Janda

Janda
eps 86


__ADS_3

Maira dan Ariel kini sama sama yerdiam dengan sesekilas Ariel tersenyum kecil, "mimpi apa aku semalam, " cicit Ariel yang masih bisa di dengar oleh maira, " hem, " sekilas Maira langsung melirik ke arah Ariel, "ya, aku baru dua hari balik ke indo dan langsung bertemu dengan dirimu," Ariel tersenyum manis,


Flashback On


"kita akhiri saja sampai disini Ra," Ariel menggenggam tangan maira dengan kuat sedangkan maira hanya mampu menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus saja mengalir, seragam SMA yang maira kenakan kini telah basah terjatuh oleh air matanya, Ariel Sebastian pacar sekaligus cinta petama Almaira anastasya kala itu dirinya baru minganjak kelas dua SMA,"kenapa, " hingga beberapa menit lamanya maira menangis kini ter dengan sudah suara sesegukannya, "aku harus pergi dulu untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi aku janji setelah kembali aku akan mencarimu, " Ariel berucap sambil menyelipkan anak rambut maira ke belakang telinga, tidak ada wanita yang tidak akan bersedih saat ditinggal kekasihnya,

__ADS_1


Ariel berdiri sambil melambaikan tangannya, " aku mencintaimu, " ucapnya kemudian Ariel pergi meninggalkan maira,


"aku Cinta sama kakak kenapa harus pergi mengapa tidak tinggal disini saja, " maira mengusap air matanya Cinta pertamanya pergi meninggalkannya demi sebuah cita cita.


maira meremas jemarinya kini ia canggung, seorang yang dulu sangat ia cintai kini ada di sebelahnya namun mungkin status mereka bedua saat ini telah berbeda, "hem" Ariel berdehem sedari tadi ia melirik maira namun sayang maira hanya menunduk sambil mengusap setetes air matanya, "kenapa, " tanya Ariel sambil hendak menggenggam tangan maira namun sayangnya maira langsung mengangkat tangannya," tidak ada," maira mencoba tersenyum, "terus kenapa menangis," ariel terus saja mencari celah,

__ADS_1


"sudahlah kamu tidak akan mengerti dengan masalahku dan baiklah aku harus pergi," ucap maira hendak berdiri namun ariel mencegah langkahnya," ra, apa kamu marah dengan ku," ariel kini menatap maira lekat sambil tangannya mengangkat dagu maira sehingga kini pandangan mereka bertemu, maira melepaskan tangan ariel dari dagunya," marah," maira tersenyum," untuk apa aku marah," maira berjalan mendahului ariel," jika tidak kenapa kamu harus menghindar, " Ariel kembali mencegah maira dengan meraih jemari maira, lagi lagi maira tersenyum, " masalahku sudah besar tolong jangan menambah lagi dan lepaskan tanganku riel, " ucap maira sambil mencoba menghempaskan tangannya,


Antoni memutuskan untuk kembali ke perusahaan miliknya sekretaris jordy masuk ke dalam ruangan presdir smbil membawa setumpuk berkas penting, " siapkan pesta pernikahan mewah untukku, " ucap antoni sambil tersenyum membuat sekretaris jordy menautkan keningnya, " pesta mewah, " ulang sekretaris jordy, " untuk siapa pesta mewah tuan, " tanya sekretaris jordy sambil meletakkan semua berkas itu di atas meja tuannya, "untukku, " jawab antoni sambil tangannya ia ketukkan di atas meja,


"untuk tuan? " sekretaris jordy menjadi bingung hingga netranya melotot, " jangan bilang tuan akan menikah dengan sisca, no tuan tapi maaf sebelumnya saya sangat tidak setuju jika tuan menikah dengan perempuan itu, " cecer sekretaris jordy dengan menggebu, antoni tersenyum miring sambil meletakkan pulpen di atas mejanya antoni berdiri, " maira, ya aku akan kembali menikah dengan istriku jadi tugasmu adalah mempersiapkan pesta pernikahan dengan semewah mungkin dan tugas pertamamu adalah temani aku datang kerumah maira malam ini, " ucap antoni dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2