
perut sisca semakin bergejolak tatkala makanan yang di kirim antoni memasuki peritnya, uekk ,, sisca kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan makanan yng baru saja masuk ke dalam perutnya,
"apa yang terjadi kepadaku kenapa aku selalu muntah muntah seperti ini, " ucap sisca sambil memijit pelipisnya, kepalanya semakin pusing dan sakit,
sisca kembali ke kamarnya dan duduk berbaring di atas ranjangnya, nafsu makannya sudah hilang padahal baru satu suap saja yang masuk bahkan tadi sampai kekuar lagi,
"jeff, kemana saja dia, " bahkan kini sudah dua hari jeff menghilang tanpa memberi dirinya kabar,
…………
sedangkan kini di kampus jeff sedang tersenyum sambil matanya terus saja menatap wanita cantik yang duduk di barisan ke dua,
"ayo senyum, " gumam jeff sambil bibirnya tersenyum lebar menghadap maira,
sedangkan maira ia tak tahu sedari tadi di tatap karena kini otaknya sedang tak fokus pada dunianya,
__ADS_1
"sakit ya, " ucap nindi sambil tangannya bergerak menempel di kening maira,
"tapi lu gak panas, " tutur nindi lagi sambil melepaskan tangannya,
"atau lu lagi galau gitu, tapi masa sih ge gara gue ngambil bunga yang di kasi iqbal ke elu, elu jadi kek gini, " cerocos nindi sambil berbisik di telinga maira,
maira langsung mengangkat pandangannya dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang sama sekali tidak bersahabat, "kamu ya, " ucap maira sambil mencubit lengan nindi saking kesalnya dengan perkataan sahabatnya itu,
"auh, sakit tau, " ucap nindi namun ia kini malah menghamburkan pelukannya sambil cengir ," sorry deh, " ucapnya lagi,
yah dia adalah lidia, yang sedari awal sangat tidak suka dengan kehadiran maira, karena maira, lidia selalu di tolak puluhan kali oleh iqbal,
apalagi tadi pagi ia melihat adegan yang mungkin terkesan romantis karena iqbal datang dengan membawa setangkai bunga mawar untuk ia persembahkan kepada maira, namun sayang adegan itu harus gagal karena nindi merebutnya, "ahhhhh, " batin lidia menjerit tak terima dengan perlakuan romantis iqbal untuk maira,
"awas aja lu, " geram lidia,
__ADS_1
"awas aja lu ya, gue masih gedek banget ama elu, " kini giliran iqbal yang berbisik di telinga nindi,
dengan reflex nindi langsung mengangkat kepalanya dari bahu maira dan dengan segera menghadap ke iqbal,
"ih, Bodo amat emang gue peduli ga kali, weekk," bahkan nindi menjulurkan lidahnya mengejek oqbal yang duduk di belakangnya,
"pengen gue pites pala lu ya lama lama, " geram iqbal
"lu budek yak, gue ga peduli kalau lu mau pites nih pites aja, " bahkan kini dengan seenaknya nindi mentertawai iqbal,
sedangkan maira ia malah tertawa mendengar perdebatan kecil dua orang yang berada di samping dan di belakangnya,
"aku heran deh sama kamu ra, bisa bisanya nerima ni cewek jadi temen kamu, " ucap iqbal sambil tersenyum manis ke maira
"plakkk, " dengan gerak cepat nindi memukul lengan iqbal, " lu ya, ihh, awas lu ya ," saking geramnya bahkan nindi sampai melupakan kata kata yang akan ia lontarkan kepada iqbal, bahkan ia sampai membuang tinjunya ke arah udara,
__ADS_1
"weeekk, " kini giliran iqbal yang meledek nindi,