Janda

Janda
eps 61


__ADS_3

kini maira sudah tiba di depan rumahnya dengan di temani nyonya delya mama antoni, nyonya delya menggenggam erat tangan menantunya dengan sangat erat, "maaf ini semua salah mama, " kata maaf kini terdengar memilukan menyeruak memasuki relung hatinya maira,


maira menggeleng sedari tadi mantan mertuanya itu terus saja mengucapakan kata maaf yang kesalahan tidak pernah di lakukan olehnya," mama tidak salah, ini sudah terjadi mungkin ini sudah takdir maira jadi mau tidak mau maira harus menerima semuanya, " tutur maira sambil menepuk lengan sang mantan mertua


tuan mario tidak ikut serta dengan maira dan nyonya delya, ia kini sedang sibuk mencari keberadaan antoni yang entah kemana arah dan rimbanya.


tuan roy sedang sibuk ia masih berada di perusahaannya begitu juga dengan nyonya alin ia kini tengah sibuk mengurusi toko kuenya jadi mereka berdua sedang tidak ada dirumah,


maira mengetuk pintu rumahnya, bik nah langsung berlari tergesa gesa saat mendengar pintu rumah majikannya terketuk,


"Nona, " bik nah tersenyum menyambut kedatangan nona mudanya, ia langsung bergeser untuk mempersilahkan tuan rumahnya masuk,


namun setelah maira masuk bik nah menjadi terdiam setelah melihat banyaknya koper besar yang masih berada di mbang pintu dn tadi juga bik nah melihat wajah sembab dari nonanya,


"apa yang terjadi, " batin nah ia kini menarik masuk koper milik maira ke dalam,

__ADS_1


"nona ini punya siapa, " tanya bik nah sambil membawa koper ke hadapan nonanya,


"bawa masuk saja ke dalam kmar saya bik, tolong ya, " ucap maira bik nah hanya menurut saja ia membawa koper besar itu masuk ke dalam kamar maira dengan seribu pertanyaan di kepalanya,


………


"sayang kamu kenapa hem, " ya saat ini antoni lari ke apartemen sisca, keadaan antoni yang masih acak acakan rasa di jiwanya yang semakin tak menentu,


batinnya berkata untuk tidap percaya dengan apa yang dia lihat namun ego nya lebih besar antoni mengambil keptusan yang belum jelas terbukti, ia kacau balau namun sayang ia memilih sisca untuk sandarannya,


"tenang sayang sebentar lagi kamu akan punya daddy, "sisca mengelus perutnya yang belim. membuncit,


oekk,


perut sisca kembali bergejolak sebelum antoni datang dirinya memang tengah berbaring dengan menikmati rasa lemas di sekujur tubuhnya,

__ADS_1


namun kini rasa itu kembali datang perutnya serasa di goncang setelah mencium semerbak bau parfum antoni,


sisca langsung berlari ke arah kamar mandi dan segera memuntahkan isi perutnya, "sial kenapa mual ini harus datang di saat yang tidak tepat, " gerutu sisca sambil memperhatikan wajahnya di depan cermin kamar mandi.


"sayang, buka pintunya, " antoni menggedor pintu kamar mandi dari luar karena memang setelah sisca masuk ia langsung mengunci pintunya,


"sisca, " antoni masih menggedornya sedangkan di dalam sisca terdiam smbil membasuk wajahnya,


"sayang kamu kenapa, " antoni terus saja menggedor pintu yang tak kunjung di buka sisca dari dalam,


"aku tidak apa sayang, " sisca membuka pintu kamar mandi sambil menghamburkan pelukannya,


"kamu mau kan menikah denganku, " ucap sisca sambil menduselkan wajahnya di dada antoni, walaupun tak di pungkiri perutnya kembali bergejolak setelah mencium bau parfume antoni namun sebisa mungkin sisca menahannya,


"iya sayang kita akan menikah secepatnya, " janji antoni yang membuat sisca riang gembira,

__ADS_1


__ADS_2