Janda

Janda
eps 73


__ADS_3

Dan benar saja saat ini Antoni tengah duduk di sofa ruang tamu dirinya terasa sangat gugup apalagi tatapan ke dua orang tua maira tak pernah lepas menatapnya dengan intens,


"khem, " tuan Roy sengaja berdehem


Antoni mengangkat pandangannya membalas tatapan sang mantan mertuanya itu, " ada maksud apa nak Antoni datang kemari, " Tanya tuan Roy dengan nada Yang halus namun terkesan dingin,


tersenyum kecut Antoni tak tahu harus mengucapkan kata apa saat ini, ia juga bingung ," eee, saya mau meminta maaf atas semua perbuatan Yang sudah saya lakukan sebelumnya, " ucap Antoni dengan takut takut,


.nyonya alin hanya diam saja bukannya malas namun rasa kecewanya pada Antoni masih terdominan di dalam hatinya,


tuan Roy bukannya menjawab ucapan Antoni ia malah mengusap wajahnya kasar, ucapan Antoni waktu lalu masih begitu lekat di ingatannya apalagi mengingat bagaimana tersiksanya maira kala itu,

__ADS_1


Antoni terlihat gerogi bahkan ia dengan takut mengusap keringatnya Yang mengucur membasahi keningnya, "maafkan saya, " Antoni mengulangi ucapannya dengan tangan Yang terkatup,


sedangkan maira ia masih asik memoles wajahnya di depan cermin besar meja riasnya, modnya pagi ini terlihat sangat bagus Dan ceria, "hmm perfeck, " ucap maira,


ia juga belum tahu jika ada mantan suaminya di bawah sana, maira membuka pintu kamarnya sambil bersenandung ria menapaki anak tangga satu persatu sambil merapikan rambutnya, "bik, " seperti biasa maira akan menyapa pembantu di rumahnya dengan ramah smbil berjalan memasuki ruang makan untuk sarapan,


"loh mama sama papa mana, " ucap maira sambil meminum air putih Yang sudah di siapkan bik nah untuknya,


"anu, nyonya sama tuan ada di ruang tengah karena mantan suami non ada di sini bertamu pagi sekali, " ucapan bik nah berhasil membuat maira terbatuk,


"ma, maira berangkat ya, " ucap maira di hadapan ke dua orang tuanya smbil tersenyum manis,

__ADS_1


nyonya alina langsung membalik badan dan menvalas senyuman putrinya itu, "iya sayang, " jawab nyonya alin sambil berjalan ke arah putrinya,


"maira, apa kita bisa bicara sebentar, " itu suara antoni yang kini telah berdiri dan menatap ke arah mantan istrinya,


maira tersenyum, " maaf, tidak ada kata yang harus kita bicarakan lagi, " ucap maira sambil mencium punggung tangan sang mama,


dan untuk papanya maira hanya membungkukkan badannya sambil tersenyum manis dn mengabaikan mantan suaminya yang telah menggoreskan luka di hatinya,


antoni tak bisa berkutuk mendengar penolakan mantan istrinya itu, " ra, maaf aku salah dan ju mohon maafkan aku atas semua yabg telah menimoa rumah tangga kita," ucap antoni sedikit berteriak karena maira sudah memegang gagang pintu ingin cepat cepat pergi dari hadalan mantan suaminya itu,


maira tersenyum kecut namun tak melihat ke arah sumber shara di mana natoni masih berdiri, dn baru saja maira membuka pintu ia harus di kejutkan karena ada sosok lelaki yang juga terkejut melihat pintu yang tiba tiba terbuka padahal ia juga ingin mengetuk pintu itu,

__ADS_1


"Loh Iqbal, " ucap maira terkejut melihat Iqbal yang tiba tiba berdiri di depan pintu rumahnya,


Iqbal gelagapan ia menjadi salah tingkah karena ternyata yang membuka pintu itu adalah maira pujaan hatinya, " eh Ra sorry ya, " ucap Iqbal sambil cengengesan.


__ADS_2