
maira seakan terdiam diri galau dengan keadaannya pagi ini ketidak tenangan menghampiri relung hatinya, " ada apa denganku, " maira masih berdiam diri di dalam mobil diantara parkiran, "kenapa hari ini rasanya aku tidak tenang, " maira menyenderkah bahunya sambil menghela nafasnya dalam dalam memejamkan matanya sambil bersedekp dadanya mengingat apa Yang sudah terjadi dalam hidupnya, " aku tidak ingin berada dalam situasi ini Dan aku juga berharap semuanya akan berlalu dengan baik aku menyelesaikan masa kuliahku denganÅ› tenang Dan mereka menyelesaikan urusan mereka masing masing, " helaan nafas kembali terdengar hingga maira memutuskan untuk keluar dari mobilnya,
berjalan sendiri sambil mebundukkan pandangannya ada sesuagu Yang berbeda juga Yang maira rasakan hari ini, " nindi, dimana anak itu, " hingga akhirnya maira menyadari sesuatu pagi ini, "tumben banget, "maira melirik arloji Yang ada di pergelangan tangannya, " biasanya udah nongol aja, " sambil melirik ke arah belakang maira terus saja berjalan mengitari kroidor kampus Yang begitu luas Dan panjang,.
"heyy,, "
__ADS_1
sebuah suara Yang mengejutkan maira, "aaaa " hingga dirinya berteria begitu kencang sambil menutup matanya hanya karena konsentrasinya belum stabill," ehh sorry sorry," iqbal langsung berdiri di depan maira smbil tersenyum cengar cengir," ihhh iqbal," maira sampai menghentakan kakinya kesal dengan ulah iqbal kepada dirinya," nggak kamu nggak nindi sama aja sama sama suka banget liat aku kaget," gerutu maira sambil berjalan mendahului iqbal,"eh tunggu dulu, " Iqbal mengejar langkah maira smbil merangkul bahu seorang wanita Yang menjadi pujaan hatinya,
maira melepaskan rangkulan iqbal, " mohon jaga kesopanan anda tuan, " ucap maira sambil tersenyum naman ia juga bingung mengapa sahabatnya itu belum sampai di kampus mereka, maira terus saja melirik arlojinya netranya melirik kesana kemari hingga pelajaran dimulai nindi tak terlihat sama sekali, " apa nindi ada acara lain ya, " batin maira ia mencoba masa bodoh namun tetap saja ada resah di dalam dirinya memikirkan sahabatnya itu, hingga pelajaran usai maira merogoh ponselnya dan mencoba menghubungi sahabatnya itu namun ponsel maira tak kunjung menerima jabawan atas panggilannya,
antoni yang pagi ini sudah rapi dan bersiap untuk berangkat ke perusahaan miliknya namun sebelum itu ia meraih ponselnya, "kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya, " antobi tersenyum miring sambil memasukkan ponselnya ke kantong jas miliknya dan berjalan keluar daei kamarnya, di bawah apartemen sekretaris jordy sudah menunggu dirinya dengan tab di tangan sekertaris jordi dirinya terlihat sibuk sekali melihat agenda tuannya pagi ini "selamat pagi tuan, " sapa hangat sekretaris jordy sambil membukakan tuannya pintu mobil,
__ADS_1
kini mobil yang di kenadarai sekretaris jordy melaju meninggalkan apartemen mewah milik antoni, "tuan pagi ini anda akan bertemu kembali dengan Mr Jeff di coffee shop biasa, " ucap skrrtaris jordy namun entah Antoni seperti tak mendengar ucapan sekretarisnya karena diriniya kini sibuk mengotak atik ponsel di tangannya, "tuan, " ucapan skretaris jordy terhenti kala melihat Antoni memasukkan kembali ponselnya
"batalkan agendanya aku mempunyai acara penting hari ini bahkan semua agenda bari ini batalkan saja " jawab antoni sambil meraih tabnya, "tapi tuan, " sekretaris jordy kembali terdiam melihat tatapan antoni lewat spion depan mobilnya
"saya bilang batalkan semuanya apa kamu tidak dengan apa yang saya ucapkan, " sinis antoni sambil. kembali menatap tabnya.
__ADS_1