Janda

Janda
eps 89


__ADS_3

kini keluarga tuan Bagas sudah berjalan untuk pergi melamar kembali mantan menantunya, " kamu tidak sedang bercandakan sayang, " nyonya mariana menatap putranya dengan intes antoni yng di tatap malah tersenyum sambil sedikit tertawa, "apa mom mulai meragukan putramu, " cibir antoni yang malah meraih ponselnya sedangkan sekretaris jordy hanya dia saja sambil mengemudi, " tidak aktif, " antoni kembali menekan nomor maira untuk menghubunginya kembali,


"tidak aktif lagi, " antoni berdecak kesal hingga ponselnya kembali ia masukkan kedalam saku jasnya, senyumnya kembali ia ulas degub jantung antoni tiba tiba berdetak tak karuan, "slow, " antobi mengusap dadanya mencoba menetralisir rasa tak karuan yang kini ia rasakan di belakang tuan bagas dan nyonya Maria hanya tersenyum, " semoga putra kita benar benar berubah sayang, " nyonya marina menggenggam tangan suaminya,


hingga beberapa menit lamanya mobil mewah itu kini terparkir di halaman luas rumah tuan roy, sekretaris jordy dengan gesit membuka pintu untuk tuan dan nyonyanya antoni berjalan memasuki rumah maira dengan gaya coolnya, "selamat malam, " antoni terdiam melihat apa yang ada di depannya, maira duduk dengan seorang lelaki bahkan dengan gampangnya tangan lelaki itu ada di bahu maira,

__ADS_1


"malam, silahkan duduk, " tuan roy mempersilahkan tamunya sedangkan nyonya marina dan tuan bagas belum terlihat, "selamat malam," itu suara tuan bagas yang sedang berada di ambang pintu sambil tersenyum"loh tuan sebastian, "tuan bagas tak kalah terkejutnya melihat siapa orang yang tengah duduk sambil merendang mantan menantunya,


flashback on


hingga kedua orang itu turun dari mobil dngan Ariel yang menggenggam tangan maira, tuan roy dan nyonya alin yang sedang berbincang di ruang tengah sambil meminum kopi terkejut melihat kedatangan maira dengan seorang lelaki, " pa, ma, " maira melangkah mendakat kearah orang tuanya dengan di ikuti Ariel, "maaf, " maira menatap orang terkasihya itu, sedangkan tuan Roy Dan nyonya alin saling tatap menatap tak mengerti ucapan putrinya, "maaf maira menikah tanpa memberi tahu papa Dan mama, " bukan maira tuan Roy Dan nyonya alin menganga mendengar ucapan putrinya, namun setelah itu maira menjelaskan semuanya secara detail Dan terperinci bagainama ia Dan Antoni hingga akhirnya menikah dengan Ariel,

__ADS_1


"maaf mungkin aira Salah, " hingga akhirnya mair duduk merosot di bawah kaki orang tuanya nyonya alina dn tuan Roy mengangkat maira sambil mengusap air matanya, "ini tidak Salah sayang, Dan untuk nak,?" tuan roy memotong ucapannya karena belum mengetahui nama dari menantunya itu,"saya Ariel sebastin Pa, " jelas Ariel sambil tersenyum, "saya merestui kamu, " ucap tuan roy,


flashback off


kini ruangan tengah itu hening sedangkan Ariel ia tersenyum sambil memainkan jemari maira, antoni seakan kelu masih bingung dengan apa yang dia lihat, "ada hal penting apa yang membuat nak antoni dan keluarga datang kemari, " tanya tuan roy memecah keheningan di anatara mereka,

__ADS_1


__ADS_2