
antoni kini membanting semua barang barang yang ada di apartemennya, ia marah dengan kebodohan yang dia lakukan sendiri, " bisa bisanya aku tertipu, ahhh, " antoni berteriak dengan suara yang sangat keras kini hanya tinggal penyesalan,
antoni beranjak berlari menuruni anak tangga dan langsung memasuki kamar di mana maira tertidur, "maafin aku ra, maaf, " ucap antoni yang kini mengitari masuk ke dalam kamar maira ia sentuh setip incinya hingga semua laci ia buka dan kini netranya menangkap sebuah buku dairy ia raih dan antoni duduk di atas ranjang sambil mulai membuka lembaran buku diary yang ada di tangannya,
"maaf, " ucap antoni kembali setelah membaca lembaran pertama isi diary dan memang hanya sebait kata tidak ada lagi yng lainnya,
"aku harus bisa mendapatkanmu kembali apapun caranya, " tekat antoni dan katakanlah saat ini antoni begitu egois.
setelah menceritakan semua masalah hidupnya kini maira sudah merasa sedikit tenang dan ia bisa tersenyum lagi, "maaf ya, " ucap maira sambil menggenggam tangan nindia sahabatnya, "maaf karena aku menyembunyikan hal ini padamu, " maira tersenyum,
sedangkan nindia ia malah mendekap tubuh maira dengan erat sambil menghela nafasnya, " tidak mengapa, " ucap nindi, sedangkan Iqbal kini diam mematung setelah mendengarkan cerita maira dengan sangat rinci, bukannya berkurang Cinta Iqbal malah semakin bertambah
__ADS_1
"tapi sekarang kamu mau kan jadi pacar aku ra, " ucap Iqbal yang berhasil membuat dua orang berpelukan itu menoleh ke arahnya
maira melerai pelukannya ia kini menatap Iqbal sambil tersenyum, ' aku sekarang adalah janda, " ucap maira yang hendak berdiri ingin pergi dari tempatnya berada sekarang
namun sebelum itu Iqbal malah menahan maira ia tarik kembali lengan maira sehingga ia kembali duduk di tempatnya, " aku tidak masalah dengan statusmu yang harus kamu tau aku mencintaimu lebih dari apapun dan aku tulus akan hal itu,' tatapan iqbal seakan tak menunjukkan sisi bohongnya
"cihhh, " nindi sampai berdecih mendengar ungkapan cinta iqbal untuk sahabatnya maira,
"tidak ada Yang lebih dari kamu, aku cinta sama kamu Dan please terima aku ya, " bahkan kini iqbal sampai menggenggam erat tangan maira,
maira melepaskan tangannya ia tersenyum hangat, " masih banyak Yang lain, " ucap maira Dan langsung pergi meninggalkan iqbal sendiri bersama nindia,
__ADS_1
"lu baik baik aja kan, " Tanya nindia Yang menghentikan langkah mereka berdua,
"gue baik kenapa emangnya, " jawab maira,
nindia menghela nafasnya ia kembali menuntun maira untuk duduk di salah satu bangku yang berada di bawah pohon mangga halaman kampusnya, " gara gara ini ra gue jadi takut buat merid, " ucap nindia sambil netranya menatap lurus ke depan,
maira tersenyum namun tidak dengan hatinya yang saat ini masih meringis mengingat semua hal yang menimpa dirinya beberapa bulan silam, " nasib seseorang itu berbeda bukan karena gue nikah terus berujung begini elu juga bakal ngerasain hal yang sama, " ucap maira
"tapi tetep aja ra gue takut banget, apalagi lu bilang mantan elu itu ga bisa ninggalin masa lalunya gue takut banget, " kini nindi menatap sahabatnya itu dengan lekat,
maira menghela nafasnya berat, " kalau gue bisa milih gue juga ga mau berada di hal sulit seperti ini, " ucap maira yang merebahkan kepalanya di bahu nindi.
__ADS_1