
hingga akhirnya pelukan sisca terlepas dan antoni menuntunnya untuk duduk di ranjang, " aku tak berani membangunkan mu sayang makanya aku langsung saja pergi, maaf ya, " antoni meminta maaf sambil duduk bersimpuh di depan kekasih nya itu,
bukannya menjawab sisca hanya melirik kekasihnya itu, bahkan lirikannya seperti meminta penjelasan yang antoni bahkan belum mengerti, "maaf, " ucap antoni sekali lagi sambil mengatupkan tangannya,
sedangkan di seberang kamar yang lain maira hanya bisa menangis tersedu tanpa suara, " rasa sakit, " ucapnya sekali lagi,
maira tenggelam di bawah selimutnya, air matanya terus saja mengalir tanpa permisi walau pun menikah atas dasar perjodohan tapi begitulah perempuan ia begitu cepat untuk melabuhkan hatinya pada seseorang yang telah berstatus suaminya walau dasarnya tidak ada cinta di hatinya.
"kamu tega mas, " racau maira lagi, ia tenggelam dalam seribu keribu kesedihan yang ia rasakan, bahkan sedari tadi ponselnya berdering maira abaikan ia lebih memilih berlabuh dalam kesedihannya saat ini
masakan yang ia sediakan kini ia biarkan di atas meja tanpa tersentuh, "ma rasanya sakit banget ma, " maira semakin meracau sambil menangis tersedu sedu.
__ADS_1
hening, karena antoni membiarkan sisca duduk sendiri sedangkan dirinya memilih untuk berganti baju terlebih dahulu, sisca masih penasaran dengan pendengarannya di malam itu prihal antoni yang sudah menikah atau belum,"aku harus cari tahu malam ini, " ucapnya sambil berjalan mengelilingi kamar mantoni,
bahkan prihal pemecatan dirinya ia abaikan, mungkin sisca masa bodoh kali ya karena setiap bulannya atm nya pasti akan selalu mendapatkan kiriman uang dari antoni.
sisca berjalan sambil membuka laci dan nakas di kamar antoni, " tapi kenapa tidak ada tanda tanda ada poto pernikahan di kamar ini, " ucapnya sambil menutup laci,
"bahkan kamar ini sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah, " ucapnya lagi,
antoni keluar setelah sudah rapi berganti baju, " sayang, " ucapnya sambil mendekat ke arah sisca yang terlihat seperti seseorang yang penasaran,
antoni menggenggam lengan sisca dan menuntunnya jeluar dari dalam kamarnya tangan sisca meraih tasnya yang ada di atas ranjang antoni dan mengikuti langkah kaki kekasih nya itu sambil netranya melirik ke semua arah.
__ADS_1
hingga antoni menuntun dirinya untuk duduk di sofa tempat di mana sisca tadi duduk, " ada apa hem, " suara antoni sangat halus dan siapa yang tidak akan terpana dengan tampilan seorang antoni prajasa.
"aku hanya rindu, " ucap sisca namun netranya sedang mencuri curi pandang ke semua arah,
antoni menautkan alisnya tak biasanya sisca berbicara sambil menghiraukan dirinya,"sayang, " ucap antoni
"iya sayang, " balas sisca sambil tangannya memegang wajah antoni,
antoni tersenyum tapi mengapa di hatinya ada rasa bersalah yang ia tak mengerti," aku kenapa, " batinnya namun bibirnya tersenyum ke arah kekasih hatinya,
dan sialnya saat ini karena mungkin terlalu lelah menangis maira merasa dan harus keluar dari kamarnya karen air di atas nakasnya telas habis," aku malas, tapi aku haus, " ucap maira dan mau tak mau ia harus keluar dari selimut yang menggulungnya.
__ADS_1
dan sialnya baru saja membuka pintu dan keluar dari dalam kini netranya harus di kejutkan dengan pemandangan di depannya, suaminya dan kekasihnya sedang terlihat bercumbu mesra, jatuh sudah gelas yang ada di tangan maira dan hanya menyisakan pecahan pecahan kecil.