Janda

Janda
eps 47


__ADS_3

reno memegang bahu maira dan menuntunnya berjalan ke arah di mana iqbal berada, "Abang, kenapa yang di pengang maira bukan aku, " rengek nindi sambil menarik baju reno dari belakang.


"Diem lu diem, " sentak bastian sambil mencengkram tangan nindi dari belakang,


"ih, apaan sih lu, atau jangan jangan lu suka lagi sama gue, " ucap nindi sambil menunjuk bastian dengan jari jari mungilnya,


"idiiih, sakit lu ya, " ucap Bastian dan langsung berjalan cepat meninggalkan orang orang di depannya.


"Abang, " ucap nindi lagi sambil kembali menarik baju reno dari belakang.


"kamu mau bawa aku ke mana, " ucap maira yang tiba tiba saja menghentikan langkahnya,


Bukannya menjawab reno terus saja menuntun maira ke tempat di mana iqbal berada, "reno, jawab aku, " ucap maira lagi namun tetap saja reno hanya diam sambil tersenyum.

__ADS_1


setalah lama menunggu kini iqbal bisa tersenyum lebar tatkala netranya dengan cepat menangkap kedatangan seorang perempuan yang sedari tadi ia tunggui,


iqbal langsung berdiri sambil mencium sebuket bunga yang ada di tangannya.


reno memberhentikan langkahnya saat sudah sampai di depan iqbal, dengan segera iqbal berlutut di depan maira, sedangkan maira yang merasa kebingungan kini malah memundurkan langkahnya ke belakan.


namun dengan sigap iqbal memegang sebelah tangan maira, " ra kamu maukan jadi pacar aku, " ucap iqbal langsung sambil menyerahkan sebuket bunga mawar yang sedari tadi berada di tangannya,


maira terkejut bukan main mendengar ucapan iqbal, "maukan ra, " ucap iqbal kembali.


tak tahukah iqbal bahwa sanya maira telah menikah? oh iya lupa othor sengaja kan ga ngasih tahu mereka semua bahwa maira udah nikah sorry ya 🙏


sebenarnya bisa saja maira mengatakan dirinya sudah menikah, namun ada tapi yang harus ia sembunyikan terlebih dahulu,

__ADS_1


masih masih terbungkam dengan seribu fikiran di kepalanya, "maira maukan jadi pacar aku, " ucap iqbal kembali dengan tangannya mengayunkan tangan nameera yang ia ngenggam dengan bibir yang setia tersenyum manis,


"maaf, " ucap maira lalu berlari begitu saja setelah menghempaskan tangan iqbal,


"maira, " teriak iqbal dengam kencang, bunga yang ada di tangannya jatuh begitu saja,


"maira itu ga suka sama elu begok, " sentak nindi yang dari tadi hanya diam saja namun tetap bergelenjot manja di samping reno


nindi ikut berlari mengejar maira yang kini pergi menggunakan mobilnya dan entah kemana tujuan yang akan ia tuju saat ini, dadanya terasa sesak mendengarkan ucapan seseorang yang ia anggap sebagai temana,


"Maira, " Nindi berteriak dan mengikuti mobil maira yang sudah pergi jauh.


"aaa, apa gue di tolak, hah, " iqbal berteriak sambil tersenyum miris, " gue di tolak men, " ucapnya lagi di depan bastian dan reno,

__ADS_1


"lo liat, maira pergi apa dia nolak gue, tapi apa yang membuat dia nolak gue," bahkan aksi iqbal di vidiokan oleh teman temannya yang melihat langsung kejadian ini,


"lu gak usah kaya gini, elu belum di tolak dan mungkin aja maira lagi syok karena lu tiba tiba nembak dia di depan banyak orang kaya gini men, kan elu tau sendiri maira itu orangnya kaya giman, " reno mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu sedangkan bastian ia memilih diam sambil menepuk bahu iqbal.


__ADS_2