
antoni memasuki perusahaannya dengan raut wajah yang tak bersahabat, ia bahkan menendang dengan keras dinding penghalang saat ia memasuki lift khusus presdir, " damn??, " ucap antoni sambil masuk ke dalam lift, kini ia sudah merasakan apa yang dahulu maira rasakan,
setiap menit dan detik hati antoni menjadi tak tenang melihat apa yang dia lihat saat sedang berada di rumah mantan istrinya tadi pagi, " apapun caranya kamu harus tetap menjadi milikku kembali, " ucap antobi sambil melangkah lebar keluar dari lift dan memasuki ruangannya begitu juga ia membanting pintunya dengan keras sehingga sekertaris jordi terkaget, "astaga tuan, " ucap sekertaris jordi sambil mengelus dadanya,
dengan langkah cepat sekertaris jordi memasuki ruangan presdirnya yang sudah stengah jam lamanya ia tunggui untuk memberi tahu ada rapat penting pagi ini, "permisi tuan, selamat pagi, " sebelumnya sekertaris jordy memberi sapaan hangat untuk tuannya,
"maaf tuan pagi ini ada agenda meeting penting yang harus anda hadiri saat ini juga, " ucap sekertaris jordy membacakan agenda meeting pagi tuannya,
"wakili, " ucap antoni singkat sambil duduk di kursi kebesarannya,
"No, tuan ini tidak bisa di wakili harus anda sendiri yang memenuhi undangannya, " jawab sekertaris jordi sambil berdiri tegak di depan presdirnya
__ADS_1
"Damn!! antoni mengumpat kesal, belum reda rasa hatinya terbakar ia harus pergi untuk meeting dengan klient yang penting,
akhirnya antoni dengan kesal bangun dan langsung berjalan dengan di ikuti sekertaris jordy di belakangnya, sekertaris jordy dengan sigap membuka pintu mobil milik antoni dan ia duduk di bagian kemudi depan sambil menjalankan mobilnya ke tempat tujuan,
"jordy, " panggil antoni dari kursi belakang,
"saya tuan, " jawab sekertaris jordi sambil melirik tuannya dari spion depan,
"saya tidak mau tau, terserah lakukan apa saja jika tidak kamu yang akan menanggung semuanya,, " sekertaris jordy menelan dalivanya tatkala ucapan antoni begitu terdengar menakutkan,
"cobaan apa lagi ini, " batin sekertaris jordy
__ADS_1
hingga beberapa menit lamanya kini mobil yang di kendarai antoni telah sampai di tempat dimana dia akan melakukan agenda meetingnya bersama klien yang katanya dari luar negeri itu,
"terimakasi mr jeff, semoga semuanya akan berjalan lancar seperti perkiraan kita berdua, " ucap antoni ramah dan menjulurkan tangannya,
jeff sambil tersenyum dan mengangguk menerima uluran tangan antoni, dan setelahnya dia pergi meninggalkan tempat meninggalkan antoni dan sekertaris jordy, ya sudah lima hari ini jeff stay di Indonesia karena ada beberapa agenda penting yang harus ia selesaikan, dan sisca belum tahu akan kedatangan lelaki yang sudah berhasil. mbuat ia hamil dan pergi meninggalkannya begitu saja tanpa ada kabar,
"maira, i'm coming, " batin jeff, ia tersenyum memingat wajah manis wanita pujaan hatinya yang sudah beberapa bulan ini selalu terngiang di ingatan jeff,
jeff memang masih sering memikirkan maira bahkan gambar maira masih tersimpan rapi di ponselnya, sedangkan sisca jangankan gambarnya memingat wajahnya saja jeff sudah muak padahal tak ingatkah jeff akan kehangatan yang telah sisca berikan untuknya sebegitu cepatkah jeff melupakan wanita yang kini tengah mengandung benihnya, tak tahukah jeff bahwa saat ini sisca sedang menderita sendirian dengan apa yang tengah ia rasakan,
jeff sungguh tak peduli akan semua itu.
__ADS_1