
"bagus, " ucap sisca setelah mendapatkan potret mesra dari dua orang suruhannya itu,
"selamat bercerai sayangku, " ucap sisca lagi dengan gembira dan kini ia mengambil ponsel suruhan wanitanya dan mengirimkan poto mesra tersebut kepada antoni.
semuanya sudah beres sisca dan orang suruhannya telah meninggalkan apartemen antoni, "aku tak sabar menunggu kabar gembira, " batin sisca ia tersenyum penuh kemenangan,
……
hari ini maira teramat sangat malas untuk masuk ke dalam kelasnya padahal ia sudah berada di parkiran kampus, maira lebih memilih duduk diam di dalam mobilnya dengan seribu pemikiran di kepalanya,
beribu kali ia hembuskan nafas kasarnya sambil kepalanya memikirkan cara yang terbaik bagaimana cara menghindari iqbal saat ini,
"ah, " maira memukul stir mobilnya, merasa kebingungan dengan langkah selanjutnya dalam hidupnya, "aku harus apa, " batinnya menjerit ingin terbebas dari semua masalah yang ia alami saat ini, dan entah mengapa kini lerasaannya tiba tiba merasakan ketakutan yang teramat dalam, "aku kenapa, " ucapnya sambil memegang kepalanya,
"kenapa perasaan ku jadi tidak enak seperti ini, " ucap maira lagi dengan seribu kebingungan yang ia rasakan lagi,
__ADS_1
maira mencoba merilexasikan dirinya, dengan cara menarik nafasnya pelan berharap perasaannya kembali normal lagi seperti sebelumnya,
thing,
thing,
lamunan maira kini buyar karena ponselnya yang seperti menerima banyak notif, maira meraih ponselnya mencari tahu notif apa yang kini memenuhi pemberitahuannya, dan baru saja maira membukanya ia kini menganga dengan semua yang ia lihat,
"siapa yang telah merekamnya, " ucap maira sambil melihat betapa iqbal sangat terpekul setelah mendengar penolakan dirinya,
"maaf, maafkan aku iqbal," ucap maira dan ia kini memberanikan dirinya untuk turun dari dalam mobilnya,
"bisakah aku menghilang dari belahan dunia ini, " ucap maira sambil tersenyum miris,
"hey, " maira kini terkejut akibat nindi yang tiba tiba entah dari mana dan dengan tanpa berdosanya menepuk hlbahu maira daru belakang,
__ADS_1
"astaga nindia ayu," maira sedikit berteriak sambil memegang dadanya karena terkejut,
"kemana aju elu kemarin, hah, lu tau gue itu cari elu ke semua tempat bahkan gue nangis tau gak waktu gue ngeliat ada perempuan tabrakan dan gue kira itu elu, " oceh panjang lebar njndi karena kesal,
"dan satu lagi semalem gue telponin elu kenapa ga di angkat hah, " kembali nindi melayangkan protesnya panjang lebar bahkan ia tak memberi jeda untuk maira menjawabnya,
bukannya langsung mejawab maira malah memberhentikan langkahnya dan menatap sahabatnya itu, " im sorry, " ucap maira sambil tangannya mencubit pipi nindi sahabatnya,
………
disaat fikirannya lagi kacau balau dan bahkan kini antoni sedang melamun jauh meninggalkan jati dirinya,
thing,
lamun antoni harus buyar tatkala mendengar ponselnya berbunyi, satu notif yang masuk ke dalam ponsel antoni,
__ADS_1
merasa iseng walaupun saat ini di depannya ada puluhan berkas yang belum ia selesaikan namun karena mod nya sedang galau antoni lebih memilih memainkan ponselnya,
dan betapa terkejutnya seorang antoni tatkala netranya membulat melihat sebuah gambat yang di kirimkan oleh seseorang yang antoni tidak mengenal nomor ponselnya,