
"Bugh, " satu tinju kini mengenai wajah tampan antoni, "kurang ajar, " terlihat kekesalan dari raut wajah tuan mario, ia meraih kerah kemeja anaknya "apa yang kamu lakukan antoni, " tanya tuan mario tanpa menunggu jawaban sang putra tuan mario langsung menarik antoni meninggalkan apartemen sisca,
"dad, " antoni ingin berontak namun namun sayang tuan mario terlalu keras menariknya hingga ia di dorong masuk ke dalam mobil daddy nya
tuan mario langsung melajukan mobilnya dengan laju yang cepat membuat antoni harus mengeratkan pegangannya, antoni tak berani berkutik ia juga belum mengerti dengan pangkal masalah yang membuat Deddy nya begitu marah kepada dirinya,
mobil tuan mario terus saja melaju membelah jalan Raya dengan kecepatan yang belum di turunkan tidak ada percakapan apapun yang terjadi di dalam, mereka berdua hanya terdiam dengan fokusnya masing masing.
"sayang siapa yang datang, " ucap sisca yang masih terbaring lemah di atas ranjang apartemen nya,
"sayang, " sisca tidak mendapat jawaban atas pertanyaan nya, ia hendak bangun namun sial rasa mualnya kembali datang bergejolak melanda perutnya. "sial, " sisca langsung beranjak masuk ke dalam kamar mandi,
__ADS_1
"sayang, " sisca berteriak namun sayang ia sama sekali belum mendapat jawaban atas panggilannya,
"kemana antoni, " batin sisca ia kini keluar dari dalam kamar mandi untuk mencari di mana letak kekasihnya itu,
"antoni, loh kosong kemana dia memangnya, " batin sisca ia kini mengitari semua sisi apartemennya namun sayang antoni tidak ada di sekelilingnya, "sial kemana dia, " sisca kehilangan antoni, dn sialnya lagi kini sisca harus kembali masuk ke dalam kamar mandi karena di landa rasa mual, " kamu selalu saja merepotkanku, " sisca kini memukul perutnya dengan keras.
mobil tuan mario kini sudah sampai di depan gerbang rumah tuan roy pak ali yang melihat ada mobil yang hendk masuk langsung gercep membukakannya, "silahkan, " ucap pak li sopan sedangkan tuan mario hanya mengangguk sambil tersenyum,
"turun, " ucap tuan mario sambil menatap antoni, antoni hanya menurut ia tak mau membantah sedikit pun karena jika ia berani membantah bisa ia pastikan semua tulangnya akan remuk redam,
tuan roy sudah berada di rumahnya karena sebelumnya nyonya alin telah menghubungi suaminya terlebih dahulu setelah mendengarkan ucapan maira dan kini maira berlih ke pelikan sang papa tercintanya sambil kepalanya di elus dengan sayang, jangan tanyakan nyonya delya ia masih menangis tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun,
__ADS_1
"duduk, " tubuh Antoni kini di dorong sang daddy sehingga jatuh terjerambat langsung di atas sofa,
"sekarang jelaskan semua ini Antoni, " Antoni langsung faham dengan alurnya mengapa sang daddy begitu marah itu karena menantu ke sayangannya ia ceraikan,
antoni tersenyum sungging bukannya menjawab ia malah meraih ponselnya di saku celana bahan Yang masih ia gunakan, "Lihatlah, " ucap Antoni sambil menyerahkan ponselnya di hadapan sang daddy,
"apa maksudanya ini, " ucap tuan mario sambil menatap antoni,
"apa daddy belum faham juga, " seakan tersenyum mengejek antoni kembali meraih ponselnya Yang ada di genggamab daddy nya,
"untuk apa aku mempertahankan seorang istri Yang suka berselingkuh, " ucap antoni dengan lantang.
__ADS_1
"plakk, " pipi antoni mendapatkan tamparan dari daddy nya, " jaga ucapan kamu antoni, " suara tuan mario kini sudah menggema di ruang tamu rumah tuan Roy,
sedangkan maira Yang mendengar tuduhan antoni hanya menggeleng sambil menatap sang papa Yang kini masih mendekap dirinya.