
.
.
.
.
.
after 2 weeks, Clarissa memasang wajah datar. Sepertinya tetap saja dia tak begitu mempercayakan semua lelaki. Baginya laki-laki itu adalah racun. Tetap saja tak begitu bisa menyentuh relung hatinya. Bagaimana tidak. Jojo berkata bahwa seminggu kemudian dia akan melamar Clarissa.
"Laki-laki emang semuanya mulut sampah. Itu yang kadang gue gedeg banget dah...." keselnya Clarissa meluap saat dia sedang meremas adonan kue yang akan dibuat kue atas perintah nyai kanjeng ratu sejagad raya Nyak. Saking kesalnya adonanitu jadi tak berbentuk bahkan selain diremas sampai dipukul bak memukul samsak tinju. Hingga adonan itupun terlihat sangat mengenaskan.
"Astaga dragon Romlaaaaaah. Adonan kue Nyaaaaak...." jerit histeris ibunya sambil menggeleng-gelengkan kepala anaknya kasar. Karena kesal mungkin sampai tak sadar bahwa itu kepala manusia tentunya๐๐๐
"Nyaaaak. Kira-kira dong nyak pala manusia ini kalo-kalo pikun.." ketus Clarissa.
"Lu kesel boleh jangan sama kue gue Romlaaah. Ya Allah gusti. Makanan tuh. Bisa longsor perut orang kalo gitu caranya lu bikin tuh adonan, etdah bocah.." ketus Bu roh.
"Dikira keajaiban alam apa nih makanan pake longsor segala. Si nyak ada-ada aja dah..." ujarnya sambil pergi kewastafel cucian piring dan mencuci tangannya lalu pergi begitu saja.
* * * * * *
Ditempat lain...
"Hatcuuuu...hatccuuuuh...."
seorang pria bergulung selimut tebal diapartemennya. Ya sudah 2 minggu juga dia tidak bekerja karena sakit yang diderita. Padahal sih hanya demam panas dan juga batuk pilek. Tapi laki-laki bertubuh kekar itu kenapa anti sama dokter. Itu juga pertanyaan mommy juga daddynya yang menunggui sang anak.
"Baby honey sweety. Kita kedokter ya sayang. Pleease for me..." mohon sang ibu sambil mengusap kepala anaknya.
"No mommy. Jangan paksa Jojo mom. Jojo cuma mau disini. Ngga ada dokter-dokter aaaahhh..." balas Jojo.
"Astaga Joshua. Kau takkan disuntik tenang saja. Hanya ada pemeriksaan dan obat itu saja nak.." bujuk si ayah. Yang tetap saja ditolak anaknya itu.
"Sekali tidak tetap tidak daddy. 100% No. Big big no!!!" tegasnya sambil mengelap pileknya dengan sebuah tissue.
"Mommy. Ayo ikut aku keluar" bisik daddy Gerald pada istrinya. Seolah tau apa maksud suaminya, dia pun mengangguk dan membiarkan Jojo tertidur tanpa memperdulikan orangtuanya itu.
diluar kamar Jojo.
"Ada apa sih daddy.." tanya istrinya itu.
"Kita pergi ke suatu tempat. Kau ingat asissten Jojo pernah memberiku alamat wanita incaran Jojo. Yaa barangkali saja jika wanita itu membujuknya dia mungkin saja mau dirawat dirumah sakit. Kita percayakan saja pada keajaiban.." Ujarnya sambil berjalan keluar apartemen Jojo.
__ADS_1
Kembali kerumah Clarissa.
Clarissa yang tengah menina bobokan Juna anaknya itu terlihat senang akan anaknya yang semakin pintar. Dan ajaibnya tak pernah rewel walaupun ibunya sedang bekerja atau ada perihal darurat apapun yang mengharuskan dia jauh dari anaknya.
tiin....tiiin...
sebuah mobil mewah terparkir didepan rumahnya. Sambil mengerut kening karrna kebingungan. Dia seperti tak asing oleh sepasang suami istri paruh baya yang mendekat kearahnya.
"Assalamu'alaikum. Apa benar ini rumah Clarissa..." tanya Gerald dengan sopan.
"Iya pak. Saya sendiri..." jawab Clarissa.
Melihat dia menimang bayi 1 tahun lebih itu. Tamara terlihat berbinar bahagia. Senyumnya merekah melihat calon menantu dan calon cucunya itu.
"Oooh sayangku. Bolehkah aku menimangnya. Please..." mohon Tamara pada Clarissa.
Clarissa yang bengong saja langsung memberikan anaknya untuk dibuai Tamara. Gerald pun mengajak Clarissa duduk dan berbicara sementara Tamara asyik menimang dan membuai bayi itu dalam dekapannya.
"Kau pasti bingung dengan kehadiran kami. Aku Gerald dan dia Tamara. Kami orangtua Jojo. Kau tau?" ujarnya sembari membuka pembicaraan pada Clarissa yang masih kebingungan itu.
"Iya saya kenal. Ada apa ya pak?" tanya Clarissa.
"Aaah..anak itu sudah 2 minggu sakit sayang. Kami kemari ingin meminta bantuanmu untuk membujuknya agar mau kerumah sakit..." curhat Tamara pada Clarissa sambil mengerucutkan bibirnya. Gerald yamg menggeleng kepalanya melihat tingkah Tamara apa bila menimang seorang bayi sangatlah lucu.
Tak lama kemudian. Bu Roh yang baru saja selesai membuat kue keluar dari rumah dan terkejut melihat Gerald dan Tamara.
"Rohanah! Astaga tuhan. My little sister oh my god how are you sweety. We are missing you..." jeritnya senang sekali sambil memeluk Bu Roh. Tamara yang melihat menitikkan air mata dan berlari memeluk Bu Roh. Terjadilah saling melepas rindu dan uraian air mata oleh mereka. Tamara yang begitu cengeng tak henti-hentinya menangis dan tak ingin melepaskan pelukannya pada Bu Roh.
"Huuuu.....kau jahat Rohanah. Apa kau tak tau betapa kami kehilanganmu? Kenapa kau tak pernah menghubungi kami. Apa kami bukan hiks....keluargamu hiks...hiks..." keluh Tamara sesenggukan. Wanita paruh baya itu masih terlihat cengeng walaupun sudah berusia senja itu.
"Ehm...nih kenape pada mewek sih abang, mpok. Kagak usah drama dah ya. Saya bareng anak perempuan saya mah sehat aja kok. Buset dah udah pada tua juga malu ah ingus meler semua tuh...." canda Bu Roh pada mereka berdua. Tanpa terkecuali, dan Clarissa juga ikut terharu walaupun otaknya belum sampai signalnya.
"Ayo...ayo...pada duduk dulu ya. Bikinin teh poci dulu deh. Udah kangen teh bikinan gue kan. Aa cie..cieee....si abang ama mpok diiih makin tua makin hot aje dah bodinya. Kayak abegeh tau gak. Tinggal ke dapur sebentar yaa.." Bu Roh meninggalkan mereka yang masih dalam suasana haru duduk di depan. Clarissa pun bertanya pada Gerald bagaimana keadaan Jojo sekarang.
"Om, jadi kedatangan om ini untuk apa ya kalo boleh saya tau? Dan ngomong-ngomong bagaimana keadaan Jojo sekarang.." tanya Clarissa.
"Oh ya. Aku sampai lupa maksud kedatangan kami. Tolong bujuk anak itu agar mau dirawat dirumah sakit. Dia susah untuk makan bahkan minum pun kalo tak dipaksa juga susah. Kau mau menolong kami bukan?" tanya Gerald dengan wajah memohon.
"Eee..bagaimana yah. Kudu ijin nyak dulu deh om.." jawab Clarissa pada Gerald.
Beberapa saat kemudian..
"Nah. Minum dulu sebelum pergi ye. Ngomong-ngomong kabar babeh bule gimana bang. Sehat?" tanya Bu Roh membuka percakapan pada Gerald dan Tamara. Gerald tersenyum dan mengusap puncak kepala Bu Roh layaknya kakak pada adiknya.
"Bapakku sudah bahagia disurga sana. Sudah bertemu dengan orang-orang sholeh dan orang-orang beriman. Tepat sebulan setelah perginya kamu dan suamimu. Bapak selalu manggil-manggil kamu. Walaupun kau hanya anak dari penjaga kebunnya tapi dia selalu menganggapmu anaknya. Kau tau? Terkadang aku sangat iri saat kau lebih disayangi bapak ibuku ketimbang aku. Tapi aku pun sama seperti bapak. Aku juga Tamara sangat kehilangan adik tercinta kami.." tuturnya sambil menerawang. Mengingat saat terakhir sang bapak sebelum mendekati ajalnya. Dia terus memanggil Rohanah dan Gerald. Mendengar penuturan Gerald, tanpa terasa air mata Bu Roh mengalir dan tanpa malu dia memeluk kakak yang telah lama dia tinggalkan itu.
__ADS_1
"Maafin Rohanah ya bang. Rohanah banyak salah sama abang, sama babeh bule, sama mpok Tama. Saya salah ...huuu... maafin Rohanah bang. Maafin saya bang..." tangisnya Bu Rohanah memecah dengan penuturan Gerald dan Tamara yang menyaksikannya pun tak kuasa menahan tangisannya.
"kenape jadi mellow gini sih ah mending gue pergi aje dah susulin Jojo . Kagak kuat gue dengan drama indosyair ini..." gumam hatinya Clarissa.
"Nyak, om, tante. Saya pamit dulu ya. Assalamu'alakum..." pamit Clarissa.
"Wa'alaikumsalam..." jawab mereka serentak.
"Abang sama mpok disinj dulu deh ya. Aye buat kue nih. Kita coba dulu. Mau yaaa..." Bu Roh menyudahi temu haru mereka dengan tawaran makan dirumahnya.
"Tapi bagaimana Jojo daddy..." tanya Tamara pada Gerald.
"Udah mpok tenang aja deh. Anak gue itu lebih handal dari dokter manapun. Nih kita kasih waktu 3 jam deh. Baru kita semua susul kesono yah. Tapi sebelum itu wajib makan..." ucap Bu Roh mantap.
35menit kemudian...
Clarissa tiba di apartemen Jojo.
Clarissa dengan kasar menekan bel apartemen Jojo.
"Aaaaahhhh. Mana sih nih orang..." Kesal Clarissa.
"Yaaa sebentar. Sabar dong..." sahut orang ada didalam rumah itu.
cklek....
jeng..jeng...jeng....
"Clarissaaa...."
dan...
Brugggh.....
Jojo pingsan didepan pintu saat melihat Clarissa didepan matanya.
"Astaga dragon ball. Nih orang pake acara pingsan lagi...."
dan Clarissa pun menggotong badan Jojo yang tak memakai baju itu. Badannya begitu panas dan mukanya memerah.
"Nih orang emang deh. Nyusahin orangtuanya banget dah aaah..." gerutunya. Sambil mengambil kompres air hangat. Sebuah ember kecil, minyak sayur dan potongan bawang merah. Yap!! Clarissa si janda unlimited plus ekstra multitalent akan memijat Jojo.
like
comment
__ADS_1
vote???
nyante aje bang. masih wabah corona. ngumpet dibawah selimut aje bang๐๐๐