
"Iqbal, " maira mengulangi ucapannya sedangkan Iqbal kini ia menggaruk kepalanya saking bingung harus mengucapkan kata apa,
"ngapain ," tanya maira dengan tangan yang membuka lebar pintu rumahnya sehingga nyonya alin beserta yang duduk di atas sofa melihat dengan jelas lawan bicara maira pagi ini, "aku mah jemput kamu ra, " Iqbal bicara malu malu dengan menatap maira sambil tersenyum sedangkan maira membalas senyuman Iqbal dengan tak kalah manisnya,
"aduh ra ga usah senyum gitu aku salting, " batin Iqbal,
"jemput aku, ga perlu repot repot aku b isa pergi sendiri, " ucap maira sambil melangkah keluar dengan tangan yang kembali menutup pintu rumahnya,
sedangkan di dalam lebih tepat di sebuah ruangan antoni kini mengepalkan tangannya entah mengapa ia geram ia marah dan ak suka dengan apa yang ia lihat pagi ini, "sial, " batin antoni wajahnya sudah terlihat memerah menahan kekesalannya,
"emang kamu ga kasian ya sama aku pagi pagi gini udah rapi ganteng mau jemput kamu dengan suka rela," Iqbal berdiri di depan maira dengan wajah Yang memelas,
__ADS_1
maira hanya tersenyum sambil menaikkan bahunya, "ga tau, " jawab maira enteng sedangkan Iqbal yang tidak mau tidak berangkat tanpa maira ia beranikan dirinya untuk menarik tangan maira yang hendak masuk ke dalam mobilnya, " ga boleh ra kamu harus jlan sama aku titik, " ucap Iqbal, dan mau tidak mau maira naik ke atas motor Iqbal sambil tersenyum, " ini namanya penculikan tau ga sih, " ucap maira sambil tersenyum.
sedangkan antoni yang berdiri di depan pintu maira tak hentinya mengepalkan tangan melihat adegan di dedapannya itu, " apa apaan ini, no aku tidak bisa membiarkan ini semua terjadi intinya maira harus kbali menjadi milikku, " batin antoni sambil melangkah lebar meninggalkan rumah maira,
"kamu tau ga ra," ucap Iqbal sambil terus melajukan motornya dengan pelan, "haa, " maira belum mendengar jelas dengan apa yang Iqbal ucapkan sehingga ia sedikit memajukan wajahnya,
degh,,,
"eemm, aku seneng kamu mau jalan sama aku, " ucap Iqbal sambil tersenyum dengan gemuruhan di dadanya,
maira hanya tersenyum ia tak menjawab ucapan Iqbal, malah sekarang maira merentangkan ke dua tangannya sambil mengangkat wajahnya dengan ke dua mata tertutup, " aku ingin masalahku selesai dan ku mohon limpahkan hamba kebahagiaan, " batin maira sambil tersenyum, sedangkan Iqbal yang melihat tingkah maira juga ikut tersenyum dengan kebar hingga motor yang ia kendarai mendarat sempurna di halaman kampus,
__ADS_1
"makasi, " ucap maira setelah helm berhasil terlepas dari kepalanya
"sama sama nona manis, " ucap Iqbal yang berhasil membukakan helm yang di kenakan maira
"waduh waduh apa apaan ini besty, " nindi yang baru saja datang segera menarik tangan maira menjauh dari hadapan Iqbal,
"modus lu ya, " ucap nindi sewott dengan bola mata yang melotot,
"gue lempar lu pake helm ," ucap Iqbal sambil mengayunkan helm yang masih di tangannya,
"ahh kaburr, " nindi berlari sambil menarik tangan maira menjauh dari hadapan Iqbal,
__ADS_1
sedangkan di sebuah mobil antoni menggeram kesal ia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi dan bahkan menyalip pengendara di depaannya, "aahhh, " antobi berteriak dengan kesal sembari beberapa kali memukul stir mobil, "pokoknya maira harus kembali menjadi milikku, " ucap antoni