Janda

Janda
eps 28


__ADS_3

seperti ucapannya kemarin kini tuan roy dan nyonya alin sudah berdiri di depan apartemen milik antoni,


tuan roy dan nyonya alin sebelumnya mencari ke hotel terlebih dahulu siapa tahu anak dan menantunya masih ada di sana,


namun saat sampai di hotel resepsionish telah memberitahu jika antoni telah cek out sehari setelah acara pesta berhenti


namun beruntung tuan roy mempunyai no ponsol tuan bagas sehingga ia bisa bertanya di mana antoni tinggal,


nyonya alin menekan bell pintu kamar antoni, namun sudah beberapa menit ia berdiri tak satupun ada yang memhuka pintu itu,


"apa maira ga ada di sini pa," ucap nyonya alin sambil menghembuskan nafasnya,


.


heh, nyonya alin hanya bisa menghela nafasnya secara kasar, ia bahkan sengaja datang pagi pagi supaya bisa sarapan pagi bersama putrinya,


harapannya kini pupus sudah, nyonya alin dan tuan roy berbalik arah dan meninggalkan apartement antoni,


🌴🌴🌴🌴🌴


seperti janjinya, setelah selesai meeting dengan client sekarang antoni sudah stand bay di parkiran apartemen milik sisca,


ia menunggu kekasihnya di dalam mobil sambil memainkan ponselnya, antoni sengaja tak masuk ke dalam karena jika ia masuk bisa di patikan hari ini ia akan bolos lagi dan tak masuk kantor,

__ADS_1


tok,


"sayang, " sisca mengetuk kaca mobil antoni,


sisca sudah berdandan rapi dengan penampilan yang sangat sexy, antoni membuka pintu mobilnya smbil tersenyum, ia raih tengkuk sisca dan menghujani ciuman di setiap inci wajah kekasihnya itu,


"aku merindukanmu, " ucap antoni dan segera membukakan pintu mobil untuk kekasihnya itu,


di dalam mobil mereka berdua terlibat percakapan yang sangat hangat, dengan sesekali tangan sisca nakal meraba Raba setiap area sensitif antoni,


"sayang, jangan, " ucap antoni menggenggam tangan sisca,


"apa kau tidak merindukanku " kesal sisca karena antoni memberhentikan aksinya,


sisca tersenyum, ia benar benar gadis yang manis jika saat tersenyum seperti ini,


mobil antoni membelah jalan Raya, masih melaju dengan kecepatan sedang, "mau keman kita, " sisca merebahkan kepalanya di bahu antoni dengan manja,


"kemana pun kau mau " ucap antoni sambil terus menyetir,


drt,,


ponsel Antoni berdering,

__ADS_1


jordi


colling,


Antoni langsung menjawab panggilan masuk di ponselnya, ia memasang airphon di telinganya agak tangannya tak gerganggu saat menyetir,


"hem, " ucap Antoni di saat sambungan ponselnya terhubung,


"tuan, sebentar lagi anda Dan Mr Loard maxime akan melakukan meeting Dan beliau masih di perjalanan, " ucap jordi membacakan agenda Antoni,


"dan ini tidak bisa di wakilkan, " ucap cepat jordi sebelum tuannya itu menjawab,


"akh sial, " ucap Antoni sambil memukul stir mobilnya,


'kenapa sayang, " sisca mengngkat kepalanya dari bahu Antoni karena terkejut dengan perbuatan antoni Yang tiba tiba memukul stir mobilnya


Antoni tiba tiba saja menepikan mobilnya, ia mematikan mesin dan membuka seat belt, "sayang maafkan aku, " ucap Antoni sambil menangkup wajah sisca,


sisca menautkan alisnya belum memahami ucapan Antoni Yang tiba tiba meminta maaf padanya, " kenapa, " jawab sisca sambil memegang lengan zayn Yang menangkup wajahnya,


"maaf, hari ini kita harus gagal jalan jalan, karena aku lupa hari ini aku ada meeting penting dengan client dan tak bisa aku wakilkan, " ucap antoni mencoba memberi pengertian terhadap sang kekasih,


sisca langsung menghempaskan tangan Antoni, "lagi lagi kau membohongiku, " sisca sudah merajuk bibirnya ia kerucutkan Dan tangannya ia sedekapkan di dadanya

__ADS_1


__ADS_2