Janda

Janda
BAB 22


__ADS_3

**MAAF MENUNGGU


NYARI TIMMING PAS EMANG SUSAH_-


APA LAGI NYARI BEST MOMEN


HAAHH


CEKIDOTT DEH**^^


*********************************


"Haaahhh....haaahhh....."


Langkah kaki Jojo begitu cepat, gontai dan gemetar. Pasalnya ada musibah sedang terjadi pada ibu dan mertuanya. Dan siapa sangka anak tirinya juga kena imbasnya.


brakkk


Pintu kamar jenazah terbuka keras. Dia mendapatkan sang mertua telah terbujur kaku. Dan sudah terselimuti kain kafan.


"Mom..." lirihnya


"Jojo. A..apa yang mesti a..aku katakan hiks..pada menantuku.." gemetar bibirnya berucap. Tamara sudah tak bisa membendung airmatanya. Tangisnya pecah saat Jojo berdiri mematung didepan pintu.


"Kenapa mom. Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa yang harus ku katakan pada Clarissa nantinya?" tak mampu menahan amarah bercampur duka, Jojo menjatuhkan badannya. Dia sungguh tak mampu berdiri sekedar menahan tangis namun kembali teringat akan Juna bayi yang berusia 2tahun itu.


"Arjuna mommy, dimana anakku Arjuna?" tanya Jojo sedikit membentak.


"Juna, diculik.." histeris kembali Tamara saat mengingat begitu keras mereka mempertahankan Juna. Sungguh malang kehidupan mereka. Baru saja mengawali kebahagiaan mereka mendapatkan cobaan begitu berat.


"Mommy. Clarissa akan membunuhku jika anaknya diculik mom, dia pasti akan gila mom. Astagaa!!!!" Jojo menjambak rambutnya frustasi akan kehilangan Juna.


______________________________________

__ADS_1


"Jam 5. Udah sore si Jojo belum balik aje dah ah. Bete gue." gerutu Clarissa.


"Tau gini ke rumah mommy aje dah nyusulin nyak sama Juna." tambah pula kekesalan wanita itu.


"Haiiiish...Kok tiba-tiba kangen nyak yah. Gimana kabar Juna yah. Kangen banget sama mereka deh." lirihnya sambil menatap jendela yang semakin lama semakin gelap warna langitnya.


cklekk....


"Assalamu’alaikum.." Jojo datang dengan tampang lesunya


"Wa’alaikumussalam wr.wb " jawab Clarissa.


"Abang, dari mana aja sih. Kita jadi jemput Juna kan??" tanya Clarissa mendesak.


"Bakul gentong nasi goreng. Abang capek dek dibikin kopi apa teh gitu ini ngga nodong aja. Sumpah, sakit hati abang dek." melas Jojo yang sudah menjatuhkan diri disofa.


"Eh iya ya. Kasih air tajin aja mau baru seduh tuh.." timpal Clarissa.


"Astaga jahatnyaaa.." rutuknya sambil melangkah menuju kamar hendak membersikan diri.


cklekk..


Clarissa masuk kedalam kamar dan melihat suaminya sudah mengenakan baju koko berwarna putih dan dengan peci. Gantengnya jadi berkali lipat.


"Bang..."


"....."


"Abang mau kemana cakep bener"


"..."


"...."

__ADS_1


"Baang.."


buggh..


"Kdrt ih kamu. Dosa tau mukul suami, dasar.."


"Yah kamu sih dipanggil ga jawab kirain kesambet setan janda lagi." gerutu Clarissa.


"Iya kan kamu yang jadi setan jandanya.."


bugh bugh..


"Iya iya nggak ampun.." Jojo berlari sambil melindungi diri dari amukan nyai kidul.


"JOJO KAMPREEETTT..."


"Bang, rumah mommy kok rame yah.." tanya Clarissa.


"...."


"Bang kok ada bendera kuning. Kok ada ambulans. Bang siapa yang meninggal ini jawab dong.." desak Clarissa.


Jojo tak kuat menjawab tapi dari genangan air matanya yang sudah menganak itu Clarissa sudah paham dan seakan tau apa yang sudaj terjadi.


"Nggak. Ini ga mungkin. Nggak mungkin.."


Tanpa salam dan permisi Clarissa menghambur masuk. Dan melihat para peziarah dan tentu saja pelayat yang sudah banyak dia kenal. Masyarakat yang ada dirumah dia dulu. Dan matanya terpaku melihat jenazah yang dia kenali itu. Badannya gemetar seketika dan tak sadar dia pun limbung dan tak sadarkan diri.


"CLARIISSAAA..."


like


comment

__ADS_1


vote???


ah elah julid boleh mpok pelit jangan dong. mayan laah buat setor listrik wkwkwkwkk


__ADS_2