Janda

Janda
eps 57


__ADS_3

"apa apaan ini, " geram antoni melihat gambar yang ada di ponselnya, seorang wanita dan lelaki terlihat sedang berciuman mesra di depan pintu apartemennya,


fokus kerja antoni sudah hilang, gambar yang ada di ponselnya itu kini ia yakini bahwa itu adalah maira istrinya," berani beraninya dia berbua sepetti ini di depan apartemenku sendiri, " geram antoni,


ia kini menyambar jasnya dan pergi meninggalkan ruangannya, " tuan anda mau kemana, " ucap sekertaris jordi yang melihat tuannya kekuar begitu saja menghiraukan dirinya,


"mana kunci mobilku, " ucap antoni berbicara dengan sekertaris jordi,


"tuan mau kemana biar saya antar," sekertaris jordi kini berdiri dan hendak berjalan mendahului tuannya,


"diam di tempat, aku pergi sendiri, handle semua pekerjaan, batalkan semua janji hari ini aku sedang tidak ingin menemui siapapun, " ucap antoni lalu pergi begitu saja, meninggalkan sekertaris jordi yang masih diam berdiri.


"apa yang terjadi, " batin sekertaris jordi penasaran, karena tak seperti biasa antoni bersikap demikian,


sekertaris jordi memilih kembaki duduk dan mengerjakan semua pekerjaannya namun tak di pungkiri di benaknya masih menyimpan rasa penasaran dengan sikap tuannya hari ini.

__ADS_1


antoni membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan keras, dadanya bergemuruh rahangnya mengeras tangannya mengepal dia marah hanya karena satu buah gambar yang ia terima,


"jadi begini sifat aslimu, " batin antoni kini mobilnya sudah berlalu meninggalkan halaman perusahaan yang menjulang tinggi ke atas itu, ia pergi dengan membawa kemarahannya, ia marah dengan sebab yang belum pasti terjadi,


thing,


kini satu notif kembali memenuhi ponsel antoni, ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, sebenarnya ia malas untuk membuka notif yang masuk namun karena rasa penasarannya ia akhirnya membukanya, namun sayang ternyata notif itu dari sisca kekasihnya,


"sayang, " hanya itu isi notif yang di kirim sisca,


"ahh, awas kau maira, " geram antoni bahkan ia sampai memukul stir mobilnya berulang kali, "ini tidak bisa ku biarkan, " bahkan antoni melupakan bagaimana ia saat bersama dengan sisca,


antoni kembali memecah keramaian di jalan raya, entah kemana tujuannya saat ini ia merasa prustasi dan di butakan akan kemarahannya,


"ahh, " lagi lagi stir mobilnya yang menjadi pelampiasan,

__ADS_1


namun kini mobil mewah antoni memasuki sebuah gerang yang menjulang tinggi ke atas, ya tujuannya saat ini adalah mansion daddy nya,


pak agus selaku penjaga mansion dengan sigap membuka gerbang dan mempersilahkan tuannya memasuki mansion, antoni turun dari mobilnya dan sedikit berlari memasuki mansion, pak arman yang menjadi kepala pelayan dengan terburu buru membukakan tuan mudanya pintu,


antoni langsung masuk tanpa menghiraukan pak arman yang membungkuk memberinya hormat,


"mom, " teriak antoni dengan suara yang lantang namun belum mendapat jawaban,


"mom, " antoni berteriak lagi sambil berkacak pinggang dengan raut wajah yang sangat sulit untuk di artikan,


"apa sayang, " setelah mendengar teriakan anaknya mom antoni langsung turun dan menghapiri sang putra


"ada apa sayang, tumben banget pulang mana istri kamu, " tanya mom antoni dengan tersenyum sambil celingak celinguk seperti mencari seseorang,


"mom, antoni ingin bercerai, " degh bagai di sambar petir mom antoni terdiam membisu mendengar ucapan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2