
hari ini Iqbal sudah berpakaian rapi tak lupa dirinya menyemprotkan parfume yang banyak ke seluruh tubuhnya, " hm, perfeck, " ucapnya Dan iqbal langsung keluar dari dalam kamarnya sambil tersenyum, entahlah apa Yang ada di dalam fikirannya saat ini,
,"tumben senyum senyum sendiri nanti kesmvet loh, " ucap bik yumna Yang sedari tadi memperhatiakan tuannya itu,
iqbal hanya tersenyum sambil duduk di kursi makan, bik yumna dengan senang hati melayani tuannya itu
"bik, iqbal ganteng ga hari ini, " entah mengapa pertanyaan itu tiba tiba saja terlintar dari mulut iqbal,
bik yumna memicingkan matanya sambil tersenyjm mendengar ucapan tuannya itu, " tumben banget nanya begitu nih yah setiap hari aden itu udah ganteng jadi tidak usah lagi menanyakan hal seperti itu, " jawab bik yumna sambil ikut duduk sarapan di samping tuannya,
memang selama ini jika Iqbal sedang makan pasti bik yumna yang menenamninya karena di rumah yang sangat luas itu Iqbal hanya tinggal bersama bik yumna asisten rumah tangga,
__ADS_1
Iqbal tersenyum mendengar penuturan bik yumna, " gini ya bik misalnya ya Iqbal nembak cewe apa Iqbal akan di terima ya, " ucap iqba sambi melepas sendok di tangannya dan menatap bik yumna dengan tersenyum,
"aden sedang jatuh Cinta, " bukannya menjawab pertanyaan Iqbal bik yumna malah mensugesti tuannya jika sedang jatuh Cinta
sedangkan Iqbal kini ia malah cengir sambil menutup matanya dengan telapak tangannya, "iya, " jawab iqbal sambil mengangguk,
"sama siapa den, cakep ga orangnya baik gak ," bik yumna langsung melontarkan beberapa pertanyaan,
"paket komplit bik, idah cakep anaknya baik juga, " ucap Iqbal smbil meneruskan sarapannya,
"semoga hari aden selalu bahagia, " doa bik yumna sambil menatap kepergian tuannya,
__ADS_1
Iqbal menaiki motornya dan melaju meninggalkan rumah besar yang belum pernah memberinya kebahagiaan,
sedangkan antoni yang semalaman tak bisa terlelap sedikitpun akibat kenyataan pahit yang kini telah ia telan, perempuan sebaik maira telah ia sia siakan dan malah ingin menjadikan sisca yang tak baik menjadi ratunya namun sayangnya belum sempat terjadi kenyataannya sudah terbongkar lebih dahulu, jeff tengah balik ke negaranya dan entah kapan ia akan kembali lagi,
kini antoni sudah bersip pagi ini ia akan pergi ke rumah maira dan meminta maaf memohon agar wanita itu mau memaafkannya dan mau kembali bersama dengan dirinya,
"semoga saja, " batin antoni dan dengan segera ia melajukan mobilnya dengan kencang,
dan benar saja saat ini antoni tengah berada di luar pagar rumah maira, "kenapa rasanya aku sangat takut untuk bertemu dengan dirinya," ucap Antoni Yang kini memegangi jasnya,
namun dengan tekad Yang bulan Antoni memberanikan diri turun dari mobilnya Dan menekan bel gerbang rumah maira tak Lama menunggu kini gerbang besar itu talah di buka oleh penjaga rumah maira, " mau cari siapa tuan," Tanya ramah sang penjaga,
__ADS_1
Antoni tersenyum kecut, " saya mau mencari yuan Roy bolehkah saya masuk ," ucap Antoni dengan tak kalah ramahnya,
penjaga tersenyum Dan memeprsilahkan Antoni untuk masuk ke dalam, Dan saat di ambang pintu dada Antoni kembali bergemuruh tak menentu ," semoga maira memaafkanku," batin amtoni sambil tangannya menekan bell rumah Yang bertengger di samping pintu.