Janda

Janda
eps 52


__ADS_3

"sayang, " suara itu begitu menggelegar di ruangan apartement antoni, bahkan maira bisa dengan jelas mendengar suara wanita itu.


"siapa dia, " ucap maira dan bangun hendak melihat siapa gerangan wanita yang datang malam malam begini dan berteriak memanggil sayang,


"sayang, " dan ya itu suara sisca, ia sengaja datang malam ini untuk membuktikan pendengarannya pada malam itu,


sedangkan antoni masih berada di dalam kamarnya lebih tepat nya saat ini ia sedang membersihkan dirinya di dalam kamar mandi dan mungkin saja ia tidak mendengar sisca yang memanggil dirinya,


"Antoni, " teriak sisca sekali lagi sambil mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu apartemen antoni,


heh, " sisca duduk sambil merebahkan tubuhnya diiringi hembusan nafas yang kasar, maira yang sudah sangat penasaran kini bisa melihat dengan jelas wanita yang saat ini duduk di sofa,


"apa itu kekasih mas antoni yang selama ini ia ceritakan padaku, " batin maira sambil terus melihat ke arah sisca dengan penuh seledik,

__ADS_1


"pantas saja ia bisa masuk tanpa harus mengetuk pi tu terlebih dahulu, " maira kembali berjalan ke arah meja makan sambil berdiri terdiam disana,


"tapi di sini aku yang istrinya dan dia sama sekali tak berhak atas suamiku, " batin maira sambil mengepalkan tangannya.


"mana sih antoni, " sisca sudah geram karena sedari tadi ia tak mendapat jawaban atas panggilannya," jangan bilang dia sedang bercumbu dengan istrinya, " sisca sudah bangkit dan langsung berjalan naik ke atas unruk ke kamar antoni,


Bahkan kini maira bisa melihat dengan jelas lagi sisca menaiki tangga, " apa se bebas ini dia keluar masuk sebelum kita menikah mas, " maira hanya bisa melihat dari sebelah dinding sambil berguman,


"dia suamiku, tapi dia sama sekali tidak mencintaiku," ucap maira lemas sudah kedua lututnya bahkan rasanya ia tak bisa untuk menopang tubuhnya sendiri.


sisca sudah sampai di depan kamar antoni, " awas saja jika kamu mencumbunya, " batin sisca sambil memgang gagang pintu, "ternyata pintunya tidak di kunci, " ucap sisca tersenyum,


"sayang, " panggil sisca sambil memasukkan sedikit kepalanya untuk mengintip terlebih dahulu., "kosong, " ucapnya dan langsung saja sisca masuk ke dalam kamar antoni.

__ADS_1


antoni yang tidak tahu kalau saat ini sisca berada di dalam kamarnya, langsung saja keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggangnya,


"sayang, " ucap sisca lagi sambil berlari memeluk kekasih hatinya itu, antoni yang baru saja keluar dari kamar mandi terkaget karena kini mendapati sisca sedang memeluk tubuh telanjangnya.


"sayang, kamu meninggalkan ku tadi pagi, " rengek sisca tanpa melepaskan pelukannya, " dimana wanita itu kenapa aku tidak melihatnya, " batin sisca sambil netranya nenari nari mencari sosok istri kekasihnya,


antoni berusaha melepaskan pelukan sisca namun sayang sisca terlalu erat memeluk tubuhnya, " sisca lepas, " ucap antoni,


"tidak mau," ucap sisca


"heh, " antoni sadar betapa keras kepalanya seorang sisca pradita namun sayang walaupun begitu antoni sangat mencintainya entah karena apa, sehingga antoni hanya bisa menghembuskan nafasnya.


maira yang melihat dari balik pintu kamar antoni hanya bisa menangis tanpa tau harus berbuat apa sekarang, hatinya sakit matanya perih melihat semua yang terjadi depannya, " ku kira tidak sakit, tapi ternyata rasanya lebih sakit dari yang ku bayangkan, " ucap maira lalu pergi meninggalkan kamar antoni dengan seribu kehancuran hatinya,

__ADS_1


__ADS_2