Janda

Janda
BAB 5


__ADS_3

Clarissa menepis tangan Jojo karena laki-laki yang tiap hari selalu mengejarnya sudah kabur entah kemana. Saking kesalnya dia lalu meluapkan emosinya dengan ocehan beruntun ala janda unlimited.


"Eh kardus. Lu emang gila tingkat akhirat ya seenaknya bilang gue calon istri lu. Pake acara peluk-peluk. Lu udah bosan idup? Gini-gini gue jawara disini kalo mau ngerasain jurus gue. Sialan emang ye ..." umpat Clarissa dengan emosi yang meluap-luap. Dan hanya dibalas cengiran Jojo lalu mencium punggung tangan Bu Roh.


"Saya pamit bu. Assalamu'alaikum..." pamit Jojo pada mereka berdua.


"Wa'alaikumsalam...." jawab mereka berdua.


brrrrmmmm......


diperjalanan pulang, Jojo hanya terkekeh mengingat dia yang secara gamblang mengatakan bahwa Cewek antik itu calon istrinya.


Mobil kebesaran Jojo pun tiba disebuah mansion mewah nan megah. Dan setelah turun dari mobilnya itu tampak seorang wanita paruh baya tapi wajah cantiknya tak termakan usia.


"Baby...finally you came home..." sapa Tamara yang tak lain ibu dari Jojo itu.


"Hallo my dear mommy...." sapa Jojo sambil memeluk ibunya itu.


"ekhmmmm...." Suara berat terdengar mendekati mereka. Ya dia adalah ayah dari Jojo. Gerald Prince Abraham. Keluarga mereka keturunan alias persilangan antara kaum Jawa timur alias Malang dan Kaum Inggris Eropa. Susah juga ngejabarinnya. Jadilah seorang Joshua Maleek Abraham itu sendiri.


"Hi dad...How are you?" sapa Jojo dengan manis semanis-manisnya.


Belum dijawab sang ayah Jojo sudah dihadiahi jitakan oleh sang ayah.

__ADS_1


pletak...


"Ojo gawe bahasa asing ning kene le. Tak bedil rai mu..." ujar sang ayah.


"Iya maaf Jojo salah..." sungut Jojo pada ayahnya. Kan memang mereka keturunan asing. Wajah juga orang bule gitu. Postur badan juga hot kayak orang bule pada umumnya gitu.


"Daddy udah bilang. Jangan pulang kalo belum bawa mantu buat daddy. Itu perjanjian kita bukan???...." ujar Gerald pada putranya itu.


flashback......


"Mommy....Daddy...Jojo mau bicara..." ucap Jojo dengan nada serius.


"Silahkan...." jawab sang ayah.


"Jojo boleh ya tinggal di apartemen. Biar jarak kekantor lebih dekat..." ujarnya masih takut-takut. Karena hanya ayahnya lah yang mampu membuatnya ketakutan.


"Boleh yaa dad, mom, pleeeaaase..." mohon Jojo sambil menangkup kedua tangannya seraya memohon ijin.


"Okay. Tapi dengan 1 syarat. Kamj boleh kemanapun kamu tinggal tapi bila pulang nanti bawa menantu buat daddy...." tegasnya pada Jojo.


"Anything for you daddy...." Jojo melompat kegirangan. Dan memeluk kedua orang tuanya.


Tanpa dia sadari kedua orangtuanya memainkan matanya satu sama lain. Dengan alasan. "MISSION COMPLETE".

__ADS_1


Akhirnya akan tiba masa mereka hanya berdua saja didalam rumah itu. Sebab bukan meremehkan sang anak. Tapi melihat sepanjang kehidupannya tak pernah sekalipun si anak dekat dengan seorang wanita. Dan ini menjadi keuntungan sendiri pada mereka....


flashback off....


Jojo meminum kopi buatan ibunya. Aaah memang tak seenak buatan Bu Roh bakal mertuanya itu...


Seketika dua orang paruh baya itu terpana melihat Jojo terkekeh tanpa alasan hanya dengan seteguk kopi yang baru saja dia minum.


"Jadi...mana calon mantu buat kami Jo..." tanya Gerald pada putranya itu.


"Coming soon dad. Tapi Jojo ingin beritahu sedikit. Jojo sangat menyukai dia. Dia seorang janda dad. Dan satu hal dia hanya gadis biasa dad...." wajah yang tadinya cerah tiba-tiba menjadi suram.


"Katakan nak. Apa yang mengganjal di hatimu...." ujar Gerald pada putranya itu. Sebab hanya orangtua lah yang mengerti watak dan tabiat sang anak.


"Dia trauma dalam pernikahan. Dia menikah diusia muda. Dan apa Dad tau? Bahkan belum besar kandungannya dia diusir dan diceraikan suaminya. Mengalami kekerasan fisik dan juga mental. Dan Jojo sangat ingin melindunginya dad..." terangnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan kedua orangtuanya.


"Intinya. Aku cinta dia daddy..."


tbc


like


comment

__ADS_1


vote???


babang jojo setia menantimu sayaanģ😄😄


__ADS_2