Janda

Janda
eps 49


__ADS_3

Nindi langsung berlari sambil menyibak orang orang yang berkerumunan di depannya, "maira, " nindi langsung menangis tatkala sudah melihat korban di depannya,


mobil perempuan yang tabrakan itu sama persis dengan mobil yang maira kendarai, Nindi menangis histeris bagaimana tidak wajah perempuan itu sudah berlumuran darah,"maira,, " tangis nindi semakin pecah


tangannya terulur untuk mengusap darah di bagian wajah perempuan itu, " ayo pak di tolongin dong kok pada diem aja, " ucapnya sambil menangis tersedu.


para warga bergegas menaikkan perempuan itu ke atas mobil pic up, " keyshaaaa, " teriak seseorang dengan suara yang keras dan diiringi sebuah tangisan,


semuanya melihat ke arah wanita baya yang terlihat sedang berlari kearah kerumunan orang orang, " keysha, " ucapnya lagi hikss, " anak mama, " ucapnya,


nindi menjadi tercengang mendengar wanita baya yang saat ini sedang menangisi perempuan yang ada di atas pick up,


"pak, tolong pindahin anak saya ke mobil saya ya, " ucap wanita baya dan warga juga membantu untuk. memindahkannya,


wanita baya itu melewati nindi begitu saja namun sebelum itu nindi lebih dahulu mencekal tangannya, " maaf tante itu maira bukan keysha anak tante, " ucapnya dengan nada kesal tak terima,

__ADS_1


wanita baya itu terdiam mencerna ucapan nindi, " siapa maira, " tanyanya,


"maira itu teman saya dan dia bukan anak tante, " wanita baya itu semakin tercengang jika itu bukan anaknya keysha terus kenapa dia yang di hubungi,


wanita baya itu terdiam masih ambigu dengan ke adaan, " maaf bu ini tas dan barang barang anak ibu, " ucap salah satu orang sambil


menyerahkan ransel keysha.


kini giliran nindk yang menjadi diam setelah melihat ransel keysha, " jadi bukan maira, sialan gue udah nangis salah orang lagi, " gumam nindi


nindi kemudian berlari ke arah mobilnya dan segera pergi dari tempat kejadian, " sialan gue udah nangis kenceng, gue kira maira eh salah orang, " ucapnya sambil terus mengendarai mobilnya,


iqbal masih terlihat sendu, setelah berbagai macam cara reno dan bastian untuk menenangkan dirinya akhirnya iqbal bisa luluh juga.


"setelah ini lu bakal ngapain lagi, " ucap reno sambil menepuk bahu iqbal

__ADS_1


"ga tau, " ucap iqbal sambil menaikkan bahunya tubuhnya kini ia sandarkan di bahu sofa, dan ya mereka bertiga juga bolos kuliah kini mereka bertiga sedang berada di sebuah tempat karaoke,


"ya udah nih, lu mau ngapain terserah, " reno memberikan mic yang ada di tangannya,


iqbal mengambilnya ia kemudia memilih lagu yang akan ia nyanyikan dan pilihannya jatuh pada sebuah lagu yang liriknya berbunyi, " apa kirangnya aku di dalam hidup mu hingga kau curangi aku, " iqbal terlihat menghayati lagu yang saat ini ia nyanyikan.


"rasanya gue mau gila men, " ucapnya menggunakan mic yang masih berada di tangannya,


"santai bro elu belum gagal, " kini bastian yang mengeluarkan kata katanya sqmbil sibuk memakan kacang yang ada di hadapannya.


" elu belum tau rasanya nembak terus di abaikan gitu aja begok, " ucap iqbal kembali,


"elu belum tau rasanya suka ama cewek dari pertama mata elu ngeliatnya bego, " bahkan kini suara iqbal semakin lantang, kepalanya rasanya mau pecah penampilannya terlihat sudah acak acakan,


reno hanya bisa menghembuskan nafasnya dari semua masalah yang sahabatnya itu hadapi mungkin masalah percintaannya yang paling berata, ya dan reno sudah sangat paham dengan kehidupan yang iqbal jalani.

__ADS_1


__ADS_2