
Antoni memasuki ruangannya dan entah mengapa dadanya terus saja berdetak, " minum dulu kali ya, " ucap antoni sambil meneguk minumana yang ada di atas mejanya,
walaupun sudah minum namun dadanya terus saja berdetak dengan tak karuan, " aku kenapa, " ucap antoni sambil tangannya ******* ***** dadanya,
kini antoni sudah duduk di kursi kebesarnnya, hatinya seolah tak tenang namun yang jadi fikiran antoni saat ini adalah mengapa ia merasa seperti tak tenang, rasanya seperti ada yang hilang dari jiwanya, namun apa itu ia belum mendapatkan kunci jawaban yang tepat,
drt,,,
bahkan sepagi ini ponselnya sudah berdering dan panggilan itu dari sisca, dengan gerak cepat dan seulas senyum antoni langaung menjawab panggilan yang masuk dari kekasihnya,
"sayang, " ucap antoni
"sayang, aku sedang demam bisa tidak temani aku hari ini, " ucap sisca dari seberang ponsel dan memang suaranya saat ini terdengar sedikit gemetar
antoni menimbang nimbang jawabannya, di satu sisi agendanya hari ini terlihat sangat padat, dan di sisi lain kekasihnya sedang demam dan membutuhkan dirinya,
Belum sempat menjawab ucapan sisca, jordi lebih dahulu memasuki ruangannya,
__ADS_1
"maaf tuan, meeting lima belas menit lagi akan di adakan dan semua pemimpin dari berbagai devisi sudah berkumpul semua, " lapor jordi pada tuannya,
antoni mengangguk, "pergilah, " ucap antoni pada asistennya itu dan jordi membungkukkan badannya segera berlalu pergi meninggalkan ruangan presdirnya,
"sayang mungkin untuk pagi sampai sore aku tak bisa menemanimu tapi nanti malam aku akan berusaha untuk datang tepat waktu ke apartemen mu ya, " bujuk antoni kepada kekasihnya itu,
sisca menghembuskan nafasnya, namun ia harus menerimanya," emm, tapi ingat ya harus datang dan temani aku,. " ucap sisca
"iya sayangku, dan aku harus pergi meeting saat ini juga, kamu istirahat saja ya jangan banyak gerak dan aku akan memesankan makaan untukmu, " ucap antoni dengan nada yang sangat lembut,
"hemm, " sisca kemudian memutuskan panggilannya
"apa karena sisca sakit sehingga membuat dadaku tak berhenti berdetak dari tadi, ya mungkin saja, " ucap antoni pada dirinya sendiri,
………
"uekk, "
__ADS_1
perut sisca seakan terasa di aduk aduk sudah dari tadi ia keluar masuk ke dalam kamar mandi, tubuhnya sudah lemah apalagi di tambah dengan perutnya yang sama sekali belum terisi apapun,
"ah, aku kenapa ini tak biasa aku mengalami demam separah ini, " ucap sisca sambil memegang perutnya yang serasa terkoyak,
uekk,,
lagi lagi perutnya melonjak ingin mengeluarkan isinya, dengan langkah yang sangat lemah sisca berjalan ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya,
padahal yang kekuar hanyalah cairan yang sangat pahit, "ah, kepalaku kenapa pusingnya seperti ini rasanya aku seperti sedang berputar ," ucap sisca sambil menjatuhkan tubuhnya di belakang pintu kamar mandi,
ting dong,,
dalam keadaan lemah, sisca berdiri sekuat tenaganya melihat siapa orang yang tengah memencet bell apartemennya,
ting dong,,
pintu tak kunjung terbuka seseorang yang tengah berdiri di depan pintu apartement sisca terus saja memencet bell,
__ADS_1
"bisa tidak kalau pencet bel itu satu kali, " sisca marah dengan orang yang kini berdiri tegap sambil membawa bingkisan di tangannya,
"maafkan saya nona, saya fikir tidak ada orang di dalamnya, " ya dia adalah kurir yang mengantarkan pesanan antoni untuk sisca" dan ini pesanan anda, " ucap pak kurir dan langsung pergi meninggalkan sisca yang sudah menerima paper bag,