Janda

Janda
BAB 23


__ADS_3

MAAF JIKA JARANG UP


AUTHOR TAK SERAJIN ITU


YAAAHHH


CEKIDOT DEH BU IBU^^


*********************************************


"CLARISSAAAA"


brugh


Jojo berteriak melihat istrinya jatuh kelantai. Tak sanggup menahan kesedihan barangkali. Tama dan Gerald bahkan tak sanggup berkata apa-apa. Tama hanya menangis dan meraung sedih melihat jasad Bu Roh yang akan dimandikan. Bahkan untuk ikut memandikan adiknya itu Tama tak kuasa. Bahkan Gerald yang terkenal tenang bahkan tegar pun tak kuasa membendung tangisnya. Tergugu bahkan hatinya tersayat. Walau hanya sebagai kakak angkat saja hatinya sesakit itu kehilangan adik yang bukan dari darahnya.


"Dek..bangun, ayo bangun.." panggil Jojo.


puk...puk.


"Clarissa. Bangun. Nyak nungguin kamu."


Jojo tak kuasa menahan airmatanya. Dipeluk wanita tercinta nya itu. Bahkan pemandi jenazah hanya diam dan mengkode pemandi jeazah lainnya untuk membawa Bu Roh agar segera dimandikan jenazahnya.

__ADS_1


"Nyaak...Nyak.." Clarissa bergumam.


"Hey...sayang bangun.." Jojo memanggil Clarissa dengan lembut.


Mata Clarissa perlahan terbuka.


"Bang, kita dimana. Juna mana bang, ibu aku juga dimana bang.." lirihnya.


"Kita temui nyak dulu ya sayang. Ayo, nyak mami udah nungguin kita.." Jojo bergetar bibirnya seolah tak sanggup berbicara.


Pandangan Clarissa begitu kosong. Dia menatap sang ibu sudah pun dikafankan. Dengan tatapan kosong dia berbaring disamping ibunya.


"Nyak..aye dah lama nggak tidur meluk enyak deh ya. Nyak, kapan hari yaa kita buat pesenan orang kayak dulu ya. Aye kangen bikin roti buaya lagi bareng nyak.." Clarissa berbicara pada mayat ibunya.


"Nyak, jan bobo aje dong nyak. Bangun dong nyak, Juna udah nungguin. Kita pulang nyak, babeh dah nungguin dirumah. Bangun dong nyak.." rengek Clarissa.


"Aye nggak mau tinggal disini nyak aye nggak kenal sama mereka nyak.." rengeknya kembali.


Para pelayat tak kuasa menahan tangis mereka melihat tingkah konyol Clarissa. Bahkan Tamara menangis histeris melihat Clarissa kosong tanpa airmata, lebih menyakitkan ketimbang dia yang meraung meluapkan kesedihannya. Gerald pun turut menangis untuk jasad adik tak sedarahnya itu. Mereka baru bertemu namun sudah terpisah kembali. Dan bagi Gerald Rohannah adalah keluarga satu-satunya yang masih hidup. Penyesalan datang terakhir dan terbelakang. Andai saja dia menemani mereka maka Rohannah alias bu Roh masih tertawa bersama mereka.


"Dek, kita tiduran dikamar aja yah.." bujuk Jojo.


"Nyak bobo dikamar sama aku kan ya. Nyak kayaknya capek bang ngurus Juna. Makanya bobo disitu mulu ya kan bang.." tukasnya

__ADS_1


"Iya bener kok. Kita bobo didalem nanti aku yang gendongin nyak bobo sama kamu yah.." bujuk Jojo sambil memapah isterinya.


cupp..


"Nyak nanti itu abang bawa nyak kekamar nyak. Aye kedalam duluan ya nyak. Nanti temenin boboan ya nyak.." pamit Clarissa sambil mengecup sayang pipi sang ibu yang begitu harum.


Bahkan ustadz yang memimpin doa tak kuasa menahan tangisnya. Dia tau anak itu tak rela akan kehilangan kedua orangtuanya. Bahkan sekarang bergelar yatim piatu. Sungguh besar rahasia dan takdir yang Allah swt. tunjukkan pada umatnya.


"Sayang diminum dulu yah vitaminnya.." bujuk Jojo.


"Aku kan nggak sakit kok minum obat sih.." tolak Clarissa.


"Ayo dong nanti nyak nggak ku anter kesini looh.." rayu Jojo.


"Iya deh iya.." Clarissa menyerah dan meminum obat itu. Dan tak lama kemudian Clarissa tertidur nyenyak seakan tak memiliki beban fikiran. Terlihat damai penuh senyuman.


Proses pemakaman tetap berlanjut tanpa dihadiri Clarissa anak almarhumah. Dari mulai sholat jenazah hingga memakamkan jenazah seolah dipermudah tiada halangan menghadang. Untaian doa dan tangisan kehilangan menyelimuti kepergian Bu Roh. Senior para janda cantik, telah pergi untuk selamanya.


Like


Comment


Vote???

__ADS_1


demi neptunus crabby patty di sablon mister krep. pelit itu dosa bang^^


__ADS_2