Janda

Janda
BAB 20


__ADS_3

**WARNING!!!!!


GUA EMANG UDAH DIATAS UMUR TAPI NULIS SESUATU KEK TAG MATURE GUA KURANG NGEH..


TYPO BERTEBARAN.


HARAP PAKAI SEATBELT.


JANDA ALIH STATUS AKAN TANCAP GASSSSS°°°°**


_________________________________________


Pagi saja belum terlihat namun Jojo bangun lebih dulu dari pada Clarissa. Dia menaikkan selimut dan mencium puncak kepala istrinya.


"Makasih ya sayang.." bisiknya namun Clarissa hanya menggumam dan masih tidak membuka matanya.


Hahahaha..


Lebih baik mandi dan lakukan sesuatu pada mantan suami kampret itu_-


Jojo mengambil ponsel dan menelpon asistennya.


"Ghani, gimana perkembangannya?" tanya Jojo.


"5 menit lagi bos. Siap eksekusi. Saham dari perusahaan tuan Edward berakhir tragis hingga menimbulkan kekacauan.." balas Ghani dari ujung telpon.


"Habisi dengan cara halus. Dan jangan sampai tercium bahwa kita yang melakukannya. Kau paham?" ujar Jojo memberikan ultimatum.


"Baik tuan.." jawab suara dari seberang sana.

__ADS_1


finally...you are death now Edward..


Jojo terlihat puas akan hasil kerja Ghani. Dan tersenyum puas.


__________________________________


Clarissa bangun dengan malas. Badannya serasa remuk. Akibat serangan dadakan Jojo yang membabi buta dan membuat dirinya lemas seharian. Sampai sampai dia sendiri tak sadar bahwa suaminya sudah pergi dari apartemen.


"Aduuuuh mau bangun aja susah. Gila aja sekali main tiga ronde. Ambruk beneran dah ya gusti..." keluhnya dan beranjak untuk mandi.


Ada hal lucu didalamnya. Bayangkan saja ya, doi kam udah pernah lahiran apa lagi normal bukan sesar jadi bisa aja dong rada longgar tapi itu ujung goa susah jebolnya.


"Serasa malam pertama beneran dah bused emang " gerutunya sambil berendam air hangat dalam bak mandi bukan bak cuci piring.


flashback on..


"Aduuuuh. Bang pelan dong.." jerit Clarissa.


"Ini udah pelan gimana coba. Pelan aja kamu kesakitan gimana kalo aku kencengin dikit.." ujar Jojo sambil sesekali mengatur nafas (ngos-ngosan sumpah gua_-)


"aaaaarrrrgh....."


Flashback off


Sambil mengendikkan bahu bahkan sesekali bergetar kencang. Clarissa sungguh tak menyangka bahwa sekuat itu stamina Jojo. Bahkan kalo dipikir lagi, mantan suaminya Edward hanya bisa melakukannya cuma 1x.


"Gimana nanti hari-hari gue yak. Amsyong dah.." keluh nya sambil sesekali meminum teh dan duduk di depan tv.


_________________________________________

__ADS_1


Braaakkkk....


"Apa-apaan ini. Saham kita mulai merosot. Bisa kau jelaskan padaku Edward.." sentak Tuan besar ayah dari Edward. Ali Zulkarnaen tak menyangka perusahaannya akan diambang kehancuran kerna ulah anaknya yang bodoh ini.


"Pa, ini semua bukan salahku. Tapi ini perbuatan Joshua anak dari Gerald Abraham itu pa. Aku ga salah " ujar nya membuat pembelaan pada dirinya itu


"Papa sudah tau semuanya Ed, lupakan Clarissa dan biarkan dia hidup tenang. Karna ulahmu dab istrimu yang brengsek itu kau jadi liar dan tak bisa ku atur. Akhirnya usaha yang kubangun dari nol ini jadi korbannya " tukas Pak Ali sambil sesekali memijit pangkal hidungnya.


"Bahkan orang kepercayaanku Umar. Sampai sekarang keberadaannya tak tau dimana. Aku sungguh cemas akan kondisinya.." ujarnya kembali menerawang langit-langit ruangan itu.


"Sudahlah pa, bisa saja ini semua gara-gara dia yang membelot dari kita. Aku yakin itu.." belum lagi akan melanjutkan kata-katanya Pak Ali menghampiri anaknya.


Plakkk....


sebuah tamparan keras melayang ke pipi mulusnya itu. Bukan hanya sakit dipipi tapi sakit juga dihatinya.


"Bahkan aku sangat mengenal Umar darimu jadi JAGA UCAPANMU.." sentak Pak Ali pada anaknya itu.


Merasa tak dihargai ayahnya dan merasa rendah dimata ayahnya. Edward tak bisa berkata-kata. Saat ayahnya keluar dari ruang kerjanya, anak sungai yang terdapat dipelupuk mata Edward membanjiri pipinya. Bahkan saat ini ayahnya hanya perduli pada Umar, oranglain yang bukan keluarganya bulan dirinya anaknya sendiri.


tbc


like


comment


vote???


gasss poll yaaahh

__ADS_1


__ADS_2