Janda

Janda
eps 78


__ADS_3

maira sudah selesai dengan semua ritualnya termasuk mandi, ia duduk diam di depan cermin sembari menyisir rambutnya, duduk diam terbengong maira memikirkan sesuatu hal Yang tiba tiba mengganjal di benakkanya, "ada apa dengan mas Antoni, " fikir maira,


"mengapa dia tiba tiba datang, " kembali berperang dengan fikirannya sendiri maira menatap dirinya sendiri di hadapan cermin, " aku sudah tidak peduli dengan semua tentang mu mas, " ucapnya Dan maira kini berpaling meninggalkan di mana tempatnya duduk saat ini, ia menyinggap gorden besar jendelanya menatap ke arah langit Yang bertaburan banyak sekali bintang bintang di atas sana, malam memang baru saja datang menyangsang mengganti sang matahari,


terbuai akan hanyalannya memikirkan pasal Antoni Yang kini datang Dan menemui kembali orang tuanya, bahkan maira masih ingt betul saat hari di mana antoni menjatuhkan talaknya tanpa ada sepatah kata penjelasan tentang perceraiannya, " dulu aku sudah berusaha melapangan hatiku berpasrah diri dengan apa Yang sudah terjadi kepadaku, namun apa semuanya kini sia sia aku menjadi janda di saat aku tidak menginginkannya, walaupun begitu aku masih ada sedikit rasa syukur yaitu kamu sama sekali belum menyentuhku mas, " ucap maira dengan tatapan lurus menerawang


"sayang, " ucap nyonya alin sambil mengetuk pintu kamar anank tercintanya, maira tersentak mendengar panghilan mamanya, "iya, " buru buru ia menjawab Dan berlari membuka pintu kamrnya,


"kita makan dulu, " nyonya alina tersenyum maira menarik gagang pintu Dan menutupnya kembali di bawah sana ada tuan Roy Yang susah stay menunggu di meja makan, sesuai dengan praturan meja makan hening hanya suara sendok Dan garpu Yang terdengar,

__ADS_1


"maira sini dulu nak, " cegat tuan Roy saat melihat maira menaiki anak tangga, maira berbalik arah Dan berjalan ke arah sofa di mana sang papa duduk bersandar,


"apa kamu mencintai Antoni, " maira terdiam mendengar ucapan papanya,


"kenapa papa tiba tiba bertanya seperti itu, " jawab maira sambil menatap wajah papanya,


maira haya menggeleng sambil tersenyum, "saat ini maira hanya ingin fokus untuk menyelesaikan study Yang maira jalani saat ini Dan untuk cinta maira hanya mencintai mama Dan papa saat ini Dan bukan orang lain, " ucap maira sambil menggenggam tangan papanya, nyonya alin yang berjalan sambil membawakan kopi untuk suaminya menjadi terharu mendengarkan ucapan putrinya,


"sayang, maafkan mama Dan papa Yang membuatmu harus terjebak seperti ini, " nyonya alina langsung memeluk putrinya, "No, ini bukan Salah siapapun semua ini adalah takdir maira maka dari itu maira harus bisa menghadapinya, " maira membalas pelukan mamanya,

__ADS_1


sesi bersedih telah usai maira kembali ke dalam kamarnya ia meraih ponselnya Yang berada di atas meja beberapa panggilan masuk tidak terjawab, " nomor baru,siapa ini," batin maira namun maira hnya acuhmerasa tidak mengenali nomor yang menghubunginya, maira meletakkan kembali ponselnya dan memilih berbaring di atas ranjang,


"aku menunggu hal indah yang akan menjumpaiku setelah ini," ucap maira sambil tersenyum,


"biarlah masa lalu itu menghilang, aku mungkin tidak bisa dan tidak akan pernah melupakannya maka dari itu akan ku buat sebagai pelajaran berharga dan ku jadikan guru terbaik di masa yang akan datang," ucap maira lagi,


drttt,


ponsel maira kembali berdering buru buru ia bangun dan meraih ponselnya,"siapa ini," ucap maira namun dirinya belum menjawab panggilan masuk yang menghubungi dirinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2