Janda

Janda
BAB 21


__ADS_3

**BAGAIMANA???


MASIH YAKIN MAU MEMBACA JANDA UNLIMITED???


JANDA SAJA UDAH UPGRADE STATUS


PERAWAN RASA JANDA??


HAHAHAHAAA...


BAGAIMANA.


CHEKIDOOTTT**....!!!!!


__________________________________________


*HEY LADIES


JANGAN MAU DIBILANG LEMAH


KITA JUGA


BISA MENIPU DAN MENDUAKAN


BILA WANITA SUDAH BERAKSI


DUNIA HANCURR.....


HEY LADIES


SEKARANG CINTA PAKAI OTAK


JANGAN MAU


RUGI HATI JUGA RUGI WAKTU


BILA DIA


MERAYUMU INGAT


SEMUA BOHOOONG*......


"Astaga apa-apaan ini. Dalam banget kek galian pipa .." ujar Clarissa yang mendengar nyanyian penyanyi Rossi yang ia dengar di radio. Orang kaya juga doyan denger radio bukan hanya mp4 keleeeuus.

__ADS_1


"Okay saatnya jenguk Umar. Semoga saja hari ini dia sadar dan bisa ku ajak komunikasi.." gumamnya.


Dilain tempat nyonya Tama dan bu Roh berniat membawa jalan-jalan. Firasat Tama sangat tidak enak bahkan untuk keluar rumah dia sangat takut dan dia yakin firasatnya.


"Hana, apa sebaiknya kita pulang saja?" ucap Tama.


"Mpok Tama udah deh jan parno. Kita gak bakal kenapa-kenapa. Udah deh kita nikmatin aja udara sejuk ditaman ini yee.." ujar bu Roh menenangkan hati Tama.


"Baiklah.." cicitnya.


Tak lama percakapan kecil itu sekelompok pria sangar menghadang kedua wanita paruh baya itu.


"Siapa kalian!!!" sentak Tama.


"Berikan anak itu." bentak pria A.


bugh....bugh...bugh...


Berbekal ilmu beladirinya bu Roh memukul kelima pria itu dengan membabi buta. Dan terang saja kelima pria itu begitu kewalahan menghadapi wanita tua itu. Namun salah satu mereka yang membawa pisau mendekat dan menusuk perut bu Roh.


crasshh....


Aaarrghh....


"Hanaaaaaaah...."


Namun teriakan Tama tak mengubah yang telah terjadi.


"Huwaa...huwaaa..." Juna menangis kencang. Dan direbut paksa oleh kelima pria itu.


"Junaaaaa.." Tama berteriak dan berusaha merebut kembali anak itu dari tangan mereka.


bughhh.....


Tama dipukul dan jatuh tersungkur.


Tangisnya pecah saat Juna dibawa pergi mereka. Dengan tertatih Tama menuju tubuh Rohanah yang bersimbah darah.


Ada sisa tenaga yang dimiliki Rohanah untuk berkata..


"Mpok Tama..maafin...aye mpok. Tolong jaga anak cucu aye mpok....aye...sudah...tak sanggup mpok....maafin jika aye bersalah..." ujarnya terbata.


"Hana..tolong bertahan untukku.." pinta Tama.

__ADS_1


"Allaaaaah...." desahan terakhir itulah nafasnya terhembus pelan. Saat itulah Rohanah menemui almarhum suaminya. Jerit tangis Tamara menguap begitu saja.


"Hanaaaaaaaahh....."


*wahai suami yang aye sayamg hingga seumur hidup ini...


aye sangat merindukanmu...


jemputlah istrimu ini ...


kita bertemu kembali...


syurga Allah..


dan janji Allah...


sungguhlah nyata adanya...


hasbunallah...wani’mal waqiil....


hasbunallaaah*....


_______________________________________


praaaaangg....


"Nyak..." Clarissa menyentuh dadanya.


Ada rasa sesak namun dia tak tau itu apa. Seolah dia tak tau itu apa. Namun sakit didadanya menjelaskan segalanya bahwa nasib buruk sedang menimpanya. Dan dia yakin, jika sesuatu yang buruk sedang terjadi.


"Ya Allah. Mohon perlindunganmu Yaa rabb.." gumamnya namun airmatanya tanpa permisi keluar begitu saja.


Takdir, jodoh, maut. Allah sudah tentukan. Bahwa semua yang terjadi sudah berada digarisanNya. Bahwa sang penciptalah yang telah mengatur segala-galanya. Kelahiran bahkan kematian Dia lah yang mengaturnya. Bahkan tanpa perintahNya, malaikat maut pun takkan berani mencabut nyawa siapapun. Dan saat ada kematian atau pun ada didepan mata kita. Bersabarlah dan berdoalah.


innalillahiwainnailayhiroji’un


tbc


like


comment


vote????

__ADS_1


mungkin sampai disini dulu pertemuan kita dengan Nyak Rohanah. Semoga kalian suka dan kalian bahagia atas karya tak seberapa ini...^^^


__ADS_2