
Antoni sudah bersiap, pagi ini ia ada meeting penting dengan jeff yang sama sekali tak bisa ia wakilkan, dalam hati antoni ia seperti tak mau meninggalkan sisca sendirian namun ia juga tak bisa egois dengan tanggung jawabnya.
"sayang, aku tinggal dulu ya, " bisik antoni di telinga sisca yang masih terlelap
tanpa menunghu sisca terbangun antoni kini pergi mwninggalkannya, namun entah kenapa perasaannya menyuruh nya untuk pulang ke apartemennya terlebih dahulu,
antoni memutar mobilnya dan melaju ke arah apartemnnya, antoni memarkirkan mobilnya di saat sudah sampai di halaman apartemennya, ia mulai memasuki lift untuk membawanya menuju kamar miliknya.
thing,
lift terbuka antoni melebarkan langkahnya dan masuk ke dalam apartemennya, sepi dan tidak ada siapapun di dalamnya" maira mungkin saja sudah berangkat, " Batinnya dan antoni langsung memasuki kamarnya di lantai atas,
Baru saja antoni sampai di amabang pintu ia audah di suguhkan dengan sebuah lembaran note book yangenempel di pinru kamarnya,
"Mas, aku nginep di rumah mama, jangan lupa makan malam ya, " isi coretan lembaran note book yang bertengger di pintu kamarnya,
__ADS_1
antoni mengambil note book itu sambil tersenyum, namun entah apa yang membuatnya tersenyum,
antoni memasuki kamarnya dan bergegas mengganti bajunya dan kembali meninggalkan apartemen nya,
sedangkan di seberang sana, sisca mulai terbangun karena perutnya kembali terasa tergoyak, memuntahkan kembali isi perutnya, " ah sial," umpatnya di dalam kamar mandi
sisca memilih langsung membersohkan tubuhnya dan hari ini ia harus pergi ke suatu tempat untuk membuktikan prasaannya ini,
"ini tidak mungkin, ya mungkin aku hanya sedang masuk angin saja, " ucap sisca meyakinkan dirinya,
tak menunggu waktu lama kini sisca sudah memasuki mobil yang telah ia pesan dan langsung pergi meninggalkan apartemennya
"semoga saja, " sisca meremas jemarinya di dalam mobil, hatinya sudah ketar ketir rasa takut sudah menghampiri relung hatinya, "ah, sial, kenapa aku gugup sekali, " sisca bergumam sambil mengjbaskan tangannya mencoba mencari pasokan udara.
"panas mba, " tanya si supir yang melihat sisca mengibaskan tangannya dari spion mobilnya, terlihat tangan si supor menaikkan suhu ac mobilnya.
__ADS_1
perjalanan yang di tempuh sisca tak membutuhkan waktu berjam jam, sedari tadi ia sibuk menggerutui dirinya sambil tangannya sibuk mengotak atik ponselnya, " sial kau jeff, " gerutunya,
saat ini sisca sudah berada dan berdiri di depan klinik, "masuk, tidak ya, " batinnya hatinya semakin menjerit, tak terpungkiri rasa takutnya semakin menjadi peluh yang mengaliri dahinya semakin membanjir,
"ayo sisca, aku yakin kamu hanya masuk angin saja, " batinnya lalu kakinya mulai memasuki lobby klinik,
"dengan ibu sisca, " tanya resepsionis,
sisca memang sebelum berangkat sudah membuat janji temu terlebih dahulu sehingga saat ia sampai namanya langsung di panggil.
sisca memasuki ruangan dokter dan langsung membaringkan dirinya di atas bad, dokter yang bertag name Arina itu langsung memeriksa ke adaan sisca dengan semua penjelasan yang di lontarkan sisca untuk dokter Arina,
Dokter Arina tersenyum saat sudah selesai memeriksa ke adaan sisca, "selamat, ibu sedang mengandung jadi untuk ke depannya ibu sisca harus menjaga pola makan serta harus istirahat yang teratur, hindari pekerjaan berat, dan untuk pemeriksaan selanjutnya di harapkan ibu di temana sang suami, " ucap dokter Arina sambil menuliskan resep untuk sisca,
degh, perkagaan dokter arina membuat sisca diam dan tak bisa berkutik, " tidak ini pasti tidak mungkin, " Batin sisca
__ADS_1