Janda

Janda
BAB 16


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


"Nyak. Kita harus gimana ini nyak. Bang Eddie sudah tau rumah kita nyak bagaimana kalau Juna diambil dia nyak bagaimana nyak?" cicit Clarissa yang semakin menggigil ketakutan. Rasa takut menyelimuti Clarissa.


"Lu tenang aja deh yaah. Jojo kata juga dia bakal selesaiin ini semua dengan cepat. Kita cuma disuruh tenang kagak pake khawatir. Lu kata gue kagak panik juga apa neng elah lu mah.." oceh Bu Roh yang jadi ikut panik melihat putrinya yang mengigil ketakutan.


"Assalamu'alaikum ...." sahut seorang didepan pintu memecahkan keheningan.


"Nyak. Itu bang Eddie. Nyak tolong nyak tolong usir dia nyaak.." cicit Clarissa yang menggigil ketakutan.


"Ya Allah...iya bener. Lu tunggu disini gue hadapin tuh curut." ketus Bu Roh.


"Mau apa lu kemari hah..!" ketus Bu Roh yang mulai emosi. Dan Edward pun lantang berkata pada mantan mertuanya.


"Nyak. Saya mau jemput istri dan anak saya." tegas Edward.


"Anak istri? Dia udah punya suami. Lu tau SUAMI.." tantang Bu Roh.


"Saya ngga perduli. Saya mau bawa anak istri saya.." keras Edward.


Pertengkaran antara Rohanah dan Edward memicu tanda tanya oleh tetangga dan saat Edward berusaha merebut Arjuna dari tangan Rohanah. Seketika si tukang sayur melempar sayurannya..

__ADS_1


"Pria brengsek oy lepasin pangeran gue bangke lu..." teriak tukang sayur itu.


"Gua begal lu laki durjana..." tambah Ibu A yang dengan semangat memborbardir Edward dengan barang belanjaannya. Mulai dari snack bocah sampai telor yang lagi naik harganya itu.


"Lu mau minggat kagak gua mutilasi lu pake gunting rumput gue.." timpal seorang bapak-bapak yang masih mengenakan sarung itu sambil mengacungkan sebuah gunting rumput yang sangat bahkan lumayan besar tentunya. Boleh lah buat motong-motong daging korbanan..


"Balikin cucu gue ..." teriak Bu Roh.


"Ini anak saya. Saya berhak membawa dia bu. Ini darah daging saya.." balas Edward pada bu Roh.


" Darah daging kau bilang..." suara bariton terdengar begitu menakutkan bagi Edward. Ya benar sekali. Joshua datang dengan tampilan sangat tampan. Jas yang tadinya bersemayam ditubuhnya itu dibuka kasar dan dibanting ke sembarang arah. Amarahnya begitu membara tatkala Arjuna sudah berada ditangan Edward. Saat Jojo mengkode Bu Roh agar segera mengambil Arjuna yang menangis histeris itu. Buru-buru sekali Bu Roh merampas kembali cucunya. Dan saat Edward ingin merebut kembali Arjuna, sebuah bogem mentah melayang diwajah mulusnya itu.


Buuuaakkh...


"Sudah ku peringatkan. Jangan kau dekati keluargaku. Tapi kau masih membandel. ******** tengik.." sarkas Jojo yang diliputi emosi.


bug...


bughh...


Pukulan bertubi-tubi terus dilayangkan Jojo. Tak peduli Edward sudah lemah tak berdaya. Jojo tetap memukulnya walau tangannya ikut terluka. Melihat Jojo seperti kesetanan. Clarissa berlari menghampiri Jojo dan menarik tubuh Jojo agar menjauhi Edward.


"Abang..sudah bang aku mohon sudah.." Clarissa memohon pada Jojo agar menghentikan aksinya itu.


"Dia pantas mati. Laki-laki yang tak punya nurani ini takkan pantas untuk hidup dimuka bumi ini. Beraninya ingin merebut putraku. ********!!!" sentak Jojo sambil menendang tubuh Edward.


"Tolong bang. Berhenti. Cuma abang yang kami punya sekarang. Kalau abang dipenjara karna membunuh. Siapa lagi yang bisa melindungi kami bang siapaa..." tangis Clarissa pada Jojo. Derai air mata Clarissa bagai sayatan tajam sebuah pisau didada Jojo. Seketika, Jojo menghentikan aksinya dan memeluk Clarissa yang mulai lemas karena kebanyakan menangis.


"Kau pergi dari sini. Sampai ku tahu kau masih mengincar Clarissa ku ini. Kuhancurkan kau sampai tak bersisa. Ingat, TAK BERSISA.." tegas Jojo. Dan membopong Clarissa untuk masuk dalam rumah. Warga yang semula terpana akan aksi heroik Jojo lalu kembali mengusir Edward hingga lari terpontang panting.


Awas saja. Aku akan kembali untuk merebutmu Clarissa.

__ADS_1


Bu Roh memberikan air putih pada Clarissa. Namun Clarissa termangu saja dan seolah pikirannya kosong. Bu Roh takut anaknya kembali seperti dulu. Selayaknya orang sakit jiwa dan kerjaannya hanya termenung saja dan sesekali menangis. Jojo masih didepan rumah memberi sedikit uang kepada para warga terutama situkang sayur yang kehilangan dagangannya akibat menghajar Edward.


"Bapak-bapak, ibu-ibu. Saya ucapkan terimakasih banyak. Saya mewakili Clarissa dan ibunya mohon maaf atas kejadian tadi. Maaf udah buat kekacauan. Dan terima kasih sudah mau melindungi mereka buat saya. Terima kasih sekali lagi." ucap Jojo dengan hormat dan membungkukkan badannya.


"Nak Jojo tenang saja. Kami warga disini akan selalu melindungi Bu Roh sekeluarga." ucap seorang bapak yng tak lain Rt kampung itu.


"Sekali lagi saya ucapkan terma kasih pak bu. Saya pamit kedalam. Assalamu'alaikum.." pamit Jojo.


"Wa'alaikumussalam..." balas semua warga yang ada disana.


.


.


.


.


.


.


.


like


comment


vote???


ayowlaa abang...tunjukkan kasih sayang abang ke kitaa...eeeaa😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2