
sisca meringis, seharian ini perutnya tak bisa di ajak untuk berkolaborasi, ia selalu mual dan harus mengeluarkan seluruh isi perutnya padahal dari pagi sisca bahkan tak dapat memakan sesuatu apapun itu,
"shhht, " tangannya semakin kencang memegang perutnya, bahkan orang yang ia tunggu tak kunjung datang untuk menemaninya, sudah puluhan kali ia hubungu tapi sayang panggilannya tak kunjung di jawab, bahkan ribuan kali juga notif ia kirim namun tak kunjung ada balasan,
"Antoni, " teriak sisca di dalam kamar apartementnya, ia hanya sendirian di dalam jeff juga sudah ia hubungi tapi sayang ponselnya ia nonaktifkan, "sial kemana jeff sebenarnya, " sisca tambah geram.
lagi dan lagi, perutnya kembali bergejolak dengan langkah gontai sisca berjalan kembali ke kamar mandi,
oeek,
mulutnya kembali mengeluarkan cairan yang sungguh terasa sangat pahit, sisca duduk terdiam di dalam kamar mandi pasalnya bangkit pun rasanya ia sudah tak mampu,
lama sisca menunggu akhirnya bell apartement berbunyi, "Antoni, " batin sisca menebak ia malah maksakan tubuhnya untuk bangkit kembali melihat apakah benar itu antoni atau tidak.
__ADS_1
dan tetap seperti apa yang di katakan batinnya, setelah membuka pintu sisca bisa melihat antoni dengan senyum di bibirnya namun sayang penampilan antoni malam ini sudah terlihat acak acakan dengan pakaian kerja yang masih melekat di tubuhnya,
"sayang, " ucap lisa dengan nada yang sangat lemah dan menyuruh antoni masuk ke dalam,
antoni hanya menurut, ia memasuki apartemsnt sisca dan mengikuti langkah kaki kekasihnya ke dalam,
"brukk,
sisca menjatuhkan tubuhnya di atas sofa karena merasa tak sanggup berjalan, "masih sakit, " tanya antoni yang berjongkok di depan wajah sisca,
antoni mengangguk ia meleoaskan tangannya dari dekapan sisca dan mulai menggendong kekasihnya masuk ke dalam kamarnya,
"ini tidak di makan, " ucap antoni yang melihat makanan yang ia beli hanya tersentuh sedikit saja,
__ADS_1
sedangkan sisca ia membuka sedikit matanya," tidak bisa masuk, perutku mual," ucalnya dan kembali menutup matanya,
antoni hanya mengangguk ia melepaskan jasnya dan duduk di sisi sisca dengan tangan yang terus membelai rambut sisca.
bukannya tenang hati antoni malah cemas namun ia belum mencerna kenapa rasa hatinya seperti ini, "ada apa denganku, " batin antoni.
seharuanya ia merasa tenang karena saat ini bersama orang yang ia cintai, namun kenapa ini malah terbalik hatinya tak kunjung menunjukkan rasa ketenangan malah ia hanya memberi rasa cemas yng luar biasa,
……………
berbeda halnya dengan maira, jika saat ini antoni di rundung rasa cemas dan gelisah, maira malah merasa sedikit bahagia ya walau tak menutup kemungkinn hatinya juga sedikit cemas, " apa mas antoni udah baca note book nya ya, " batin maira.
maira saat ini sedang berada di rumah orang tuanya, sudah lama rasanya ia tak bertemu dengan orang tersayangnya membuat ia sedikit mellow,
__ADS_1
dan saat pulang ia langsung mendekap dua orang tersayangnya, dan saat ini pula ia tertidur dalam dekapan mamanya padahal dia sudah menikah, namun itu semua tak jadi masalah apapun akan di lakukan seorang ibu untuk anaknya,
"suami kamu tahu jika kamu pulang nak, " ucap maya sambil mengelus rambut anak tersayangnya dan maira hanya mengangguk menjawab pertanyaan mamanya