Janda

Janda
eps 29


__ADS_3

berbagai cara Antoni lakukan agar kekasihnya itu bisa mengerti keadaan dirinya Yang sangat mendesak,


"sayang, aku janji lain waktu kita bisa jalan jalan ok," ucap antoni, sudah ribuan kata dan kalimat ia keluarkan agar sisca memahaminya,


sisca enggan mendengarkan ucapan antoni, kini ia membuka pintu mobil dan meleoaskan seat beltnya dengan kasar,


"hey, sayang kau mau kemana," antoni membuka pintu mobilnya dan mengikuti langkah sisca yang berjalan meninggalkan mobil,


"sudahlah, aku muak melihatmu," sisca menepis tangan antoni yang memegangi bahunya,


"maafkan aku," antoni langsung memeluk tubuh sisca, ia merasa bersalah


dan juga bisa bisanya ia melupakan agendanya yang sangat penting," bodoh" rutuk antoni pada dirinya sendiri,


"sudahlah, lepaskan aku, " sisca mencoba melelaskan dirinya dari pelukan Antoni, namun Antoni semakin kencang mendekao tubuh kekasihnya,


"Antoni, lepaskan aku, " teriak sisca sekali lagi,


tanpa mau mendengarkan sisca Antoni langsung membawa sisca masuk ke dalam pelukannya,


"maaf, " ucap Antoni Yang merasa bersalah

__ADS_1


"sayang, aku berjanji lain kali kita pasti akan jalan jalan, tapi untuk hari ini ku mohon mengertilah ya, lagi pula ini semua untuk masa depan kita sayang," ucap antoni sambil mengelus rambut sisca,


sisca terdiam, ia tak lagi memberontak setelah mendengarkan ucapan Antoni,


"jangan marah lagi, " Antoni melerai pelukannya Dan memegang kedua bahu sisca,


sisca hanya mengangguk Dan mereka berdua kembali ke dalam mobil, " aku akan mengantarmu ke apartment, " ucap Antoni seraya melajukan mobilnya,


sisca hanya diam saja, ia lebih memilih memainkan ponselnya ia tersenyum karena saat ini ia sedang berbalas pesan dengan jeff,


"maaf sayang, " ucap Antoni sambil mencium kening sisca,


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sudah beberapa putaran maira mengajarinya, namun nindi belum mengerti satu pun akan tugasnya,


"ah, kenapa ini susah sekali, " ucap nindi kesal bahkan ia sampai ingin melempar laptop miliknya,


"hey, jangan begitu, " ucap maira mengambil laptop dari tangan nindi,


"ayo, coba lagi kamu hanya belum memahaminya, " maira penuh sabar dalam mengajari nindi,

__ADS_1


"aku bosan," ketus nindi ia sampai menutup laptopnya,


"astaga, bagaimana tugasmu akan selesai," saking gemasnya maira bahkan mencubit pipi gembul nindi,


"bodo amatlah," jawaban santai nindi seperti biadanya,


ia bahkan merebahkan kepalanya di atas paha maira,'kau tau bahkan kepalaku terasa berdenyut saat ini, " ucap nindi sbil memejamkan matanya,


maira hanya tertawa mendengarkan ucapan nindi, tangannya terangkat untuk memijit kepala nindi, "kau tahu, " ucap nindi,


"apa, " ucapan maira sambil terus emijit kepala sahabatnya itu,


"lebih baik kau membuka jasa pijat karena tanganmu terasa enak, " ledek nindi,


"i love you ra, " ucap Iqbal dari kejauhan,


sedari tadi Netra Iqbal tak pernah lepas memandangi wajah maira, "cantik, ' Iqbal tersenyum, ia mengeluarkan ponselnya dan,


ckrek,


wajah candid maira sudah masuk ke dalam ponsel Iqbal, "aku ramal, lulus kuliah kita akan menikah, " ucap Iqbal sambil terus menatap wajah maira dengan senyuman,

__ADS_1


Iqbal ingin menghampiri maira, namun ia malas karena di mana ada maira pasti di situ ada nindi, " ish menyebalkan, " geram iqbl yang melihat tingkah manja nindi pada maira,


maira dan nindi ibarat perangko yang tak bisa di pisahkan, dan di mana setiap Iqbal ingin mendekati maira pasti ujung ujungnya akan mendapat tonjokan dari nindi,


__ADS_2