Janda

Janda
eps 51


__ADS_3

setelah berbagai macam drama yang maira lewati, kini ia sudah kembali pulang ke apartemen milik suaminya dan entah mengapa rasa kangen kini menyeruak memasuki relung hatinya, " rasa ini tak salah kan, dia adalah suamiku dan aku berhak atas itu, " ucap maira yang kini tengah duduk di sofa ruang tengah, sambil menunggu kepulangan sang suami.


walaupum antoni melarangnya untuk bersikap manis dan menyuruhnya untuk biasa saja, namun maira tetap kekeh untuk menjadi istri yang baik, malam ini maira sudah menyiapkan beberap menu untuk makam malam mereka berdua dan setelah selesai menyiapkannya maira berpindah ke ruang tengah untuk menunggu antoni.


berjalan mondar mandir sendirian di apartement yang sedikit luas sambil menautkan jarinya maira terlihat sedikit tak tenang," ada apa denganku, " dan entah mengapa jantungnya kini bersetak lebih cepat dari ritme biasanya, rasa takut kini mendekati dirinya namun yang maira bingungkan apa yang membuatnya hingga menjadi seperti ini,


"tidak, aku harus positif thingking, " ucapnya menenangkan dirinya sendiri, kaki maira selalu berjalan mondar mandir entah mengapa ia semakin gelisah, " apa yang akan terjadi, " ucapnya lagi.


kini pintu apartemen itu terbuka dan memprlihatkan seorang antoni yang baru saja tiba di apartemennya," mas, " ucap maira sambil berjalan mendekati suaminya yang terlihat sangat ketih malam ini,


maira segera meraih tas dan membantu antoni membukakam jas yang masih melekat di tubuhnya,

__ADS_1


namun kemana martabak manis yang ia pesan mengapa ia tak membawa serta masuk ke dalam apartemennya,


flashback on


setelah mobil yang di supiri sekertari jordi berhenti di depan apartement pandangan mata amtoni belum terlepas dari sekotak martabak manis yang ada di sampingnya, " jika aku membawa mu masuk ke dalam aku tidak mau jika nantinya maira berharap lebih padaku, " gumam anton,


setelah berfikir demikian antoni tak langsung turun padahal pintu mobil sudah sekertari jordi buka, " ah biar saja aku takkan membawanya, " batinnya lagi antoni hanya meraih tasnya dan benar saja ia memilih abai akan martabak yang masih berada di dalam mobilnya,


"bawa saja aku tak beminat," ucap amtoni dan segera masuk ke dalam apartemen.


"tidak berminat namun menyuruhku untuk membelinya dasar aneh, " ucap sekertaris jordi yang langsung meninggalkan apartemen milik tuannya,

__ADS_1


flashback off,


maira kini memegang bahu antoni menuntunnya ke ruang makan, "kita makan dulu, " ucap maira yang kini sudah menarikkan suamianya itu kursi dan mendudukkannya disana, dan entah mengapa antoni hanya diam saja menerima perlakuan istrinya itu,


hatinya berdesir ritme jantungnya kembali meninggi dada antoni semakin berdebar tak karuan, " ini salah, " batin antoni dan ia langsung berdiri, " aku tidak lapar, " ucap antoni dan langsung meninggalkan maira sendiri dengan dada yang sama sama berdebarnya,


"degh, " maira terdiam mendengarkan ucapan antoni, " apa ini maksud hatiku yang tadi sempat nerasa ketakutan, " ucap maira dan kini menyenruh dadanya yang masih berdebar,


"tapi kenapa rasa takut itu masih ada dan rasanya hatiku semakin takut bahkan mengalahkan rasa yang sebelumnya, " cicitnya pelan dengan belir kristal yang mulai menetes,


masalah yang satu belum selesai kini masqlah baru sudah mulai timbul, " sebenarnya rasa apa yang ku rasakan ini, kenapa aku takut sekali dengan rasa ini, " ucap maira dengan tangan yang mengusap air matanya,

__ADS_1


"sayang " suara perempuan yang memaski apartement antoni.


__ADS_2