Janda

Janda
eps 81


__ADS_3

apa yang menjadi perintah tuannya sekretaris jordy hanya bisa mengikuti saja taku jika tidak di ikuti maka bisa jordy pastikan hal yang sangat di takuti akan terjadi, dn benar saja kini dirinya dan antoni sudah berada di sebuah gedung yang menjulang tinggi terlihat mewah dan megah saat mereka berdua memasukinya "selamat datang tuan, " sapa hangat dua resepsionish yang berjaga sekretaris jordy bisa mengangguk sambil tersenyum namun tidak dengan antoni ia hanya melangkah lebar sambil memainkan ponselnya bibirnya seolah tersenyum,


"tuan, " keempat bodyguart yang berjaga itu membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada tuan merka, " ada apa sebenarnya ini, " sekretaris jordy menggaruk kepalanya ia tak thu menahu atas apa yang tuannya akan perbuat kali ini, "oh ya, kamu silahkan kembali ke perusahaan, " ucap antoni sambil membalikkan badannya menghadap sekretaris jordy, "bagaimana dengan tuan, " sekretaris jordy langsung mendapat tatapan tajam dari tuannya dan mau tak mau ia harus pergi sendiri meninggalkan bangunan mewah tempat tuannya itu berada,

__ADS_1


,"ada apa sebenarnya ini?, " sekretaris jordy dibuat sangat malah melebihi sangat penasaran dengan apa yang akan di perbuat tuannya tanpa sepengetahuannya kali ini, " kenapa anda banyak berubah, dan apa yang akan anda lakukan tanpa pengawalan saya tuan, " bahkan sampai mobilnya meninggalkan bangunan itu sekretaris jordy masih terus memikirkan apa yang akan dilakukan tuannya, mobilnya kini melesat jauh membelah jalan Raya yng telah ramai pengemudinya dan sialnya lagi sekretaris jordy terkena macet,


"sial, " sekretis jordy memukul stir mobilnya hingga beberapa menit berlalu mobil sekretaris jordy bisa bebas ia memacu dengan sangat kencang, berlari memasuki loby perusahaan sambil terus memandangi arloji di tangannya, "brukk, " sekrteris jordy bahkan smpai menabrak salah satu kariawan yang tengah membawa tumpukan berkas, "sorry, " bukannya membantu sekretaris jordy hanya mengatupkan tangannya dan berlalu memasuki lift,

__ADS_1


antoni hanya tersenyum miring tak sabar akan kelanjutan dari kisah yang dia buat ini, "ehh, "nindi terdengar melenguh tangannya menggeliat namun terasa menjanggal, nindi penasaran namun katanya masih enggan terbuka ia angkat tangannya lagi namun rasanya aneh, " loh kok, " hingga akhirnya nindia membuka matanya mengedarkan pandangannya gelap sedikitpun tak ada cahaya, "bikkkk, " nindia sedikit berteriak belum sepenuhnya sadar dan mengingat apa yang telah terjadi menimpa dirinya, "Bibiikk, " nindia kembali berteriak namun tak mendapatkan jawaban dari bik Ratna pembantu di rumahnya,


"loh kok keikett, " hingga persekian detik nindi menggerakkan kaki dan tangannya, "aku dimana, hikss, " nindia menangis dan mulai mengingat kejadian kemarin sore yang menimpa dirinya, "apa aku di culik, " nindia menggerutu, "tapi mengapa, mengapa aku yang harus di culik, "ucapnya lagi bahkan dalam situasi ini dirinya bisa tersenyum seakan membayangkan sesuatu, "apa ada yang menyukaiku dan melakukan semua ini, " hal gila yang nindia ucapkan, "tapi jika dia mau kenapa harus menggunakan cara ini, apa lagi ini tangan dan kaki ku dia ikat, " sambil menatap kakinya yang terikat hingga oersekian deting ucapannya di dengar langsung oleh antoni lampu itu kini menyala namun antoni langsung membalikkan badannya ,"siapa kalian, " nindia langsung gemetar melihat keempat orang yng tubuhnya tidak ada yang kecil.

__ADS_1


__ADS_2