Janda

Janda
eps 33


__ADS_3

jeff yang sudah dari pagi stand bye datang ke universitas x, entah apa yang membuatnya datang se pagi ini, kini netranya terus saja menatap wanita cantik yang berjalan dari depannya,


"perfeck and I like you, " ucap Jeff Dan berlalu pergi ke ruangan Yang telah di siapkan umtuk nya,


maira memasuki kelasnya dengan raut wajah Yang tak bersemangat, fikirannya kembali melayang Dan ia hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil memejamkan matanya,


"hey, " Nindi datang dengan tiba tiba Dan langsung mengejutkan maira


."astaga, terus aja kaya gini, kalau kamu mau liat aku mati muda, "ucap maira sambil memegangi jantungnya yang terus berdegub akibat terkaget karena ulah nindi,


"ya elah lu, " nindi kini susah duduk manis di hadapan maira,


"Nih, " ucap iqbal menyodorkan setangkai bunga mawar di hadapan maira,


"Norak lu," ucap nindi dan langsung mengmbil bunga mawar yang masih ada di tangan iqbal,


Nindi dengan langkah cepat berlari ke luar sambil membawa setangkai bunga mawar yang iqbal akan berikan untuk maira,


"ehh, krucut lu mau bawa keman bunga gue, " ucap iqbal sambil berlari mengejar nindi.

__ADS_1


bahkan kini sepasang mata yang melihatnya sangat geram tangannya sudah terkepal kuat dia adalah, Lidia ayuningsih, penggemar berat seorang iqbal namun iqbal dengan terang terangan menolak dirinya,


"awas kau maira, perhitunganku belum selesai, " gumam lidia sambil matanya menatap tajam ke arah maira,


maira hanya teraenyum melihat tingkah dua manusia yang sedang kejar kejaran di luar kelas,


"siniin ga, " ucap iqbal sambil terus mengejar nindi,


"ga mau weekk, " bahkan kini nindi menjulurkan lidahnya sambil mengejek iqbal yang tak kunjung bisa menangkapnya,


"makin kesini lu makin ga asik tau, resek tau gasih, " iqbal sudah kesal namun nindi terus saja berlari sampai akhirnya brughh,


tubuh nindi terjatuh namun beruntuk ada seorang lelaki yang menangkapnya dari belakang, "awww," nindi berteriak akibat kaget,


nindi belum tersadar dengan siapa orang yang telah berhasil menangkapnya,


"hay, " ucap ucup yang berhasil menangkap tubuh nindi,


kini nindi mengangkat pandangannya dan apa yang terjadi. aaaaaaa" bahkan kini teriakan nindi lebih keras dari sebelumnya

__ADS_1


"Lepasin gue, lepasin, " ucap nindi dan langsung menjauhkan tubuhnya dari ucup,


iqbal yang melihat adegan di depannya kini tertawa dengan kencang, "hahahahaha, cie cie di tangkep pujaan hatinya, " kini giliran iqbal yang mengejek maira,


pasalnya ucup sangat menyukai nindi dan sudah berapa pulih kali ucup mengutarakan perasaannya pada nindi namun sayang seribu kali itupun ia di tolak oleh nindi,


"diem ga mulut lu, " ucap nindi dengan nada yang sudah sangat geram pada iqbal,


"wah wah ke dengerannya seneng amat lu yah, " bahkan kini iqbal sampai menutup mulutnya akibat tak berhenti mentertawai nindi,


"sialan lu, " ucap nindi dan melangkah mendekati iqbal yang terus meledeknya dan menghiraukan ucup yang telah menolongnya, sama sekali nindi tak mengucapkan rasa terimakasinya lada ucup,


"Bugh, " satu bogeman berhasil mendarat di bahu iqbal oleh nindi,


"saking saltingnya lu sampai ninju gue, " iqbal menghiraukn bogeman nindi ia terua saja meledeknya


"aaahh, diem gak lu, " nindi sudah geram wajahnya susah memerah,


"ga mau wekk, " iqbal terus saja meledek nindi dan berlari meninggalkan nindi dengan ucup yang terus saja memandang pujaan hatinya itu,

__ADS_1


"lu juga apa liat liat, " bahkan kini ucup yang hanya diam saja kena ocahan nindi


bukannya marah ucup malah tersenyum manis ke arah nindi, " najis amat senyuman lu tau gak, " ucap nindi dan berlalu pergi meninggalkan ucup yang tengah tersenyum kepadanya


__ADS_2