
sisca masih mencoba bagaimana caranya untuk agar ia bisa menggugurkan bayi yang ada di dalam perutnya,"ah, sial kenapa otakku seperti tak bisa mencerna apapun saat ini, " sisca mondar mandir saat berada di dalam apartemennya,
ponselnya selalu saja berulangkali terdengar seperti menghubungi seseorang namun tak pernah kenerima jawaban, " ah, jeff kau harus tanggung jawab, " geram sisca bahkan kini ia sudah melempar ponselnya ke sembarang arah,
"Antoni, " tiba tiba saja sisca menjadi terdiam saat fikirannya menyebutkan nama antoni,
"ya, mungkin jalan keluarnya hanya antoni, " ucapnya kini,
sisca mulai menyusun rencana, " antoni sudah menikah, kenpa aku tak tahu itu semua terjadi sialan akan ku buat hubungan mu hancur dan di gantikan denganku, " tersenyum licik kini sisca mulai menyusun rencananya
__ADS_1
Malam sudah menyangsang begitu juga dengan antoni yang urusan di kantornya tak pernah habis habis, heh, " antoni sudah masuk ke dalam mobilnya sambil menghembuskan nafasnya kasar, sekertaris jordi yang menemaninya hanya bisa melihat tanpa tau bagaimana caranya meringankan beban tuannya,
mobil yang di supiri sekertaris jordi kini sudah melesat pergi meninggalkan perusahaan, bahkan saat di dalam mobil antoni masih saja di sibukkan dengan tab yang bertengger di tangannya, entah mengapa seakan antoni lupa dengan kekasihnya sisca pasalnya ia yang berjanji malam ini akan pulang ke apartemen milik sisca namun sayang jalur yang di ambil sekertaris jordi adalah jalur apartemen milik antoni, karrna memang fokus antoni hanya pada pekerjaannya.
mobil uang di supiri sekertaris jordi melaju dengan kecepatan yang berubah ubah membelah jalan raya yang masih ramai pengendara dengan sesekali kemacetan namun itu tak jadi masalah bagi seorang antoni,
mobil itu terasa hening karena fokus keduanya berbeda, jika yang satu di sibukkan dengan tabnya maka yang satunya di sibukkan dengan stirnya, tak ada waktu bagi seorang antoni untuk main main karrna waktunya lebih penting untuk kerja dan kerja.
"jor berhenti di depan, " ucap antoni yang di angguki sekertaris jordi,
__ADS_1
mobil kini sudah berhenti tepat di mana antoni memerintahkannya, " tolong ya kamu beliin saya martabak manis, " ucap antoni,
sekertaris jordi yang mendapatkan perintah langsung mengangguk dan keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah kedai yang menjual martabak manis,
"maira pasti suka, " batin antoni namun persekian detik ia menjadi terdiam dengan fikirannya sendiri,
"apa yang ku fikirkan, astaga, " bahkan antoni sampai memukul kepalanya sendiri merutuki fikirannya yang bisa bisanya nama maira yang terlintas,
shtt, bahkan kini antoni menjadi tak tenang, fokus antonk tiba tiba menghilang, jantungnya seakan berdentum keras di saat nama maira terlintas antoni menyandarkan punggungnya sambil memijit pelipisnya," mengapa akhir akhir ini jantungku seperti ini saat aku menyebut namanya, no tidak mungkin aku sukabpada maira ada sisca dan ya hanya ada sisca di dalam sini, " yakinnya pada dirinya sendiri
__ADS_1
sedangkan di luar sekertaris jordi masih menunggu pesanannya," tumben banget dia nyuruh gue pesen nih martabak, seabad abad lewat baru kali ini dia nyuruhnya, " dan rasa pebasaran kinis menyeruak di relung kalbu seorang sekertari jordi,
sudah menunggu beberapa menit kini pesannya sudah tiba, sekertaris jordi langsung pergi dan masuk ke dalam mobil, " ini tuan, " sekertaris jordi menyerahkan pesanan tuannya tak banyak bicara antobi hanya menerimanya sambil kembali memijat plipisnya.