Janda

Janda
eps 84


__ADS_3

antoni merebahkan tubuh tubuh maira di atas ranjang king size, " mari kita mulai, " antoni tersenyum miring sambil membuka kancing kemeja yang ia gunakan, " stop mas, aku ga mau ini dosa mas, " maira menangis sambil menahan dada bidang antoni dengan kedua tangannya, " ayo kita menikah lagi, " ucap antoni sambil menghentikan gerakan tangannya,"aku tidak bisa, " sambil menggeleng maira membuang pandangannya ke arah lain ia sama sekali tidak berani menatap antoni,


antoni menghela nafasnya, " kenapa, kenapa kamu tidak mau kembali bersamaku, " suara antoni tiba tiba saja meninggi maira yang mendengarnya menjadi gemetaran ia sungguh takut, "hikss, lepaskan aku, " maira berusaha untuk duduk namun antoni lebih dahulu menghumpit tubuhnya, "no, aku akan lakukan berbagai cara agar kamu bisa kembali termasuk ini, " antoni dengan tidak sabaran ia merobek bajunya sendiri dengan penuh amarah raut wajahnya susah tak bisa di tebak sedangkan ponsel maira terus saja berdering sedari tadi tak berhenti,

__ADS_1


"ada apa denga maira, " sedangkan di sebarang sana Iqbal tiba tiba saja merasa khawatir padahal ini bukan kali pertamanya maira mengabaikan panggilannya,


nindia kini ia sudah di lepaskan bahkan kini ia sedang makan bersama dengan keempat suruhan antoni, "yaampun enak banget," ucap nindia sambil menandaskan makanannya, "apa anda mau lagi, " seru ale bertanya kepada nindia, sedangkan nindia yang di tawari ia mengangguk sambil mengangkat piringnya, ale hanya tersenyum sembari kembali memesankan makanan untuk nindia,

__ADS_1


"Lepas, aku sudah susah payah membuat kamu ada di sini dan sekarang kamu mau aku lepaskan, bisa juga aku melepaskanmu tapi setelah permainan kita selesai sayang dan setelah ini aku berjanji, aku tidak akan menemui kamu lagi, " wajah antoni kini terulur maju mendekat ke arah wajah maira, "ia mas ia, " maira langsung menjawab ia, antoni yang mendengarnya tersenyum menang di dalam hatinya, "apa aku tidak mendengar ucapanmu, " antoni mengangkat wajahnya sambil duduk di dekat maira, sedangkan kini dengan gerak cepatnya maira langsung duduk dn memperbaiki bajunya, "ia mas aku mau kembali," akhirnya mau tak mau maira harus meng iyakan tawaran antoni ia merasa sangat takut dengan apa yang akan di lakukan antoni terhadapnya, antoni tersenyum, "akhirnya, baiklah kalau begitu nanti malam aku akan datang menemui kedua orang tuamu dan kamu jangan coba coba membohongiku, " antoni mengangkat dagu maira,


"apa ini jalur hidupku, " batin maira, " kenapa akhirnya aku harus kembali denganmu, " maira kembali menangis tanpa suara, "sayang apa aku menyakitimu, " suara antoni melembut tangannya terulur mengusap air mata maira, "aku tidak ingin ada air mata jadi jangan coba coba menangis di hadapanku ," antoni dengan lancangnya mencium kening maira,

__ADS_1


masih dengan mengkat dagu maira, antoni tersenyum sambil mengucapkan kata, " maafkan aku atas semua yang telah terjadi, aku buta seakan tak melihat hadirmu dulu maafkan aku yang tanpa sebab tiba tiba mengucapkan kata talak semua itu salah ku aku berdosa padamu dan sekarang kizinkan aku menebus semua salahku izinkan aku kembali memilikimu, tatap aku, " ucapan antoni terdengar begitu tulus tapi aira lagi lagi tak berani membuka matanya,


__ADS_2