Janda

Janda
eps 40


__ADS_3

malam ini maira teramat gelisah saat berbaring di ranjangnya, ia menatap sekilas langit langit kamar tidurnya di rumah orang tuanya,"apa mas antoni sudah pulang atau belum ya, " ucap maira ia sunghuh tak bisa memejamkan matanya,


padahal ia sudah mencoba beberapa kali namun gagal mata dan hatinya seakan tak bisa di ajak kerjasama untuk malam ini, matanya yang tak mau di pejamkan dan hatinya seakan mengembara pergi jauh, ah sial sekali.


"pasti mas antoni sudah pulang dan saat ini ia sudah tertidur, " ucapnya lagi, ya mana ada sih seorang istri yang tidak khawatir dengan keadaan suaminya, setidak cinta apapun dia.


…………


sedangkan di apertemen, sisca seakan tak mau lepas dari antoni walau hanya jarak seinci pun siaca tetap bergelanyut manja di lengan antoni, dengan ke adaan yang lemah lagi lagi sisca harus memasuki kamar mandi karena dari tadi ia tak berhenti muntah muntah,


"sayang, sebaiknya kita ke dokter aja yuk, kamu sudah terlihat tak bertenaga, " ucap antoni membujuk kekasih hatinya itu, sedangkan sisca ia hanya menggeleng ia tak suka dengan bau rumah sakit yang menurutnya sangat mengerikan itu, " tidak sayang aku tidak mau, " ucap sisca dengan suara yang sangat lemah.

__ADS_1


sedangkan antoni ia hanya bisa menghela nafasnya sedari tadi dia membujuk sisca namun hanya penolakan yang ia dapatkan.


"aku harus sembuh sayang, waktuku tinggal dua hari lagi, " ucap sisca yang kini tidur berbantalkan lengan antoni,


"maka dari itu ayo kita ke rumah sakit, " lagi lagi antobi harus membujuk sisca namun seberapa kuat antoni membujuknya sisca tetap menolak dengan alasan yang sama.


"sebenarnya aku kenpa ini," batin sisca sambil mengingat ingat sesuatu hingga persekian detik kedua matanya mebulat sempura, " tidak ini tidak mungkin terjadi, " batin sisca, " aku tidak mungkin sampai kebablasan seperti ini, " batin sisca semakin menggerm,


"tidak sayang, aku tidak apa apa, " ucap sisca namun walaupun begitu kini keringat dinginnya semakin bercucuran membasahi keningnya,


"sebenarnya aku kenapa, kenapa dari tadi aku seakan tak tenang berada di sini, " kini giliran antoni yang membatin tatapannya menatap lurus ke depan.

__ADS_1


"tidak mungkin kan aku menghawatirkan maira, "batinnya lagi namun setelah antoni menyebut nama maira tiba tiba saja dadanya bergetar,


di saat antoni merasakan getaran lain halnya dengan sisca kini hatinya di rasuki dengan rasa takut, takut dengan perasaab yang saat ini datang menghantuinya, "ya aku pasti salah presepsi aku tidak mungkin begitu, " bati sisca meyakinkan dirinya sendiri,


ueekk,,


kembali sisca harus masuk ke dalam kamar mandi, cairan bening yang keluar dan rasanya dangat pahit sekali sungguh menyiksa sisca saat ini," aku akan tetap membawamu ke rumah sakit, " ucap antoni yang hendak mengangkat tubuh sisca.


"tidaak," sisca berteriak dan dengan sedikit memundurkan tubuhnya ,"sayang besok pagi aku pasti akan pulih, namun saat ini aku harus istirahat dulu ," ucap sisca meyakinkan antoni agar dia mengurungkan niat untuk membawa sisca ke rumah sakit,


antoni mengangguk dn membantu sisca untuk naik ke atas ranjang, " jangan tinggalkan aku ya, " ucap sisca sambil menatap wajah antoni, dan antoni mengngguk saja ia prihatin melihat wajah pucat kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2