
antoni terlihat khawatir ia sedari tadi tak tenang berjalan bolak balik di depan pintu UGD yang di dalamnya masih ada sisca yang terbaring dan masih di tangani dokter di dalamnya,
dokter laki laki itu keluar dan menutup kembali pintu ruangan UGD," Bagaimana dok," tanya antoni
"mari kita bicara di ruangan saya, " dokter lelaki itu berjalan mendahului antoni,
"maaf sebelumnya pak, tapi di mohon agar bapak menjaga istri anda supaya tidak kelelahan mengingat kandungannya masih rentan, " jelas dokter di depan antoni,
kini kedua mata antoni membulat mulutnya menganga, " apa dok hamil, " antoni terkejut ia bahkan kini berdiri di depan dokter lelaki yang kini tengah menjelaskan tentang kondisi sisca,
"iya pak, dan memang trimester pertama memang begitu ibu hamil kerap kali muntah pingsan atau semacamnya jadi saran saya bapak harus bisa menjaga istri bapak dengan baik, " tutur dokter lelaki di depan antoni smbil tersenyum,
bukannya kembali duduk dan melanjutkan pendengarannya antoni malah berbalik arah dan pergi sambil menutup pintu ruangan dokter itu dengan kencang,
__ADS_1
"sisca hamil, no aku merasa tidak pernah sama sekali berlebihan dalam hubungan ini apa lagi sampai menghamilinya, " batin antoni menggebu gebu,
kini dirinya sudah berada di depan rungan UGD sisca masih terlihat berbaring dengan keadaan yang belum sadarkan diri,
tuan mario dan nyonya anye enggan untuk ikut mengikuti antoni ke rumah sakit hanya sekertaris jordi yang menemani tuannya saat ini menunggui sisca," kunci mobil," antoni menjulurkan tangannya,
"anda mau kemana tuan," tnya sekertaris hordi sambil memberikan antoni kunci mobilnya
"kamu awasi sisca smpai dia sadar," ucap antoni dan berlalu pergi meninggalkan sekertarisnya sendirian,
antoni memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kencang meninggalkan rumah sakit yang telah memberinya kabar sangat mengejutkan tentang sisca," sisca hamil lalu siapa yang menghamilinya," antoni mengusap wajahnya kasar ia kembali menancapkan gas menamvah kecepatan laju mobilnya,
hatinya kini kembali di landa rasa mrah dan kecewa atas kabar kehamilan sisca beberapa kali antoni memukul stir mobilnya,"akkkhhhh," antoni berterik sekencang kencangnya,
__ADS_1
"sial kenapa bisa terjadi seperti ini," amarah antoni susah menggebu gebu kini ia menepikan mobilnya di jalanan yang sedikit sepi pengendara, "apa ini karma, " batin antoni ia masih berada di dalam mobilnya,
………
kini maira sudah bisa mengimbngi perasaannya ia sudah mulai untuk masuk kuliah setelah beberapa hari libur tanpa kabar hingga membuat sahabatnya sangat hawatir dengan dirinya,
"kemana aja lu ," nindi terus saja mendekap tubuh sahabatnya bukannya nindia tidak mau menemui maira di rumahnya namun sayang beberapa hari ini juga nindi di sibukkan dengan acara yang di gelar mamanya,
"ga kemana mana kok," jawab maira sambil tersenyum lebar,
"yakin," maira hanya mengangguki ucapan sahabatnya,
sedangkan dari seberang sana seseorang turus saja mengamati oergerakan dua orang sahabat itu sambil tersenyum lebar," aku kangen ra," ya dan dia adalah iqbal sedari tadi iqbal terus saja berdiri sambil pandngannya tak teroutus menatap ke arah wanita yang sangat ia cintai namun sayang cintanya tak kunjung terbalaskan,
__ADS_1
"aku akan menunggu dan aku akan berusaha sampai kamu mau jadi pacar aku ra, atau nggak jadi istri aja kamu mau kan," ucap iqbal dari jauh