Janda

Janda
eps 32


__ADS_3

heh, " sisca menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil menghembuskan nafasnya, oa terlihat sangat senang dengan semua belanjaan Yang ada di hadapannya,


"tak sia sia merajuk, " ucap sisca sumringah sambil mulai membuka satu persatu paper bag


sisca tertawa renyah sambil mencoba satu persatu belanjaannya,


"***, Jeff kau ada di mana, " walaupun hari ini sisca sedang terlihat senang namun tak menutup kemungkinan ia masih memikirkan Jeff Yang tak kunjung memberinya kabar dari pagi,


sisca sudah berulang kali menghubungi ponsel Jeff namun sayang ponsel Jeff tak kunjung aktif,


"Biarlah, " ucap sisca sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang,


…………


lain halnya dengan Jeff, ia kini tengah berdiri di atas balkon sambil memandangi indahnya langit malam Yang bertaburan bintang bintang Yang indah,


tersenyum manis sambil menyesap kopi, Jeff hari ini memang sengaja tak mengaktifkan ponselnya karena malas meladeni sisca,


"you're only mine, " ucap Jeff sambil tersenyum, namun entah siapa Yang ia maksud kan,

__ADS_1


besok pagi jadwal Jeff untuk berkunjung kembali ke universitas x tempat maira kuliah, "bidadari dunia, " tak henti hentinya seorang Jeff bergumam sendiri bil. membayangi seorang wanita yang saat ini ia kagumi,


jeff kembali masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, waktu di sini sebentar lagi akan berakhir dan ia harus segera kembali ke negaranya,


"aku akan kembali dan membawamu bersamaku, " ucap jeff sambil memandangi langit langit di dalam kamarnya,



berbeda halnya dengan maira, matanya terpejam namun hatinya seakan mengajaknya mengembara jauh sekali, walaupun dirinya terpejam namun matanya masih saja mengeluarkan laharnya,


"ma, hatiku sakit sekali, " adunya pada hembusan ac di dalam kamarnya,


malam panjang ini ia lewati dengan deraian air mata, hatinya memang belum sepenuhnya menerima pernikahannya, namun karena syariat ia harus mematuhi semuanya,


antoni adalah suaminya dan ia harus patuh, maira melayani antoni sebaik mungkin walaupun jarang sekali mereka berdua berkomunikasi,


keheningan terjadi di antara dua pasang manusia yang sedang menyantap sarapan paginya, " ku harap ini yag terakhir kalinya kamu melayaniku, " ucap antoni setelah menyelesaikan sarapannya, dan tanpa basa basi lagi antoni langsung pergi meninggalkan maira,


degh,,

__ADS_1


hati maira tertegun, makanan yang ada di dalam mulutnya seperti tak mau menyongsong masuk ke dalam perutnya,


air matanya lagi lagi metes, hatinya sakit, batinnya kecewa, "setidaknya anggap aku ada mas, " ucap maira,,


ia tak kuasa menghabiskan makanannya, maira meletakkan sendok di atas piringnya kemudian membersihkan meja makan,


hari ini ia seperti seseorang yang tak bersemangat, niatnya ingin bolos kuliah namun mengingat hari ini ada seminar mau tidak mau ia harus kuliah,


"harus kuat maira, " vatinnya menyemangati dirinya,


maira keluar dari apartement antoni melangkahkan kakinya memasuki lift, "thing, " tak menunggu lama kini pintu lift telah terbuka, melangkahkan kakinya lagi mengitari lobby apartement,


kini maira memasuki mobil online yang telah ia pesan, karena antoni sudah tak mengantarnya lagi,


wajahnya masih saja terlihat sendu sampai mobil yang di tumpanginya berhenti di depan gerbang universitas nya,


"makasi, " ucap ramah maira pada pak supir,


maira melangkahkan kakinya memasuki halaman kampus dengan mod yang kurang baik,

__ADS_1


"itu dia, " ucap seorang lelaki yang terlihat sedang menunggu maira dari tadi


__ADS_2