Janda

Janda
eps 36


__ADS_3

hari ini antoni akan memaksakan pekerjaan untuk bisa beres sampai nanti sore agar malamnya ia bisa menemani sisca kekasih hatinya itu.


"ahh, " antoni mengusap rambutnya secara kasar, pekerjaan di depannya itu tidak ada habis habisnya,


"tuan, mrs alena sudah menunggu di ruang meeting, " lapor jordi sang asisten pribadinya


antoni terkejut mendengar laporan asistennya "astaga kenapa aku bisa lupa, " batin antoni dan dengan segera menutup berkas di depannya,


antoni merapikan jasnya, dan keluar dari ruangannya untuk bertemu dengan client barunya dari kuar negeri,


antoni memasuki ruangan meeting dengan senyum di bibirnya, " hallo mrs maaf menenggu lama, " ucap antoni sambil menjulurkan tangannya,


mrs alena menerima uluran tangan antoni, " tidak masalah, " alena tersenyum ramah


mrs alena adalah rekan kerja antoni dari negara tetangga dia adalah ibu satu anak, wajahnya cantik kulitnya putih bersih,

__ADS_1


hingga akhirnya beberapa jam di habiskan antoni dan mrs alena membahas proyek kerja sama mereka, " semoga semuanya berjalan dengan lancar tuan, " ucap mrs alena sambil tangannya terulur,


antoni hnya tersenyum ramah kemudian meneria uluran tangan mrs alena,


setelah semuanya beres dan mrs alena sudah menibggalkan perusahaan, kini antoni kembali lagi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan berkas berkas yang ada di atas mejanya, "ini harus selesai kalau tidak bisa ngamuk sisca karena aku sudah janji. " ucapnya sambil membuka lembar lembar berkas yang ada di hadapannya,


………


kini acara di kampus telah selesai, maira meninggalkan ruangan dengan tidak semangat, ia terlihat lemas padahal tubuhnya baik baik saja, sedangkan nindi entahlah dia pergi kemana tadi sih ijinnya pamit ke toilet lada maira, namun sudah beberapa menit ia tak kunjung kembali,


maira duduk manis di sebuah bangku di bawah pohon dekat lapangan di kampusnya, ia duduk sambil netranya menatap lurus ke depan, ia tersenyum masam, "entahlah ke depannya aku harus bagaimana aku juga bingung, " ucapnya sambil mengehembuskan nafas dengan berat,


jeff sedari tadi sebenarnya sedang celingukan ia berjalan ke sana kemari seperti mencari sesuatu yang menghilang darinya," dimana dia, " ucap jeff sambil terus mencari,


jeff terus berjalan ke sana kemari hingga kini netranya dengan tepan menangkap seseorang yang sedari tadi tengah ia cari, " nah itu dia, " ucap jeff dan tanpa membuang waktu ia langsung menghampirinya,

__ADS_1


"hay, " ucap jeff namun entah mengapa saat ini dada jeff sedang bergemuruh dan berdebat dengan cepat,


maira menoleh ke arah sumber suara yang dapat ia yakini saat ini sedang berada di belakannya. "mr jeff, " ucap maira dan sambil berdiri di serati dengan senyuman manisnya,


"ya tuhan, dia manis sekali, " batin jeff ia menjadi kikuk di depan maira bahkan kini ia menggaruk tengkuknya yang sama sekaki tidak gagal itu


"mr .' ucap maira lagi dan kini di sertai kibasan tangannya di depan wajah jeff


"eh iya, " jeff tersadar bagaimana tidak terbengong senyum maira mampu menghipnotos netranya,


"ada apa, " tutur maira dengan sopan,


jeff lupa harus mengucapkan kata apa, pasalnya tak mungkinkan ia langsung nyerocos bilang aku suka sama kamu, tidak itu pasti sangat tidak mungkin,


"ehh, tidak ada, " spontan kata kata itu keluar dari mulut jeff namun dengan gerak cepat ia menutup mulutnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2