
kini status maira sudah resmi menjadi janda, janda kembang Dan janda ting ting itu adalah gelar baru maira saat ini, sedih sudah tentu maira sangat sedih dengan perceraian marah ia tak kuasa akan satu hal itu,
kini hari hari maira selalu di penuhi dengan menangis Dan bersedih bahkan dua hari ini ia tidak masuk kuliah, tuan Roy Dan nyonya alina juga bersedih melihat putrinya Yang tampak tak bergairah menjalani hari harinya,
"kenapa hari ini harus datang bahkan ketika aku tak memintanya, " gumam maira Yang kala ini sedang berada di dalam kamarnya sambil memeluk kedua lututnya,
maira bermonolog sendirian, "aku lelah, dan aku tidak mau jika terus terusan seperti ini ayo almaira anastasya kamu harus bangkit, " tekat maira sudah bulat ia kini beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,
"aku masih cantik dan tidak seharusnya aku terpuruk seperti ini, " ucap maira sambil memulai rotual poles memoles wajahnya,
"hay, " kini maira menapaki anak tangga terakhir dan menyapa ke dua orang tuanya yang tengah duduk di sofa sambil sama sama memijit pelipisnya,
__ADS_1
"sayang, " nyonya alina langsung bangkit tatkala mendengar suara anaknya, "kamu udah ga apa kan, " tanya nyonya alina sambil memeluk Putri tercintanya,
nyonya alina juga bersedih melihat anaknya yang beberapa hari ini hanya mengurung diri di kamar dan tak mau keluar walaupun sudah berjkali kali di bujuk,
"im ok ma, maaf maira membuat kalian hawatir, " maira tersenyum dan ikut duduk bersama orang tuanya,
tuan roy juga begitu ia memegang kedua tangan putrinya, " maaf, maaf karena papa yang membuatmu harus berada di posisi seperti ini, " ucap tuan roy suaranya seakan tercekl ia ingin menangis namun sebisa mungkin tuan roy menahannya,
tuan Gunawan menghapus secercah air mata maira yang hendak menetes, " maaf sayang, " tuan Gunawan langsung membawa tubuh putrinya ke dalam dekapaannya, " maaf maafkan papa, " namun maira terus saja menggeleng ia tak mau hanya dengan masalah seperti ini ke dua orang tuanya jadi menyalahkan diri,
nyonya alina ikut memeluk tubuh maira dari belakang sambil menangis, setelah acara maaf maaf berakhir kini maira sudah bisa tertawa lagi
__ADS_1
ting
dong,,
bell rumah maira berbunyi bik nah langsung berlari untuk membukakan tamu pintu dan segera menyuruhnya masuk ke dalam, " silahkan nona, " sapa bik nah ramah
"maira, " Nindia langsung berlari dan menghamburkan pelukannya, "lu kenapa, dua hari nggak masuk hah, " tanya nindia langsung tanpa basa basi terlebih dahulu dan tidak memberi salam kepada ke dua orang tua maira,
namun begitu tuan roy dan nyonya alina memang sudah tahu betul dengan sahabat sang Putri yang satu ini, dan kini mereka berdua di biarkan mengobrol maira lenih memilih mengajak nindia ke dalam kamarnya,
"lu kanapa sakit kok lu ga ngabarin gue lu ga tau gue itu hawatir banget tau, " nindia langsung melontarkan semua pertanyaanya bahkan ia belum pulang sama sekali ke rumahnya setelah pulang kuliah nindia langsung berangkat ke rumah maira,
__ADS_1
maira hanya tersenyum jika tidak cerewet bukan nindia Ayu namanya, " males kuliah ya jadinya libur dulu dua hari tapi besok masuk kok, " tutur maira sambil mencubit pipi nindi.