
maira tersenyum tekatnya untuk bangkit kembali sudah menggebu ia ingin meningglkan masa lalunya, " ini hanyalah status saja aku tidak perlu repot repot untuk memikirkannya, " batin maira kembali mengingat bahwa sekarang statusnya adalah janda Dan bukan lagi seorang gadis,
"hay, " Iqbal berdiri di belakang maira Dan mencoba untuk menyapa wanita pujaan hatinya itu Dan beruntung nindi izin ke toilet sehingga iqbal bisa leluasa untuk sekedar menyapa maira.
'iya, " maira membalikkan badannya Dan melihat iqbal Yang kini menundukkan kepalanya sedangkan maira hanya tersenyum Dan kembali mengubah posisinya, "boleh aku duduk, " ucap iqbal
"silahkan, " maira sedikit menggeser posisinya Dan dengan senang hari iqbal berjalan Dan duduk di samping maira,
"maaf ya, " iqbal menatap maira sedangkan maira Yang di tatap hanya bisa memalingkan dirinya, " untuk, " jawab maira sambil terus memalingkan wajahnya ia merasa takut jika harus membalas tatapan lelaki Yang beberapa hari lalu menyatakan cinta kepada dirinya.
"maaf karena mungkin waktu itu aku juga Salah Yang tiba tiba menyatakan cinta di depan banyaknya teman teman Yang lain, sorry ya, " kini iqbal sampai mengatupka tangannya di hadapan maira,
__ADS_1
maira tersenyum ia melirik sekilas ke arah iqbal Dan setelahnya ia kembali membuang pandangannya, hem, " maira menghembuskan nafasnya,
"Lupakan, aku tidak masalah dengan kejadian itu, " ucap maira ia tersenyum sambil netranya menatap lurus ke depan,
kini giliran iqbal Yang menghembuskan nafasnya, " aku tidak bisa melupakan moment itu ra maaf tapi aku tulus Dan kata kata cinta itu memang benar benar keluar dari lubuk hati aku Yang terdalm, " tutur iqbal netranya kini kembali menatap wanita Yang selama ini ia puja puja namun belum berhasil menaklukkan hatinya.
"ada satu hal Yang kmu dn kalian semua belum ketahui dari aku, Dan mungkin jika kmu mengetahuinya kamu akan mundur dn bahkan jijik mentap diriku," ucap maira ia tersenyum kecut netranya terus saja menatap lurus ke depan.
"aku adalah seorang janda, " deghh bagai tersambar petir mulut Iqbal menganga mendengarkan ucapan maira,
"whattt, " maira menggangguku saat Iqbal mengeluarkan keterkejutannya,
__ADS_1
"kamu jangan bohong sama aku jujur ini sama sekali tidak lucu, " tutur Iqbal yang kini merubah posisinya berjongkok di depan maira,
maira tersenyum bahkan kini matanya hendak mengeluarkan bulir bening namun sebisa mungkin ia menahannya, " aku serius ," jawab maira,
sebuah Netra yang sedari tadi berdiri tak jauh dari dua sejoli yang sedang berbagi cerita itu menjatuhkan minuman yang ia ada di tangannya ia juga tak kalah terkejutnya dengan apa yang ia dengar dari mulut sahabatnya, " kenapa maira bisa berbicara seperti itu, " tutur nindi bahkan kini ia sedikit berjalan tergesa gesa ke arah sahabat karibnya itu,
"Lu ga bohong kan, " kini giliran nindi berbicara dengan nada yang tidak kalah terkejutnya,
"mungkin saat ini kalian memang harus tahu yang sebenarnya, " batin maira ia menarik tangan nindi untuk duduk di sampingnya,
"gue udah nikah tapi gak lama udah cerai, " singkat cerita maira namun mampu membuat dua orang pendengarnya menjadi terdiam dengan seribu bahasa,
__ADS_1
nindi terdiam membisu dengan Netra yang menatap maira dengan seksama mencari kebenaran di mata sahabatnya itu, "lu seriuskan ga bohongkan sama gue, terua sama siapa lu nikah?? kok gue gak tau?? ayolah kalau bicara itu yang serius Almaira Anastasya. " bahkan kini nindi berteriak di telinga sahabatnya dengan amarah yng menggebu.