengeksplor keseluruhan detil tubuh moleknya yang dalam beberapa hari ini tidak kujarah.

__ADS_1


Bagaikan seorang musafir yang sudah lama melewati padang pasir dengan menuai rasa haus dan lapar, akhirnya kulahap habis-habisan persembahan penuh kenikmatan yang berada di hadapan. Tentu saja, setelah melepas semua kain yang menutupi tubuh satu sama lain.


Seakan tak ingin membuatnya berhenti mendendangkan decitan cinta, lidahku dengan lihai menjamah semua titik kelemahan yang bisa membuatnya semakin bergairah. Dengan begitu, aku pun juga merasakan kenikmatan yang sepadan ketika ia juga memberikan sentuhan balik pada junior perkasa yang sudah berdiri tegap di bawah sana.


Tanpa menunggu waktu lama, ia sontak mencicipi benda tumpul, panjang dan berurat itu dengan ujung lidahnya. Menjilatinya dengan lembut dan penuh penghayatan. Hingga akhirnya dengan perlahan ia menjejalkan benda itu ke dalam rongga mulut dengan gerakan super erotis yang membuatku semakin tenggelam dalam biduk surga dunia. Sungguh kuakui bahwa Vida sangat lihai dalam bab ini. Bahkan aku sendiri merasa kalau keahlianku masih jauh di bawah rata-rata. Namun, sejauh ini aku masih berusaha untuk mengimbanginya, agar tidak kalah skor setiap meladeni tingkah menggodanya.

__ADS_1


Karena tak ingin kalah dalam permainan kali ini, aku langsung menghentikan servis luar biasa yang Vida berikan. Memintanya untuk bertukar posisi sehingga aku kembali menjadi pemeran utama. Mengarahkan pusakaku ke lembah surga miliknya, lalu mendorongnya masuk hingga terbenam dalam. Vida tak lagi merasakan sakit yang begitu menyiksa karena kali ini aku benar-benar sudah membuatnya siap menerima serangan.


Pergerakanku semakin lama semakin cepat dan membuat kami berdua sama-sama berdesis karena pergesekan tubuh satu sama lain. Aku yang sesekali menciumi kening dan bibirnya, menjadi begitu semangat ketika melihat mimik nikmat yang terlukis kentara di wajahnya.


Setelah kurang lebih tiga puluh menit bergerak indah bak seorang pemacu kuda dengan gaya yang berbeda-beda, akhirnya kami sama-sama mengerang indah merasakan kenikmatan puncak yang begitu luar biasa. Hormon bahagia itu kembali lagi mengaliri jiwa dan raga. Melupakan semua kepelikan yang coba menjamah keutuhan rumah tangga. Namun, yang namanya cinta, tak akan mudah terprovokasi oleh berbagai macam tipu daya.

__ADS_1


__ADS_2